Content Creator Dalam Prespektif Komunikasi (skripsi dan tesis)

Content creator merupakan profesi yang saat ini sedang digandrungi pada era perkembangan dunia digital. Profesi content creator merupakan membuat suatu konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara maupun gabungan dari dua materi atau lebih. Konten-konten tersebut dibuat untuk media, terutama media digital seperti Youtube, Instagram, WordPress, dan Blogger. Seiring berjalannya waktu, kini content creator perlu memiliki keahlian khusus karena para pengguna media sosial seperti instagram telah menjadikan instagram sebagai ladang berbisnis, pembentukan product branding, personal branding, dan corporate branding. Selain itu content creator sendiri dianggap sebagai wujud dari PR (Public Relation) kontemporer (Sundawa dan Trigartanti, 2017-2018, Vol 2:438). Tugas dari content creator yakni mengumpulkan ide, data, dan melakukan riset serta membuat konsep untuk menghasilkan suatu konten. Konten yang dihasilkan harus sesuai dengan identitas dan branding yang diinginkan dengan tujuan yang disepakati dari sebuah konten. Hal tersebut misalnya, tujuan promosi, edukasi, menghibur, dan memberi informasi. Kemudian menyesuaikan konten dengan platform yang akan digunakan dalam pendistribusian konten. Sehingga content creator harus bisa menghasilkan karya untuk multi-platform dan mengevaluasi konten yang telah di distribusikan Dalam prespektif komunikasi, content creator berperan sebagai komunikator (pengirim pesan). Disini content creator bertindak sebagai penyampai pesan dan memberikan informasi kepada pelanggan. Sehingga bagaimana content creator dalam mengirimkan pesan sangat mempengaruhi keberhasilan komunikasi antara perusahaan dan pelanggan. Selain itu keberhasilannya juga dapat dilihat ketika pesan atau informasi yang diberikan bisa menimbulkan feedback dari komunikan (penerima pesan). Bentuk pesan dan informasi yang dibuat berupa konten-konten dan distribusikan melalui media komunikasi digital.