Motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong, keinginan
individu melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Memotivasi
orang berarti menunjukkan arah tertentu kepada mereka dan mengambil langkah-
langkah yang perlu untuk memastikan bahwa mereka sampai kesuatu tujuan
(Shorea Dwarawati, 2005:34).
Motivasi merupakan sesuatu yang memulai gerakan, sesuatu yang
membuat orang bertindak atau berperilaku dengan cara-cara tertentu (Armstrong,
1994). Reksohadiprodjo (1990), mendefinisikan motivasi sebagai keadaan dalam
pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-
kegiatan tertentu untuk mencapai suatu tujuan (Shorea Dwarawati, 2005 :34 ).
Motivasi yang diberikan bisa dibagi menjadi dua jenis motivasi, yaitu motivasi
positif dan motivasi negatif. Motivasi positif adalah proses untuk mencoba
mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan
cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah. Sedangkan motivasi
negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan
sesuatu yang kita inginkan, tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat
kekuatan-kekuatan (Heidrachman dan Husnan, 2000 dalam Sinta Setiana,
2006:34).
Motivasi selalu menjadi perhatian utama dari para manager karena
motivasi berhubungan erat dengan keberhasilan seseorang, organisasi atau
masyarakat didalam mencapai tujuan-tujuannya. Motif atau motivasi seringkali
diartikan dengan dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa
dan jasmani untuk berbuat, sehingga motivasi tersebut merupakan suatu tenaga
yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku dan didalam perbuatannya itu
mempunyai tujuan tertentu.
Menurut Shorea Dwarawati (2005:35) kemampuan seorang manajer dalam
memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan, dan berkomunikasi dengan para
bawahannya akan menentukan efektivitas seorang manajer, karena motivasi
mempunyai pengaruh dalam meningkatkan prestasi dan kepuasan kerja
karyawannya
