Kriteria Whistleblowing Yang Baik (skripsi dan tesis)

Beberapa kriteria whistleblowing yang baik dalam suatu praktik tindakan whistleblowing antara lain a. Whistleblower harus memahami dasar dan legitimasi tindakannya Salah satu hal penting yang perlu untuk diketahui dan dipahami oleh seorang whistleblower dalam melakukan tindakan pelaporan tentang adanya kecurangan yaitu dasar dan legitimasi tindakan-tindakannya dalam mengungkap rahasia (Semendawai dkk., 2011). Whistleblower harus yakin telah memiliki cukup bukti sebagai dasar bagi dirinya untuk melakukan pelaporan kecurangan. b. Adanya saluran dan prosedur yang dapat diakses setiap orang Dalam suatu sistem whistleblowing, harus terdapat saluran dan prosedur yang dapat diakses oleh semua orang atau karyawan (Semendawai dkk., 2011). Terdapat sejumlah pilihan mekanisme prosedur whistleblowing, salah satunya yaitu layanan hotline yang khusus ditujukan menerima laporan-laporan atau secara elektronik, seperti yang digunakan oleh institusi KPK (Semendawai dkk.,2011). c. Adanya langkah yang jelas sebagai tindak lanjut Laporan mengenai tindakan kecurangan harus segera ditanggapi lembaga atau pihak yang memiliki wewenang guna untuk memastikan bahwa prosedur dan mekanisme yang tersedia tidak akan menimbulkan rasa frustasi bagi para whistleblower, karena apabila pengungkapan yang mereka lakukan tidak ditindaklanjuti secara tepat dan juga serius, dapat membahayakan para whistleblowing itu sendiri (Semendawai dkk., 2011).   d. Jaminan terhadap Anonimitas Pelapor Anonimitas di sini dapat dipahami bahwa informasi mengenai identitas whistleblower hanya diketahui oleh pihak atau instansi penerima laporan saja, di mana pihak tersebut memiliki kewajiban untuk menjaga identitas whistleblower, baik terhadap organisasi tempat dia bekerja, pers maupun masyarakat (Semendawai, 2011). e. Adanya perlindungan bagi whistleblower Selain masalah anonimitas, whistleblower juga harus mendapatkan perlindungan yang memadai dari pihak yang menerima laporan. Perlindungan yang didapat ini sebagai timbal balik atau feedback atas tindakannya yang mau mengungkap adanya kecurangan yang dapat merugikan masyarakat atau organisasi (Semendawai, 2011).