Hutang adalah semua kewajiban perusahaan kepada pihakpihak lain yang
belum terpenuhi. Sudana (2009) dalam Ely (2013) menyatakan utang (leverage) timbul karena dalam operasinya perusahaan menggunakan aktiva dan sumber dana yang menimbulkan biaya tetap. Dimana hutang ini adalah sumber dana atau modal suatu perusahaan.
Menurut FASB (Financial Accounting Standard Board) hutang adalah
pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang yang mungkin timbul karena
kewajiban sekarang suatu entitas menyerahkan aset atau memberikan jasa kepada entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.
Saputra (2003) menjelaskan tingkat hutang atau sering juga disebut dengan
tingkat solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya.Suatu perusahaan yang solvable mengindikasikan perusahaan tersebut memiliki banyak aset dan kekayaan yang cukup sehingga mampu membayar hutang-hutangnya.
Leverage merupakan rasio yang menghitung seberapa jauh dana yang
disediakan oleh kreditur juga sebagai rasio yang membandingkan total hutang
terhadap keseluruhan asset suatu perusahaan. Apabila investor melihat sebuah perusahaan dengan asset yang tinggi namun resiko leverage yang tinggi pula, maka akan berpengaruh pada keputusan investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.
Besarnya tingkat hutang akan menyebabkan perusahaan meningkatkan
persistensi laba dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja perusahaan yang baik di mata para investor. Dengan kinerja yang baik diharapkan kreditor tetap memiliki kepercayaan terhadap perusahaan, tetap mengucurkan dana, dan perusahaan akan memperoleh kemudahan dalam proses pembayaran.
Pengukuran untuk tingkat hutang (leverage) pada penelitian ini
menggunakan Debt Ratio. Rasio ini menunjukan perbandingan antara nilai total hutang terhadap nilai total aktiva. Rasio ini juga merupakan persentase dana yang diberikan oleh kreditur bagi perusahaan. Rasio ini menekankan pentingnya pendanaan jangka panjang dengan jalan menunjukkan persentase asset perusahaan yang didukung oleh hutang.Tingkat hutang yang tinggi menunjukkan peningkatan dari resiko pada kreditor berupa ketidakmampuan perusahaan membayar hutang.
