Negative Framing (skripsi dan tesis)

Menurut Suartana (2005) framing adalah sebuah fenomena yang
mengindikasikan pengambil keputusan akan memberi respon dengan cara berbeda
pada masalah yang sama jika disajikan dalam format berbeda. Framing atas
informasi dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan. Arnold
(1997) menjelaskan dalam literatur psikologi sering disebutkan bahwa cara suatu
informasi disajikan kepada pembuat keputusan dapat mempengaruhi proses
pembuatan keputusan itu sendiri. Dalam prospect theory, Kahneman dan Tversky
(1979) menyebutkan bahwa penyajian (framing) dari berbagai alternatif dapat
mempengaruhi risiko outcome dari keputusan yang dibuat. Dari perspektif
managerial accounting, manajer mempertimbangkan informasi akuntansi dan
membuat keputusan yang berpengaruh terhadap masa depan perusahaan.
Interpretasi awal dari informasi dapat menentukan informasi tambahan yang akan
dipertimbangkan ketika membuat keputusan yang berkenaan dengan masa depan.
Pada konteks keputusan terhadap proyek yang mengindikasikan kegagalan, biaya
yang telah dikeluarkan (sunk cost) bertindak sebagai titik referensi bagi manajer
dalam membuat keputusan. Fakta bahwa proyek mulai menunjukkan prospek
yang negatif membawa pada beberapa kemungkinan diantaranya yaitu
kemungkinan kerugian/keuntungan yang pasti terjadi (kerugian/keuntungan yang
pasti terjadi masih berupa kemungkinan karena asumsi bahwa manajer masih
belum mengambil keputusan untuk menghentikan/melanjutkan proyek) dan
kemungkinan kerugian/keuntungan di masa mendatang yang kurang pasti. Ketika
kemungkinan-kemungkinan tersebut diframing secara positif, maka informasi
mengenai keuntungan akan lebih ditonjolkan. Ketika kemungkinan-kemungkinan
tersebut diframing secara negatif, maka informasi mengenai kerugian yang akan
lebih ditonjolkan.