Menurut Suwatno (2011), terdapat dua bentuk motivasi, yaitu sebagai
berikut:
a) Motivasi Intrinsik
Motivasi ini adalah pendorong kerja yang bersumber dari dalam diri
pekerja sebagai individu, berupa kesadaran mengenai pentingnya atau
manfaat/makna pekerjaan yang dilaksanakannya. Faktor individual
yang biasanya mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu adalah:
1) Minat, yaitu seseorang akan merasa terdorong untuk melakukan
suatu kegiatan jika kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang
sesuai minatnya.
2) Sikap positif, yaitu seseorang yang mempunyai sifat positif
terhadap suatu kegiatan dengan rela ikut dalam kegiatan tersebut,
dan akan berusaha sebisa mungkin menyelesaikan kegiatan yang
bersangkutan dengan sebaik-baiknya.
3) Kebutuhan, yaitu setiap orang mempunyai kebutuhan tertentu dan
akan berusaha melakukan kegiatan apapun asal kegiatan tersebut
bisa memenuhi kebutuhannya.
b) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ini adalah pendorong kerja yang bersumber dari luar diri
pekerja sebagai individu, berupa suatu kondisi yang mengharuskannya
melaksanakan pekerjaan secara maksimal.Misalnya, berdedikasi
tinggi dalam bekerja karena upah/gaji yang tinggi, jabatan/posisi yang
terhormast atau memiliki kekuasaan yang besar, pujian, hukuman, dan
lain-lain.
Menurut F. Hezberg (Suwatno, 2011), terdapat dua faktor utama di
dalam organisasi atau perusahaan yang membuat karyawan merasa puas
terhadap pekerjaan yang dilakukan, dan kepuasaan tersebut akan
mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. Kedua faktor tersebut antara
lain:
1) Motivator, yaitu prestasi kerja, penghargaan, tanggung jawab yang
diberikan, kesempatan untuk mengembangkan diri dan
pekerjaannya itu sendiri.
2) Kesehatan kerja, merupakan kebijakan dan administrasi
perusahaan yang baik, supervise teknisi yang memadai, gaji yang
memuaskan, kondisi kerja yang baik dan keselamatan kerja.
