Pengukuran Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Pengukuran kepuasan kerja digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja
karyawan. Mengukur kepuasan kerja dapat digunakan skala indeks deskripsi jabatan, skala
kepuasan kerja berdasarkan ekspresi wajah, dan kuesioner kepuasan kerja Minnesota.
Pengukuran kepuasan kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000:126) adalah
sebagai berikut:
1. Pengukuran kepuasan kerja dengan skala indeks deskripsi jabatan
Skala pengukuran ini dikembangkan oleh Smith, Kendal, dan Hulin pada tahun 1969. Dalam
penggunaannya, pegawai ditanya mengenai pekerjaan maupun jabatannya yang dirasakan
sangat baik dan sangat buruk, dalam skala mengukur sikap dari lima area, yaitu kerja,
pengawasan, upah, promosi, dan co-worker. Setiap pertanyaan yang diajukan, harus dijawab
oleh pegawai dengan cara menandai jawaban ya, tidak, atau tidak ada jawaban.
2. Pengukuran kepuasan kerja dengan berdasarkan ekspresi wajah
Mengukur kepuasan kerja ini dikembangkan oleh Kunin pada tahun 1955. Skala ini terdiri
dari seri gambar wajah-wajah orang mulai dari sangat gembira, gembira, netral, cemberut,
dan sangat cemberut. Pegawai diminta untuk memilih ekspresi wajah yang sesuai dengan
kondisi pekerjaan yang dirasakan pada saat itu.
3. Pengukuran kepuasan kerja dengan kuesioner Minnesota
Pengukuran kepuasan kerja ini dikembangkan oleh Weiss, Dawis, dan England pada tahun
1967. Skala ini terdiri dari pekerjaan yang dirasakan sangat tidak puas, tidak puas, netral,
memuaskan, dan sangat memuaskan. Pegawai diminta memilih satu alternative jawaban yang
sesuai dengan kondisi pekerjaannya.