Berdasarkan arti kata talenta, talenta (talent) adalah “(someone who has) a
to be good at something, especially without being taught” atau seseorang yang mempunyai kemampuan alami untuk mengerjakan sesuai dengan baik, meskipun tanpa diajarkan (Cambrigde University Press, 2014).
Bingham dalam Suharno (2003:38), memberi definisi mengenai talenta
adalah merupakan suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang untuk menyelidiki sesuatu dengan latihan (khusus) mengenai: pengetahuan, keterampilan, atau serangkaian respon misalnya kemampun berbahasa, mengarang lagu dan sebagainya.
Talenta merupakan kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo
yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik.
Talenta merupakan kemampuan alami seseorang yang luar biasa akan sesuatu hal atau kemampuan seseorang yang diatas rata-rata kemampuan orang lain akan sesuatu hal (Sefrina, 2013:29).
Sumaryanto (2010:9) menyatakan bahwa bakat (aptitude) adalah
kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun khusus. Disebut bakat khusus apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat khusus, misalnya bakat akademik, sosial, seni dan sebagainya. Bakat khusus ini kemudian disebut sebagai talenta (talent), sedangkan bakat umum (intelektual) disebut anugerah (gifted). Bakat khusus atau talenta adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya. Sumaryanto (2010:6) mengklasifikasikan
jenis-jenis bakat khusus (talenta) sebagai berikut:
1. Talenta akademik khusus. Talenta akademik khusus misalnya bakat untuk
bekerja dalam angka-angka (numerik), seperti logika bahasa, dan sejenisnya.
2. Talenta kreatif-produktif. Talenta khusus dalam bidang kreatif-produktif
artinya bakat dalam menciptakan sesuatu yang baru misalnya menghasilkan
rancangan arsitektur baru, menciptakan teknologi terbaru dan lainnya.
3. Talenta seni. Talenta khusus dalam bidang seni, misalnya mampu
mengaransemen musik dan sangat dikagumi, menciptakan lagu hanya dalam
waktu 30 menit, mampu melukis dengan sangat indah dalam waktu singkat
dan sejenisnya.
Talenta kinestetik-psikomotorik. Talenta khusus kinestetik-psikomotorik,
misalnya bakat dalam bidang sepakbola, bulu tangkis, tenis, dan keterampilan
teknik.
5. Talenta sosial. Talenta khusus dalam bidang sosial misalnya sangat mahir
melakukan negoisasi, mahir berkomunikasi, dan sangat mahir dalam
kepemimpinan.
Woodworth and Marquis (2001:178) memberi definisi tentang Talenta yaitu
kemampuan (ability) yang dapat diduga dan bisa diukur dengan alat tes yang
khusus. Selanjutnya, talenta diklasifikasikan dalam kemampuan (ability) sebagai
berikut:
1. Achievement yang merupakan actual ability, yang dapat diukur langsung
dengan alat atau tes tertentu.
2. Capacity yang merupakan potensial ability, yang dapat diukur secara tidak
langsung dengan pengukuran terhadap kecakapan individu, dimana
kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan latihan
yang intensif dan pengalaman.
3. Aptitude, yaitu kualitas yang dapat diungkap atau diukur dengan tes khusus
yang sengaja dibuat untuk itu.
Dari definisi tersebut diatas meskipun nampaknya sangat berbeda satu sama
lain, karena mereka mengartikannya menurut pandangan mereka sendiri, tetapi dipandang secara keseluruhan pendapat para ahli tersebut dapat saling
melengkapi. Karena itu dari pendapat para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa talenta merupakan kemampuan alamiah (kodrati) dari seseorang mengenai:
pengetahuan, keterampilan atau serangkaian respon yang dapat dikerjakan dengan pendidikan sedikit atau tanpa pendidikan sama sekali sebelumnya (Suharno, 2003:31).
Adanya talenta memungkinkan seseorang mencapai prestasi dalam bidang
tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar talenta dapat terwujud. Apabila talenta itu dikembangkan sebaik-baiknya dan juga disertai dengan menunjukkan minat yang besar, maka ia akan dapat mencapai prestasi yang unggul dalam bidang tertentu yang dimilikinya. “Keunggulan dalam salah satu bidang merupakan hasil interaksi dari talenta pembawaan dan faktor lingkungan yang menunjang, termasuk minat dan dorongan pribadi” (Semiawan, 2000:112). Walaupun demikian belum tentu orang yang bertalenta akan selalu mencapai prestasi yang tinggi . Ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan sejauh mana talenta seseorang dapat terwujud.
Sobur (2013:182) menyatakan bahwa faktor-faktor itu sebagian adalah
ditentukan oleh keadaan lingkungan seseorang seperti kesempatan, sarana dan prasarana yang tersedia, dukungan dan dorongan dari orang tua, taraf sosial orang tua, tempat tinggal (di daerah perkotaan atau pedesaan). Sebagian faktor ditentukan oleh keadaan dalam diri orang itu sendiri, seperti minatnya terhadap suatu bidang, keinginannya untuk berprestasi, dan keuletannya untuk mengatasi kesulitan atau rintangan yang mungkin muncul.
Renzulli (1994:185) menjelaskan bahwa talenta seseorang pada hakekatnya
memiliki 3 ciri yaitu:
Kemampuan diatas rata-rata, kemampuan itu harus unggul dan diimbangi
dengan kreativitas dan tanggung jawab tugas.
2. Kreativitas, yakni kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan
menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi, baik ciriciri aptitude seperti kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan keaslian
(orisinalitas) dalam pemikiran maupun ciri-ciri non-aptitude, seperti rasa
ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan selalu ingin mencari
pengalaman baru.
3. Pengikatan diri atau tanggung jawab terhadap tugas, menunjukkan pada
semangat dan motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas,
suatu pengikatan diri dari dalam, jadi bukan tanggung jawab yang diterima
dari luar.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
Talenta Kerja yang dimiliki oleh setiap pegawai diharapakan akan dapat
menunjang pegawai tersebut dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai tersebut. Talenta yang berupa potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar berkembang menjadi suatu keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu, untuk menjadi suatu keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tersebut, seorang pegawai perlu menerima rangsangan berupa latihan-latihan yang sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut.
