Anthony dan Govindarajan (2005) mengemukakan bahwa
anggaran merupakan alat penting untuk perencanan dan pengendalian
jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Dalam pengertian diatas,
dapat dikatakan sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja yang
hendak dicapai selama periode waktu tertentu dalam ukuran finansial.
Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang dipresentasikan
dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan
moneter. Dalam bentuk yang paling sederhana anggaran publik merupakan
suatu dokumen yang menggambarkan kondisi keuangan dari suatu
organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan, belanja, dan
aktivitas. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan
organisasi dimasa yang akan datang. Setiap anggaran memberikan
informasi mengenai apa yang hendak dilakukan dalam beberapa periode
yang akan datang (Mardiasmo, 2009). Sedangkan menurut Bastian (2010)
Anggaran sektor publik dapat diinterpretasikan sebagai paket pernyataan
menyangkut perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan
terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang.
Anggaran sektor publik dapat juga dikatakan sebagai pernyataan
mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu
tertentu dalam ukuran financial. Pembuatan anggaran sektor publik,
terutama pemerintah, merupakan sebuah proses yang cukup rumit dan
mengandung muatan politis yang cukup signifikan. Berbeda dengan
penyusunan anggaran di perusahaan swasta yang muatan politiknya relatif
lebih kecil. Bagi organisasi sektor publik seperti pemerintah, anggaran
tidak hanya sebuah rencana tahunan tetapi juga merupakan bentuk
akuntabilitas atas pengelolaan dana publik yang dibebankan kepadanya
(Nordiawan dkk., 2010).
Bambang (2007) menyatakan bahwa anggaran pada organisasi
pemerintah daerah pemanfaatannya terkait pada penentuan jumlah porsi
dana dalam membiayai program dan aktivitas yang berasal dari dana milik
rakyat.Penggunaan dana milik rakyat dalam penyusunan anggaran sektor
publik mengharuskan para penyuusun anggaran harus fokus untuk
kesejahteraan masyarakat. Komunikasi, koordinasi, dan partisipasi antara
atasan dan bawahan yang terkait dengan tujuan organisasi dan isu-isu
strategis yang dihadapi masyarakat diperlukan sebagai dasar dalam
penyusunan suatu kebijakan, program, dan kegiatan guna mengatahui
informasi yang dibutuhkan.
Secara singkat dapat dinyatakan bahwa anggaran publik
merupakan suatu rencana finansial yang menyatakan (Mardiasmo,2009) :
a. Berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja);
dan
b. Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk
mendanai rencana tersebut (pendapatan)
