Perusahaan yang memliki skala ukuran yang besar menginginkan
kualitas audit yang lebih baik oleh karena itu perusahaan ini menyewa
KAP yang independen dan professional. Terkait dengan fenomena
yang terjadi, dimana kegagalan melibatkan perusahaan-perusahaan
besar maka ukuran perusahaan juga dapat dikaitkan dengan kualitas
audit. (Fernando, G. D., Ahmed M., 2010) menyatakan kualitas audit
lebih tinggi dirasakan pada perusahaan kecil dibandingkan perusahaan
besar. Perusahaan besar lebih disoroti media/publik, sementara
perusahaan kecil kurang mendapat perhatian dari stakeholders yang
menandakan lemahnya informasi dan pemantauan. Peran audit akan
menjadi lebih efektif dan kondusif, sehingga efek marjinal kualitas
audit yang lebih tinggi akan lebih besar untuk perusahaan kecil. Di
samping itu, terdapat argumen yang juga menyatakan bahwa
perusahaan audit besar memiliki pemisahaan yang tinggi antara
manajemen dan pemiliknya sehingga meningkatkan permintaan pada
jasa audit independen untuk mengurangi biaya keagenan (Nasser Abu
Thanir, Emelin A.W., Sharifah, 2006). (Novianti, Nurlita., Sutrisno,
2010) juga menyatakan bahwa kemampuan yang lebih tinggi dimiliki
perusahaan besar, dan mampu mengarahkan hasil audit. Perusahaan
besar dianggap mempunyai manajemen serta sistem pengendalian
intern yang baik sehingga audit yang lebih berkualitas dihasilkan
pada perusahaan besar dibandingkan perusahaan kecil (Paramita, Ni
Ketut Ayu, 2015). Pengendalian intern yang baik akan meningkatkan
kualitas audit seiring dengan mudahnya auditor untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkannya
