Menurut Arthaswadaya (2015) asimetri informasi diukur dengan beberapa indikator yaitu: 1) Informasi yang dimiliki bawahan dibandingkan dengan atasan Asimetri informasi ditandai dengan perbedaan informasi yang dimiliki manajer atas dengan manajer bawah. Manajer bawah seringkali memiliki informasi yang lebih banyak mengenai unit tanggung jawabnya daripada 28 manajer atas, hal tersebut karena manajer bawah terlibat langsung dalam pengoperasian unit tangung jawab yang di bawahinya. 2) Hubungan input-output yang ada dalam operasi internal Manajer bawah lebih mengetahui berapa jumlah pendapatan dengan pengeluaran dalam kegiatan operasi unit tanggung jawab yang mereka kelola 3) Kinerja potensial Karena manajer bawah terlibat langsung dalam proses pengoperasian unit tanggung jawabnya maka manajer bawah dapat memperkirakan kinerja potensian unit tanggung jawabnya leih baik daripada manajer atas yang tidak terlibat langsung. 4) Teknis pekerjaan Manajer bawah lebih mengetahui bagaimana cara unit tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan daripada manajer atas. 5) Mampu menilai dampak potensial Manajer bawah terlibat langsung dalam proses pengoperasian unit tanggung jawabnya maka manajer bawah lebih dapat menilai resiko yang mungkin terjadi pada operasional unit tanggung jawabnya. 6) Pencapaian bidang kegiatan Manajer bawah lebih mengetahui bagaimana unit tanggung jawabnya dapat memenuhi pencapaian atas perencanaan yang sudah diciptakan.
