Teori agensi menjelaskan bagaimana tiap-tiap individu bertindak demi kepentingan masing-masing pribadinya, dimana agen merupakan pihak yang tidak hanya tertarik dengan nilai keuangan, melainkan agen juga tertaik terhadap hubungan dari satu agensi, seperti situasi kerja nyaman, jam kerja fleksibel dan tambahan waktu istirahat dan lainlain. Prinsipal yaitu pemegang saham, dengan kata lain prinsipal dianggap hanya memiliki ketertarikan terhadap hasil keuangan yang diterima atas investasi yang dilakukan di perusahaan tersebut. Elemen utama dalam teori agensi yaitu bahwa prinsipal dan agen mempunyai kepentingan yang berbeda. Perbedaan kepentingan atau tujuan yang dimiliki agen dan prinsipal dapat menyebabkan agen memberikan penyajian informasi yang salah kepada prinsipal (Anthony dan Govindrajan, 2005). Adriani (2011) mangatakan bahwa teori agensi berasumsi bahwa masing-masing individu hanya memiliki motivasi terkait kepentingan dirinya sendiri sehingga menyebabkan benturan kepentingan antara prinsipal dan agen
