Sistem pengemasan merupakan fase terakhir dalam Teknik Produksi/Manufaktur. Pengemasan produk dilakukan untuk keamanan dan keselamatan dari produk tersebut terhadap gncangan, goresan, debu dan hal lain yang dapat menyebabkan produk tersebut cacat, kemudian juga untuk melindungi produk dari kerusakan ketika akan disimpan atau diangkut. Pengemasan yang pantas dapat memudahkan penyimpanan serta pemindahan produk, sehingga mengurangi biaya penanganan material. Dari perspektif logistik, fungsi pengemasan adalah untuk mengatur, melindungi dan mengidentifikasi produk dan material. Dalam melakukan fungsinya, pengemasan memakan tempat dan menambah berat. Fungsi spesifik pengemasan ada 6 yaitu: 1. Penahanan (Containment) Produk harus ditahan sebelum dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Jika kemsana rusak, barang didalamnya akan rusak atau hilang, atau berdampak polusi jika barang tersebut merupakan material berbahaya. 2. Proteksi (Protection) Isi dari kemasan harus dilindungi dari kerusakan atau kerugian akibat pengaruh lingkungan luar seperti kelembaban, debu, serangga, dan pencemaran. 3. Pembagian (Apportionmnet) Keluaran harus dikurangi dari produksi industri untuk dapat dikendalikan, disesuaikan dengan keinginan konsumen, itulah perwujudan keluaran luas dari produksi ke dalam kuantitas yang lebih kecil dari kegunaan yang lebih baik untuk para pelanggan. 4. Pengunitan (Unitization) Pengemasan dapat diunitkan menjadi pengemasan sekunder yang kemudian dapat diunitkan menjadi bagian pallet yang terbungkus dan pada akhirnya ke dalam sebuah wadah yang diisi dengan beberapa pallet. 5. Kesempatan Waktu (Convenience) Pengemasan membuat produk agar dapat digunakan dengan sebaikbaiknya. 6. Komunikasi (Communication) Pengemasan bisa mengatasi keambiguan, agar mudah dimengerti diberi simbol seperti Kode Produk Universal (Universal Product Code/UPC). Di pasaran terdapat bermacam-macam cara pengemasan, diantaranya menggunakan polybox, kardus, plasyik, karton, dan yang lainnya. Perusahaan-perusahaan menerapkan sistem pengemasan (packaging style) yang berbeda-beda tergantung dari karakteristik produk tersebut.
