Organizational Learning merupakan suatu proses dimana sebuah organisasi mengembangkan pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas anggota organisasi untuk memahami dan mengelola organisasi dan lingkungannya. Proses pembelajaran organisasi yang berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu organisasi, sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing. Teori yang menyatakan pengaruh Organizational Learning tehadap Competitive Advantage dinyatakan oleh Paul L.Tobing (2007:32) : “Organisasi berkaitan dengan penanganan aspek operasional dari assetaset knowledge, termasuk fungsi-fungsi, proses-proses, struktur organisasi formal dan informal, ukuran dan indicator pengendalian, proses penyempurnaan dan rekasaya proses bisnis untuk menjadi lebih efektif dan efisien.” Penelitian Khandeker dan Sharma (2016) menunjukkan bahwa organizational learning present an important route to performance, success and competitive advantage for the organizations. Hasil ini mengungkapkan bahwa organizational learning berpengaruh terhadap terhadap keunggulan bersaing karena organizational learning menyajikan kriteria penting untuk kinerja, keberhasilan dan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Penelitian Hapsari (2011) juga menunjukkan bahwa pembelajaran organisasional berpengaruh terhadap keunggulan bersaing. Dengan belajar maka proses akuisisi, integrasi, dan aplikasi pengetahuan baru dan unik akan dijalankan pada aktivitas internal melalui eksperimentasi, usaha-usaha perbaikan, dan inovasi. Pembelajaran organisasi dilakukan perusahaan tidak hanya untuk mencari informasi guna mempertahankan daya saing dan keberlanjutan kompetensi, tetapi 54 perusahaan juga belajar untuk memperoleh, memproses, menyimpan, dan mendapatkan kembali informasi secara efektif dan efisien
