Perilaku Konsumen (skripsi dan tesis)

Studi perilaku konsumen terpusat pada cara individu mengambil
keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang,
usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi. Hal ini
mencakup apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli, kapan mereka
membeli, dimana mereka membeli, seberapa sering mereka membeli, dan
seberapa sering mereka menggunakannya. Menurut Kotler (2007) bahwa,
“perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan
organisasi memilih, membeli, menggunakan dan bagaimana barang, jasa, ide, atau
pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka”.
Istilah perilaku konsumen dapat diartikan sebagai Perilaku yang
diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi,
dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan
kebutuhan mereka (Schiffman dan Kanuk, 2010).
Model perilaku konsumen menghubungkan unit pembelian dengan
pengaruh individu dan pengaruh lingkungan. Faktor-faktor pengaruh individu
(individual influence factors) adalah proses psikologis yang mempengaruhi para
individu dalam memperoleh, mengkonsumsi, serta menerima barang, jasa, dan
pengalaman.
Perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh keadaan dan situasi lapisan
masyarakat dimana ia dilahirkan dan berkembang. Ini berarti konsumen berasal
dari lapisan masyarakat atau lingkungan yang berbeda akan mempunyai penilaian,
kebutuhan, pendapat, sikap, dan selera yang berbeda-beda, sehingga pengambilan
keputusan dalam tahap pembelian akan dipengaruhi oleh beberapa faktor di
antaranya: pendapatan , selera konsumen, dan harga barang, di saat kondisi yang
lain tidak berubah (cateris paribus) perilaku konsumen ini didasarkan pada teori
perilaku konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan
yang diperolehnya dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai
kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen menurut Kotler (2009) terdiri dari:
a. Faktor budaya
Faktor budaya merupakan hal yang sangat penting dalam perilaku
pembelian yang mana faktor budaya ini terdiri dari budaya dan kelas sosial.
Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar. Kelas
sosial adalah pembagian dalam masyarakat yang relatif homogen dan permanen,
yang tersusun secara hirarkis dan yang para anggotanya menganut nilai, minat,
dan perilaku yang serupa.
b. Faktor sosial
Faktor sosial dipengaruhi oleh: kelompok acuan, keluarga, dan status
sosial.
1. Kelompok acuan: seseorang terdiri dari semua kelompok yeng memiliki
pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku
seseorang tersebut.
2. Keluarga: merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling
penting dalam masyarakat, dan anggota para keluarga menjadi kelompok
acuan primer yang paling berpengaruh.
3. Peran dan tatus sosial: peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan
dilakukan oleh seseorang, masing-masing peran menghasilkan status.
c. Faktor Pribadi
Karakteristik tersebut meliputi :
1. Usia dan tahap siklus hidup: orang membeli barang dan jasa berbeda-beda
sepanjang hidupnya.
2. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
3. Gaya hidup: pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas,
minat dan opininya.
4. Kepribadian dan konsep diri. Kepribadian adalah ciri bawaan psikologi
manusia yang terbedakan yang manghasilkan tanggapan yang relatif
konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya. Konsep
diri ada 3 yaitu konsep diri aktual (memandang dirinya seperti apa),
konsep diri ideal (memandang dirinya ingin seperti apa), konsep diri orang
lain (manganggap orang lain memandang dirinya seperti apa).
d. Faktor Psikologis
Pilihan membeli seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologis
utama yaitu:
1. Motivasi
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh
konsumen. Kebutuhan sndiri muncul karena konsumen merasakan ketidak
nyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya
diasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk
melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Artinya, motivasi
adalah daya dorong yang muncul dari seorang konsumen yang akan
mempengaruhi proses keputusan konsumen dalam membeli dan
menggunakan barang dan jasa.
2. Persepsi Konsumen
Persepsi konsumen adalah proses dimana kita memilih, mengatur,
dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia
yang berarti. Poin utamanya adalah bahwa persepsi tidak hanya tergantung
pada rangsangan fisik