Country of Origin (skripsi dan tesis)

Negara asal di mana produk tersebut di hasilkan atau diproduksi dinamakan country of origin. Untuk menunjukkan country of origin sering ditulis kata “made in” pada kemasan produk. Kata “made in ” menjelaskan dari mana produk itu berasal dan di produksi. Sebagai contoh, label “made in China”, artinya produk tersebut berasal dari China. Konsep country of origin dengan kata “made in” pertama kali dikemukakan oleh Nagashima pada tahun 1960 (Tati dkk., 2015). Nagashima memperkenalkan konsep citra label “made in” sebagai gambar, reputasi, streotype sikap konsumen terhadap produk yang berasal dari negara tertentu. Konsep ini kemudian berkembang dan memunculkan definisi atau pengertian lainnya mengenai efek country of origin. Definisi Country of Origin menurut Kotler dan Keller (2012) merupakan asosiasi dan kepercayaan mental seseorang akan suatu produk yang dipicu oleh negara asal produk. Pemerintah didalam negara tersebut ingin memperkuat citra negara mereka dengan membantu perusahaan domestik yang melakukan ekspor sehingga menarik perusahaan asing dan investor. Perusahaan ingin menggunakan persepsi negara asal yang positif untuk menjual produk dan layanan mereka. Menurut Listiana dan Elida (2014), country of origin atau negara asal merupakan informasi (extrinsic cue) yang sering digunakan oleh konsumen ketika mengevaluasi suatu produk. Persepsi dan keyakinan konsumen terhadap citra country of origin memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk preferensi konsumen terhadap suatu produk. Persepsi ini bisa menjadi atribut dalam pengambilan keputusan atau mempengaruhi atribut lainnya dalam proses tersebut. Definisi tentang country of origin dikemukakan juga oleh Hamzoui dan Merunka dalam Tati dkk. (2015) yang menjelaskan bahwa country of origin sebagai unit persepsi yang mencakup berbagai asosiasi negara, seperti pengetahuan atau pemikiran mereka mengenai karakteristik suatu negara, rakyatnya, kebiasaan dan perilaku mereka serta produk-produk terkait. Model yang sering digunakan untuk menjelaskan pengaruh country of origin pada evaluasi kualitas produk, yaitu Halo Model dan Summary Construct Model. Halo model menunjukkan bahwa konsumen mengandalkan citra negara asal hanya apabila mereka tidak begitu familiar dengan suatu produk tertentu. Berbeda jika konsumen familiar dengan produk tersebut, mereka akan lebih mengandalkan informasi produk dari country image dan country belief yang berasal dari pengalaman mereka sebelumnya atau dikenal dengan Summary Construct Model (Tati dkk., 2015). Citra country of origin memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumen khususnya pada keputusan pembelian konsumen. Citra country 10 of origin yang dipersepsikan positif dapat menimbulkan minat beli konsumen dan berakhir pada keputusan dalam membeli produk, sebaliknya citra country of origin yang dipersepsikan negatif oleh konsumen akan mengakibatkan mengurangi minat konsumen untuk membeli produk sehingga kemungkinan produk untuk dipilih menjadi berkurang. Kajian mengenai dampak country of origin suatu produk telah banyak diteliti sebelumnya. Kajian ini membahas tentang dampak country of origin dari suatu produk. country of origin memberi berbagai macam efek terhadap pemikiran seorang calon konsumen maupun konsumennya. Salah satu efek dari country of origin yang dikemukakan oleh Hong dan Wyer dalam Atika (2018), yaitu efek stimulus terhadap calon stimulan maupun konsumen dalam mengevaluasi sebuah produk dan digunakan untuk mencari informasi lain tentang produk tersebut. Persepsi dan keyakinan konsumen terhadap country of origin memainkan peran penting dalam membentuk perilaku pembelian konsumen.