Aspek-aspek Kecerdasan Emosional (skripsi dan tesis)

Menurut Goleman (2007), aspek – aspek kecerdasan emosional dibedakan
menjadi lima kemampuan utama antara lain:
1) Mengenali emosi diri yaitu suatu kemampuan untuk mengenali perasaan
melalui kesadaran diri, penilaian diri, dan percaya diri. Kemampuan ini
merupakan dasar dari kecerdasan emosi sehingga akan sadar akan emosinya
sendiri.
2) Mengelola emosi yaitu kemampuan seseorang dalam menangani perasaan agar
dapat terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan
dalam diri karyawan. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk
menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau
ketersinggungan.
3) Memotivasi diri sendiri yaitu suatu kemampuan dengan menata emosi untuk
mencapai tujuan yang diinginkan dan mengendalikan dorongan hati, serta
mempunyai perasaan motivasi yang positif (antusiasme, gairah, optimis dan
keyakinan diri).
4) Mengenali emosi orang lain yaitu suatu kemampuan mengenali emosi dengan
ikut merasakan apa yang dialami oleh orang lain. Karyawan yang memiliki
kemampuan mengenali emosi orang lain (empati) lebih mampu menangkap
sinyal-sinyal apa yang dibutuhkan orang lain sehingga peka terhadap perasaan
orang lain.
5) Membina hubungan yaitu suatu keterampilan berkomunikasi antar karyawan
untuk menunjang keberhasilan. Kecerdasan emosional merupakan aspek
emosi di dalam diri yang bisa dikembangkan dan dilatih.
Tripathi et al. (2013), menyatakan hubungan antara top manajemen dan
karyawan sangat penting. Hal ini merupakan tujuan karyawan dalam mencapai
kepuasan kerja. Kecerdasan emosional dan kepuasan kerja dapat mempengaruhi
karyawan. Kecerdasan emosional memiliki pengaruh pada kepribadian di berbagai
tingkat pada perusahaan. Kecerdasan emosional dipandang sebagai fokus untuk
memproses kemampuan emosional dengan baik berdasarkan kemampuan kognitif.
Kecerdasan emosional menggambarkan sebagai kemampuan kognitif, komptensi
dan keterampilan yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatasi
tekanan melalui 5 aspek kecerdasan emosional antara lain mencerminkan emosi
diri sendiri, mengelola emosi diri sendiri, mempromosikan diri sendiri,
mengidentifikasi dan mengharagai emosi orang lain dan mengelola hubungan
(mengelola emosi orang lain). Studi ini juga disampaikan pada penelitian
Çekmecelioglu (2012) dan penelitian Karambut (2012).
Çekmecelioglu (2012), menyatakan bahwa karyawan yang memiliki
kecerdasan emosional yang tinggi dapat mengatur emosi diri sendiri karena
kecerdasan emosional yang tinggi karyawan lebih sadar akan faktor-faktor yang
berkontribusi terhadap pekerjaan yang pada akhirnya akan menghasilkan
kepuasan kerja yang tinggi. Karambut (2012), menyatakan kecerdasan emosional
sangat berhubungan dengan kepuasan kerja. Kecerdasan emosional berpengaruh
secara langsung dan positif terhadap kepuasan kerja. Semakin tinggi kecerdasan
emosional seorang karyawan maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja, dan
sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin rendah kepuasan
kerja. Kecerdasan emosional yang terganggu akan menyebabkan seseorang tidak
dapat mencapai kepuasan kerja yang maksimal.