Pengaruh Keandalan Akrual Terhadap Persistensi Laba (skripsi dan tesis)

Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan akrual selain menghasilkan informasi atas transaksi di masa lampau juga menghasilkan informasi atas transaksi serta sumber daya yang menghasilkan penerimaan kas di masa akan datang (Anggasari, 2009). Akrual memiliki peran penting dalam mengukur laba dan pelaporan keuangan. informasi dari laporan keuangan tersebut akan dipakai oleh investor untuk pengambilan keputusan. Sehingga manajemen mungkin akan melakukan perekayasaan terhadap laporan keuangan agar dapat menarik minat investor. Hal ini tentu menyebabkan laporan keuangan yang disajikan cenderung kurang andal. Informasi keuangan harus andal agar dapat dimanfaatkan oleh penggunanya. Artinya, laporan keuangan yang disajikan harus disajikan secara wajar dan bebas dari pengertian menyesatkan. Semakin besar akrual yang terjadi dalam suatu perusahaan, maka kualitas laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan akan semakin rendah. Hal ini dikarenakan laba yang mengandung akrual yang tinggi maka menyebabkan persistensi laba menjadi rendah. Penelitian Richardson dkk (2005) menemukan bahwa pengukuran akrual yang kurang andal akan menyebabkan persistensi laba menjadi   rendah. Hasil penelitian Qoriza (2016) yang menemukan beberapa komponen akrual seperti perubahan aset operasi lancar dan liabilitas keuangan mempunyai perbedaan persistensi laba berdasarkan tingkat keandalannya. Pada perubahan investasi jangka pendek, investor tidak mengantisipasinya sehingga menyebabkan return saham negatif yang merefleksikan rendahnya keandalan komponen akrual pada laba. Penelitian sebelumnya yang juga dilakukan oleh Briliane (2012) menemukan bahwa laba periode berjalan terbukti berhubungan positif signifikan dengan laba periode yang akan datang. Hal ini sejalan dengan harapan bahwa laba periode berjalan mempunyai persistensi laba yang tinggi karena memiliki komponen arus kas yang keandalannya tinggi selain komponen akrual. Sementara itu, komponen akrual yang memiliki hubungan signifikan dengan laba periode berikutnya adalah perubahaan aset operasi lancar (ΔCOA), investasi jangka panjang (ΔLTI) dan liabilitas keuangan (ΔFINL).