Komitmen Afektif Sebagai Proksi Komitmen Organisasional (skripsi dan tesis)

Penting bagi anggota organisasi untuk menyadari dan memahami visi misi organisasinya. Adanya persamaan visi dan misi tentunya akan meningkatkan komitmen karyawan dan membuatnya tetap bertahan di perusahaan. Sikap ini termasuk ke dalam komitmen afektif yang berarti bahwa anggota organisasi merasa memiliki kesamaan visi dan misi dengan organisasi tempatnya bekerja. Ada enam indikator dari komitmen afektif menurut Allen dan Meyer dalam Wulandari dan Tjahjono (2011) yaitu :

1. Bahagia bekerja di tempat kerja Rasa bahagia yang diperoleh karyawan di organisasi tempatnya bekerja berawal dari adanya penerimaan terhadap kebijakan-kebijakan organisasi. Hal ini yang membuat rasa keterikatan anggota terhadap organisasi meningkat sehingga komitmen yang muncul semakin kuat.

2. Masalah di tempat kerja adalah masalahnya juga Munculnya rasa memiliki terhadap organisasi membuat karyawan merasa bahwa apa yang terjadi di perusahaan adalah urusannya juga.

3. Mempunyai rasa memiliki (sense of belonging) terhadap tempat kerja  Pada dasarnya, komitmen afektif ditandai dengan adanya perasaan memiliki terhadap organisasi. Apabila karyawan sudah memiliki perasaan seperti maka keterikatannya terhadap organisasi juga semakin kuat.

4. Memiliki ikatan emosional dengan tempat kerja

5. Merasa sebagai bagian keluarga dari tempat kerja

6. Tempat kerja memiliki memiliki makna pribadi