Theory of Planned Behavior (TPB) (skripsi dan tesis)

Riset mengenai perilaku berwirausaha menjadi hal yang menarik bagi peneliti di berbagai negara. Riset mengenai perilaku berwirausaha berkembang dari berbagai perspektif yaitu mulai dari perspektif ekonomi, psikologi, dan sosiologi. Berbagai model juga dikembangkan dalam penelitian perilaku berwirausaha di antaranya Theory of Planned Behavior (TPB) oleh Ajzen dan Fishbein (Baron & Byrne, 2004). Perbedaan dasar model yang mengacu pada Theory of Planned Behavior dengan model lainnya, model dasar Theory of Planned Behavior dianggap lebih baik dan kompleks dalam menjelaskan perilaku berwirausaha. Hasil riset dan model riset terdahulu menyajikan kesimpulan yang belum tentu sesuai dengan kondisi dan situasi dewasa ini di Indonesia. Masalah tersebut lebih mendorong penulis mencermati model perilaku berwirausaha pada mahasiswa. Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan pengembangan lebih lanjut dari Teori Tindakan Rasional. TPB menambahkan konstruk yang belum ada dalam Teori Tindakan Rasional, yaitu kontrol perilaku yang dipersepsi (perceived behavioral control) atau yang dikenal dengan efikasi diri. Konstruk ini ditambahkan dalam upaya memahami keterbatasan yang dimiliki individu dalam rangka melakukan perilaku tertentu. Dengan kata lain, dilakukan atau tidak dilakukannya suatu intensi dan perilaku tidak hanya ditentukan oleh sikap dan norma subjektif semata, tetapi juga efikasi diri. Menurut Theory of Planned Behavior (TPB) keputusan untuk menampilkan tingkah laku tertentu adalah hasil dari proses rasional yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu dan mengikuti urutan-urutan berfikir (Baron & Byrne, 2004). Perhatian utama dalam theory of planned behavior adalah pada intensi seseorang untuk melakukan suatu perilaku, karena intensi merupakan variabel antara yang menyebabkan terjadinya perilaku dari suatu sikap maupun variabel lainnya. Secara umum, faktor anteseden intensi dapat diungkapkan melalui Theory Planned of Behavior (TPB) yaitu sikap, norma subjektif dan efikasi diri. Terbentuknya intensi dapat diterangkan dengan teori perilaku terencana yang mengasumsikan manusia selalu mempunyai tujuan dalam berperilaku (Baron & Byrne, 2004). Teori ini menyebutkan bahwa intensi adalah fungsi dari tiga determinan dasar, yaitu sikap, norma subyektif, dan efikasi diri.