Teori Agensi terkait dengan teori biaya transaksi di mana terdapat
perdebatan tentang teori agensi lebih lanjut tentang proses kontrak
sementara teori biaya transaksi pada kontraknya yang dilakukan
antara Akuntan Publik dengan klien (auditee). Teori agensi juga
mempertimbangkan sistem kontrak tertulis dan tidak tertulis yang
disusun merupakan disipliner yang efektif bagi individu yang berbeda
khususnya prinsip dan agen dalam pengambilan keputusan. Tujuan
utama dari teori agensi yaitu untuk menjelaskan bagaimana pihakpihak
yang melakukan hubungan kontrak dapat merancang kontrak
dengan bantuan dapat meminimalisir biaya karena informasi yang
tidak simetris dan persyaratan perubahan. Biaya agensi dalam
kaitannya dengan ilmu ekonomi yang digunakan untuk memfasilitasi
biaya yang ditimbulkan oleh organisasi sebagai bagian dari proses
penerbitan isu seperti asimetri informasi dan perbedaan dalam tujuan
serta tujuan manajemen dan kepemilikan saham Oleh sebab itu, teori
agensi ini berusaha untuk menjawab masalah agensi yang terjadi
karena pihak-pihak yang saling terkait yang memiliki tujuan yang
berbeda. Dalam melakukan audit, perusahaan harus memberikan audit
biaya yang besar karena audit biaya sangat menentukan kualitas audit
dibandingkan audit biaya yang rendah. dengan meng- gunakan sampel
terdiri atas 21.522 sampel pengamatan untuk perusahaan yang
melaporkan data biaya audit dan non-audit untuk tahun fiskal 2000-
2003. Data ini diperoleh dari Standard dan Poor’s Data- base. Dalam
penelitiannya Hoitash et al. (2007) menemukan bukti bahwa pada saat
auditor bernegosiasi dengan manajemen mengenai besaran tarif fee
yang harus dibayarkan oleh pihak manajemen terhadap hasil kerja
laporan auditan, maka kemung- kinan besar akan terjadi konsesi
resiprokal yang akan mereduksi kualitas laporan auditan. Tindakan ini
menjurus kepada tindakan yang mengesampingkan profesionalisme,
yang mana konsesi resiprokal tersebut akan mereduksi kepentingan
penjagaan atas kualitas auditor. (Dhaliwal, D. S., C. A. Gleason, S.
Heitzman, 2008) dengan menggunakan sampel sebanyak 560 new
debt issues, peneliti menginvestigasi hubungan antara nonaudit fee,
and total auditor fees dengan kualitas audit. Dalam penelitian tersebut,
mereka menemukan bukti bahwa fee audit secara signifikan
mempengaruhi kualitas audit (independensi auditor).
