Wooten (2003) telah mengembangkan model kualitas audit dari
membangun teori dan penelitian empiris yang ada. Model yang disajikan oleh
wooten dalam penelitian ini dijadikan sebagai indikator untuk kualitas audit,
yaitu:
1. Deteksi salah saji
2. Kesesuaian dengan SPAP
3. Kepatuhan terhadap SOP
4. Resiko audit
Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli menyatakan
bahwa kualitas audit sulit diukur secara obyektif, sehingga para peneliti
menggunakan berbagai dimensi kualitas audit yang dikembangkan De Angelo
(1981) dan Duff (2004) adapun dimensi untuk mengukur kualitas tersebut terdiriĀ dari, kualitas teknis, kualitas jasa, hubungan auditor dengan klien dan
independensi. Untuk dimensi kualitas teknis terdiri dari indikator reputasi,
kemampuan, jaminan dan hubungan auditor dengan klien. Dimensi kualitas jasa terdiri dari indikator empati, daya tanggap, jasa non audit. Dimensi hubungan auditor dengan klien terdiri dari indikator keahlian, pengalaman, status.
Sedangkan independensi hanya satu yaitu obyektivitas
Dari beberapa sumber diatas peneliti mengambil beberapa indikator untuk
kualitas auditor yaitu :
1. Kesesuain dengan SPAP
2. Kepatuhan terhadap SOP
3. Kemampuan auditor
4. Hubungan auditor dengan klien
5. Reputasi auditor
6. Jasa non audit
7. Keahlian auditor
8. Pengalaman auditor
9. Obyektivitas
