Aspek-Aspek Keputusan Membeli (skripsi dan tesis)

Menurut Assael dalam Suryani (2008) menyatakan bahwa ada dua dimensi
yang mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu:
a. Seberapa jauh pembuatan keputusan tersebut.
Dimensi pertama ini menggambarkan rangkaian dari pengambilan
keputusan untuk yang bersifat habit/kebiasaan. Konsumen dapat
mendasarkan keputusannya pada proses kognitif (berfikir) dari pencarian
informasi dan evaluasi alternatif-alternatif merek. Pada sisi ini konsumen
hanya akan melakukan pembelian pada satu merek saja atau selalu terjadi
pembelian yang konsisten.
b. Derajat keterlibatan di dalam pembelian itu sendiri.
Pada dimensi kedua ini menggambarkan rangkaian keterlibatan pembelian
dari tinggi ke rendah. Pembelian dengan keterlibatan tinggi sangat penting
bagi konsumen. Seperti beberapa pembelian yang didasarkan pada ego
dari image sendiri. Dalam pembelian demikian konsumen akan melibatkan
beberapa resiko, seperti financial risk yaitu pada produk-produk yang
tergolong mahal, social risk yaitu pada produk-produk yang dianggap
penting dalam kelompoknya, atau psychological risk yaitu pengambilan
keputusan yang salah pada konsumen berakibat fatal atau lebih serius.
Sedangkan produk-produk dengan keterlibatan rendah kurang begitu
penting bagi konsumen, karena resiko financial, social, dan psychological
tidaklah cukup besar. Kedua dimensi yang telah disebutkan di atas
nantinya akan menggolongkan keputusan membeli dalam empat tipe
pengambilan keputusan. Keempat tipe tersebut adalah, pengambilan
keputusan yang komplek, pembuatan keputusan terbatas, loyalitas merek
dan inersia. Keempat tipe ini merupakan perpaduan tinggi rendahnya dua
dimensi di atas.Pada tipe pertama, yaitu pengambilan keputusan komplek
dicirikan dengan perpaduan adanya keterlibatan yang tinggi dan adanya
pembuatan keputusan. Pada pembuatan keputusan rendah, konsumen hanya
memiliki keterlibatan rendah namun ada pengambilan keputusan. Pada tipe
loyalitas merek, konsumen memiliki keterlibatan yang tinggi namun
seberapa jauh ia membuat keputusan hanya bersifat kebiasaan. Pada tipe
terakhir inersia konsumen memiliki keterlibatan yang rendah dan pembuatan
keputusan sebatas kebiasaan. Pembuatan keputusan terlihat dari adanya
proses pencarian informasi yang banyak dan adanya evaluasi terhadap
merek. Dan pada pengambilan keputusan yang berdasar kebiasaan, konsumen
tidak terlalu memikirkan proses pencarian informasi dan evaluasi terhadap
merek