Persistensi laba menurut Wijayanti (2006) adalah revisi dalam laba
akuntansi yang diharapkan di masa mendatang (expected futureearnings) yang diimplikasi oleh laba tahun berjalan.Besarnya revisi ini menunjukkan tingkat
persistensi laba.
Persistensi laba merupakan suatu ukuran yang menjelaskan kemampuan
perusahaan untuk mempertahankan jumlah laba yang diperoleh saat ini sampai
masa mendatang.Persistensi laba sering digunakan sebagai pertimbangan kualitas
laba karena persistensi laba memiliki nilai prediksi (Fanani, 2010).Menurut
Wijayanti (2006), laba yang persisten adalah laba yang memiliki sedikit atau tidak
mengalami gangguan (noise) dan dapat mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan yang sebenarnya.
Persistensi laba merupakan laba yang mempunyai kemampuan sebagai
indikator laba periode mendatang (future earning) yang dihasilkan oleh
perusahaan secara berulang-ulang (repetitive) dalam jangka panjang
(sustainable).Sedangkan unusual earning atau transitory earning merupakan laba
yang tidak dapat dihasilkan secara berulang-ulang (non-repeatiang), sehingga
tidak dapat digunakan sebagai indikator laba periode mendatang (Nuriani, 2014).
