Sistem diibaratkan sebagai jantungnya suatu perusahaan, sehingga tanpa ada
sistem perusahaan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan apabila sistem tidak diterapkan maka kegiatan operasional tidak dapat berjalan secara efektif dan efisien dan kemungkinan terjadi banyak penyelewengan-penyelewengan dalam praktik. Oleh karena sedemikian pentingnya sistem tersebut maka perusahaan harus mulai menerapkannya dalam kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
Menurut Wilkinson (2000: 6) sistem merupakan suatu kesatuan dari bagian-bagian yang saling berinteraksi dan berfungsi secara bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Mulyadi (2001: 6) mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Dari dua definisi di atas dapat dijelaskan bahwa suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, tetapi merupakan kumpulan dari bagian-bagian sistem yang membentuk satu kesatuan, atau dengan kata lain sistem terdiri dari prosedurprosedur
yang saling berhubungan satu sama lain. Prosedur tersebut merupakan
urutan-urutan kegiatan yang harus dilaksanakan, jadi dalam suatu kegiatan
perusahaan dapat dicontohkan prosedur tersebut merupakan urutan kegiatan yang harus dilaksanakan mulai dari adanya transaksi sampai bagaimana caranya transaksi tersebut harus dilaporkan.
Sistem akuntansi ini harus diterapkan untuk semua jenis usaha perusahaan,
baik perusahaan dagang, jasa maupun perusahaan manufaktur, dan juga menurut skala perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil, tetapi dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan jenis dan kondisi perusahaan, sehingga dalam pelaksanaannya tidak kaku, dalam artian penerapan sistem untuk perusahaan kecil dengan besar semestinya berbeda, hal ini mempertimbangkan cost benefit nya, karena dalam perusahaan besar transaksinya relatif lebih kompleks, sehingga penerapan
sistemnya juga lebih kompleks pula.
Sesuai dengan siklus dalam perusahaan, maka sistem itu terdiri dari: sistem
akuntansi penerimaan kas, sistem pengeluaran kas, sistem pembelian dan sistempenjualan. Sistem penerimaan kas ada dua macam, yaitu secara tunai dan kredit.
Secara teori ada tiga macam prosedur penerimaan kas, yaitu penerimaan kas dari over-the-counter sale, penerimaan kas dari cash-on-delivery sales (COD) dan dari credit card sales (Ulfi, 2005).
Dari uraian tentang prosedur-prosedur yang membentuk suatu sistem
akuntansi tersebut maka secara ringkas dapat disimpulkan bahwa akhir dari
penyusunan sistem dan prosedur tersebut adalah untuk dapat menyajikan informasi yang bermanfaat dalam bentuk laporan keuangan.
