Menurut Kotler (dalam Engel, 2010), faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah sebagai berikut: a. Faktor Budaya Faktor budaya ini meliputi kultur (kebudayan), sub kultur dan kelas sosial. Kultur ( kebudayaan ) adalah determinan paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Seseorang akan memperoleh serangkaian tata nilai, persepsi, preferensi dan perilaku melalui keluarganya dari lembaga-lembaga kunci lain. Adapun sub kultur yang membentuk segmen pasar yang penting. Sedangkan pada kelas sosial memiliki beberapa karakteristik seperti masing-masing orang dalam kelas sosial tertentu cenderung untuk berperilaku yang lebih mirip dengan kelas tersebut dari pada orang-orang yang berasal dari dua kelas sosial yang berbeda. Kelas sosial menunjukkan preferensi produk, dan merk dalam bidangnya tertentu seperti pakaian, perabotan rumah, kegiatan pada waktu luang. Kotler ( 2006 ) menambahkan bahwa faktor budaya (kultur) adalah diterminan yang paling fundamental dari kegiatan dan perilaku seseorang anak dan memperoleh serangkaian nilai, persepsi, preferensi dan perilaku melalui keluarganya dan institusi utama lainnya. Seorang anak yang dibesarkan akan mendapat nilai-nilai sebagai berikut : hubungan keluarga dan pribadi, kepatuhan,kepercayaan, respect pada orang yang lebih tua serta kesalehan. b. Faktor Sosial Faktor sosial ini sangat mempengaruhi perilaku seorang konsumen berdasarkan kelompok acuan keluarga peran dari status. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang mempengaruhi langsung atau pengaruh tidak langsung terhadap kemandirian atau perilaku seseorang, dimana sebagiannya kelompok primer (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja yang bersifat unformal) dan kelompok sekunder (kelompok keagamaan, profesi, dan kelompok asosiasi perdagangan yang cenderung bersifat formal, dan mempunyai interksi yang tidak begitu rutin). Mengenai pengaruh dan keluarga, konsumen dalam membeli sehari harinya dipengaruhi secara langsung oleh keluarga seperti orang tua, pasangan dan anak- anak. Di Indonesia keterlibatan suami istri sangat bervariasi menurut kategori produk. Sedangkan pada peran dan status, dijelaskan bahwa setiap peran membawa suatu status. Posisi konsumen dalam setiap kelompok dapat di defenisikan dalam istilah peran dan status. c. Faktor pribadi Perilaku konsumen dalam memilih produk dipengaruhi oleh beberapa karakteristik dibagi seperti usia dan tahap siklus hidup, kerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep pribadi. d. Faktor psikologi Dalam faktor ini perilaku konsumen dipengaruhi : 1) Motivasi : seseorang mempunyai banyak kebutuhan pada setiap waktu tertentu, dimana sebagian kebutuhan tersebut bersifat biogenik (rasa lapar, haus, tidak enak) dan kebutuhan psikogenik (kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, rasa kepemilikan). 2) Persepsi : seseorang yang termotivasi adalah siap untuk bertindak. Bagaimana seseorang benar benar bertindak, dipengaruhi persepsinya mengenai situasi tertentu. 3) Pengetahuan : kebanyakan perilaku manusia dipelajari. Akhir teori pengetahuan mengatakan bahwa pengetahuan seseorang dihasilkan melalui suatu proses yang saling mempengaruhi dari dorongan, stimulus, petunjuk, tanggapan dan penguatan. 4) Kepercayaan dan sikap pendirian : suatu kepercayaan adalah pikiran deskriptif yang dianut seseorang mengenai suatu hal. Melalui bertindak dalam belajar orang-orang memperoleh kepercayaan dan pendirian. Hal hal ini kemudian dipengaruhi perilaku pembelian mereka. Irawan (2003) menambahkan bahwa ada empat faktor yang dapat mendukung adanya perilaku konsumen yaitu : a. Konsistensi Faktor ini menunjukkan seberapa jauh sebuah produk dapat menyamai ( standart ) atau memiliki spesifikasi tertentu. b. Design Faktor design ini adalah faktor yang paling banyak memperlihatkan faktor emosional yang juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli. Faktor ini mengandung sejauh mana suatu produk terliat menarik oleh pancra indra dengan kemasan yang artistik, serta disajikan dalam warna yang menarik bagi konsumennya. c. Kualitas Layanan Kualitas layanan dipersepsikan oleh konsumen dengan mempertimbangkan citra dan reputasi produk yang dipakai serta tanggung jawab perusahaan terhadap konsumennya, apakah produsen memberikan garansi atas produk yang diproduksi. Biasanya karena konsumen kurang mengetahui minat dari produk, maka kosumen mempersiapkan kualitas melalui harga, iklan, reputasi perusahaan, serta negara pembuat pabrik produk tersebut. d. Kemudahan Faktor kemudahan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan konsumen akan membeli apabila produk yang digunakan relatif mudah, nyaman, dan efesien dalam mendapatkan suatu produk. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan faktor’ yang memnpengaruhi perilaku konsumen itu adalah sebagai berikut : Faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologi, konsumen, designn kualitas layanan serta kemudahan.
