Level Pengungkapan (skripsi dan tesis)

Menurut Evans (2003) dalam Suwardjono (2010 : 581), pengungkapan informasi keuangan didasarkan pada tiga level, antara lain: a) Adequate disclosure (pengungkapan yang memadai) yaitu pengungkapan tingkat minimum yang harus dipenuhi agar pernyataan dalam laporan keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan untuk kepentingan pengambilan keputusan b) Fair or ethical disclosure (pengungkapan yang wajar atau etis) yaitu tingkat pengungkapan yang harus dicapai agar semua pihak mendapat pelayanan informasional yang sama. c) Full disclosure (pengungkapan yang penuh) yaitu tingkat pengungkapan yang menuntut penyajian seluruh informasi yang berpaut dengan pengambilan keputusan. Pengungkapan semua informasi yang dimiliki belum tentu baik bagi perusahaan. Tingkat pengungkapan yang tepat memang harus ditentukan karena terlalu banyak informasi sama tidak menguntungkannya dengan terlalu sedikit informasi. Oleh karena itu, manajemen harus mempertimbangkan kriteria karakteristik kualitatif informasi untuk menentukan batas pengungkapan yaitu cost > benefit untuk batas atas dan materialitas untuk batas bawah. Dalam hal pengungkapan, batas atas lebih banyak menimbulkan problematik dibandingkan batas bawah karena menentukan seberapa luas pengungkapan lebih sulit  dibandingkan menentukan informasi mana yang tidak perlu diungkapkan (Suwardjono, 2010 : 581). Cost penyediaan informasi harus lebih kecil dari benefit informasi yang disediakan. Bila cost penyediaan informasi dapat diabaikan, manajemen harus mempertimbangkan perlu tidaknya perusahaan mengungkapkan semua informasi yang akan mengakibatkan keberlebihan informasi (information overload). Keberlebihan informasi adalah penyediaan informasi yang melebihi kemampuan pemakai untuk memahaminya secara efektif (Suwardjono, 2010 : 582). Semakin banyak informasi, tidak selalu lebih baik jika pemakai tidak dapat mengolah dan memanfaatkan informasi sesuai dengan kebutuhan.