Dalam bukunya, Schiffman (2007) menyatakan bahwa pengertian tentang perilaku konsumen adalah penelitian bagaimana seseorang membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya yang dimilikinya (waktu, uang, dan usaha) pada suatu kegiatan konsumsi yang berkaitan. Konsumen berdasarkan perilaku konsumsinya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu personal consumer dan organizational consumer. Seorang personal consumer biasanya membeli suatu produk atau jasa untuk kepentingannya sendiri atau untuk digunakan dalam rumah tangga. Dengan kata lain produk atau jasa yang dibeli langsung digunakan oleh pembelinya (end user), sedangkan organizational consumer adalah semua jenis produk, peralatan dan jasa untuk menjalakan kepentingan organisasi baik untuk organisasi profit maupun organisasi non profit, lembaga pemerintah dan institusi lain seperti sekolah, rumah rumah sakit, dan penjara. Seseorang yang melakukan pembelian suatu produk tidak selalu bertindak sebagai user (pengguna) atau menggunakan produk tersebut sendiri karena bisa saja seseorang membeli suatu produk untuk digunakan bersama-sama. Seseorang marketer harus mampu mendefinisikan kepada siapa promosi suatu produk harus dilakukan, pada pembeli atau pengguna produk. Jadi harus diidentifikasikan orang yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan pembelian. Dasar konsep marketing adalah perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan konsumennya. Perilaku konsumen merupakan proses, banyak hal yang mempengaruhi proses tersebut mulai dari berbagai macam motivasi internal sampai pada pengaruh sosial. Secara garis besar pengaruh-pengaruh tersebut dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu pengaruh lingkungan, perbedaan dan pengaruh individu dan proses psikologis.
