Orientasi Pasar(skripsi dan tesis)

Orientasi pasar merupakan salah satu konsep utama dalam literatur
pemasaran karena mengacu pada sejauh mana perusahaan mengimplementasikan
konsep pemasaran (Kohli dan Jaworski, 1990). Orientasi pasar adalah budaya
organisasi yang paling efektif dan efisien dalam menciptakan perilaku yang
diperlukan untuk menghasilkan nilai superior bagi pembeli, dengan demikian
kinerja bisnis yang unggul terus menerus dapat tercapai. Konsep ini
menggambarkan tentang suatu evolusi strategi pemasaran dengan memfokuskan
perhatian bukan hanya pada satu sisi orientasi saja melainkan selalu
menyeimbangkan antara orientasi pelanggan dan pesaing (Narver dan Slater,
1996).
Perusahaan yang berorientasi pasar mempertahankan pelanggan yang
sudah ada dengan menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan, menarik pelanggan
baru, mencapai tingkat pertumbuhan yang diinginkan dan pangsa pasar, serta
akibatnya mampu mencapai tingkat yang diinginkan dari kinerja bisnis (Tsiotsou
dan Vlachopoulou, 2011).
Wang et al., (2012) menyatakan bahwa konsep utama dari orientasi pasar
masih melibatkan pembangkit, penyebaran, berbagi informasi, dan bereaksi
dengan baik terhadap perubahan kebutuhan pasar untuk mencapai tujuan
organisasi, menjamin kebutuhan serta keinginan dari pelanggan, sementara secara
bersamaan mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan
perusahaan.
Orientasi pasar terdiri atas tiga komponen yaitu orientasi pelanggan,
orientasi pesaing, dan koordinasi antar fungsional yang mempunyai tingkat
kepentingan yang sama (Narver dan Slater, 1996).
1) Orientasi Pelanggan
Orientasi pelanggan adalah hasil dari intensitas penggarapan kebijakan
yang berorientasi pasar, perusahaan memiliki peluang untuk membentuk
persepsi pada pelanggan atas nilai yang dibangunnya, selanjutnya nilai
tersebut akan menghasilkan nilai kepuasan bagi pelanggan (Narver dan
Slater, 1996).
2) Orientasi Pesaing
Orientasi pesaing merupakan pemahaman mengenai kekuatan dan
kelemahan jangka pendek serta kemampuan dan strategi jangka panjang
pesaing yang ada dan pesaing potensial (Narver dan Slater, 1996).
3) Koordinasi Antarfungsional
Koordinasi antarfungsional dalam organisasi perlu dilakukan agar semua
sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara maksimal
untuk menciptakan nilai dan kepuasan konsumen serta menjaga setiap
langkah pesaing yang dapat menghambat strategi yang sedang
dikembangkan oleh perusahaan. Orientasi pelanggan dan orientasi pesaing
sesungguhnya mencakup semua kegiatan yang ditujukan untuk
mendapatkan informasi mengenai pembeli dan pesaing dalam pasar
sasaran, informasi tersebut kemudian dikembangkan dan disebarluaskan
melalui koordinasi antarfungsional di dalam organisasi (Han et al.,1998).
Berbagai penelitian yang menguji tentang orientasi pasar seperti yang telah
diteliti oleh Matsuno et al., (2002) menemukan dalam penelitiannya bahwa
orientasi kewirausahaan berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja
organisasi dengan dimediasi oleh orientasi pasar pada perusahaan manufaktur di
Australia.
Hassim et al., (2011) di mana temuan penelitiannya menunjukkan bahwa
orientasi kewirausahaan dan inovasi memberikan efek positif pada perusahaan ke
kinerja bisnis, sedangkan orientasi pasar menunjukkan efek negatif terhadap
kinerja perusahaan. Faktor lingkungan eksternal yang memiliki efek memoderasi
pada hubungan antara orientasi pasar dan kinerja perusahaan. Pramesti dan
Giantari (2016) melakukan penelitian terhadap pengaruh mediasi orientasi pasar
terhadap kinerja UKM Endek dan hasil temuannya menunjukkan hubungan yang
signifikan antara orientasi kewirausahaan dengan kinerja pada UKM Endek.