Keterkaitan antara Kompetensi Kewirausahaan (X2) dan Keunggulan Bersaing (Y)(skripsi dan tesis)

Pendekatan kompetensi telah menjadi populer pada studi karakteristik
kewirausahaan. Usaha kecil dan menengah memerlukan individu yang memiliki
kompetensi wirausaha yang efisien untuk meningkatkan dan mempertahankan
keunggulan kompetitif organisasi menurut Zaugg & Thom (2003) dalam Ismael
Byaruhanga (2015:22) .
Sementara itu kompetensi kewirausahaan dapat diteliti dari
inputnya, proses, atau hasil (Mole et al., 1993), pada penelitian ini
ditekankan pada proses atau pendekatan perilaku untuk meneliti kompetensi
kewirausahaan sehingga sejalan dengan dimensi proses pembentukan keunggulan
bersaing.
Pendekatan ini berasumsi bahwa kepemilikan kompetensi saja
tidaklah cukup membuat pengusaha kompeten. Lebih tepat apabila
kompetensi kewirausahaan dilihat dari perilaku, dari seseorang, yang
cocok dengan karakteristik dinamis dari daya saing.
Man et al (2002) telah melakukan studi awal dalam kompetensi
pengusaha dalam rangka mengkategorisasi semua identifikasi kompetensi
dalam aktivitas yang relevan atau perilaku dalam konteks UKM, untuk mencapai
keunggulan bersaing berkelanjutan.