Pada dasarnya perilaku dipengaruhi oleh faktor internal seperti persepsi, motivasi, dan sikap. Sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan. Selain dari pengaruhpengaruh tersebut, gender juga mempunyai dampat terhadap perilaku. Penelitian mengenai pengaruh gender terhadap etika pada pendidikan akuntansi menunjukkan hasil yang yang masih berbeda. Perkembangan moral dan cara-cara pemikiran wanita berbeda dengan pria. Pengaruh gender muncul ketika perbedaan antara pria dan wanita terjadi dalam proses pembuatan keputusan etis. Noval Adip (2001) dalam Andi (2013) menyatakan ada dua pendekatan alternatif dalam menentukan kesungguhan dalam berperilaku etis menurut gender, yaitu : 1. Pendekatan sosialisasi gender menyatakan dalam dunia kerja, pria dan wanita membawa nilai dan sifat dalam membuat keputusan dan praktik. Pria lebih cenderung menghalalkan segala cara dan melanggar aturan-aturan untuk mencapai kesuksesan. Sementara wanita lebih menjaga harmonisasi hubungan kerja dengan relasi kerjanya dan melaksanakan tugas dengan baik. Oleh karena itu wanita kurang toleran terhadap individu-individu yang suka melanggar aturan. 2. Pendekatan struktural gender menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara pria dan wanita dalam pekerjaan dan kebutuhan lainnya yang disebabkan oleh sosialisasi awal berupa imbalan dan biaya yang berhubungan dengan peran-peran dalam pekerjaannya. Karena adanya struktur imbalan tersebut, akan membentuk perilaku antara pria dan wanita merespon isu etika yang sama dalam lingkungan pekerjaan yang sama pula. Oleh karena itu pria dan wanita akan menunjukkan prioritas yang sama dalam pekerjaan yang sudah ada
