Country of Origin (skripsi dan tesis)

Country of Origin atau negara asal dapat diartikan sebagai negara dimana sebuah produk berasal. Country of origin sendiri dapat mempengaruhi persepsi, image¸serta niat pembelian konsumen. Di saat konsumen akan membuat keputusan pembelian akan suatu produk, mereka akan membuat berbagai pertimbangan dari berbagai aspek, yang salah satunya adalah country of origin, karena konsumen cenderung memiliki kesan atau penilaian tersendiri terhadap suatu produk yang dihasilkan oleh suatu negara. Sudah banyak penelitian terdahulu yang mengangkat tema country of origin. Salah satu yang pertama kali mencetuskan konsep dari country of origin adalah Dichter (1962), yang mengatakan bahwa country of origin dari sebuah produk sangatlah penting untuk mendapatkan kesuksesan dan pengakuan dalam pasar global (Dichter, 1962, dikutip dari Coskun dan Burnaz, 2013). Penelitian yang dilakukan oleh Fournier (1998) juga menemukan bahwa country of origin menghubungkan produk dengan identitas nasional sebuah negara, yang mana menghasilkan keterikatan emosional yang kuat terhadap merek dan produk tertentu (Fournier, 1998, dikutip dari Verlegh dan Steenkamp, 1999). Beberapa penulis mempunyai pemahaman yang kurang lebih sama terhadap definisi dari country of origin, seperti misalnya Saeed (1994) yang mengartikan country of origin adalah negara tempat sebuah produk di produksi atau negara yang dikaitkan dengan suatu merek tertentu (Saeed, 1994, dikutip dari Lin dan Chen, 2006). Selain itu, penelitian lain oleh Ahmed et al. (2008) juga mengartikan country of origin sebagai negara tempat sebuah produk dibuat atau dirakit. Negara tersebut bisa diidentifikasi dari tulisan “made in” yang terdapat pada kemasan atau label produk. Country of origin juga bisa dipahami sebagai efek yang muncul dalam persepsi konsumen yang dipengaruh oleh lokasi dimana suatu produk dihasilkan (Czinkota dan Ronkainen, 2001).