Menurut Ngatno (2017) Manajemen pemasaran merupakan suatu usaha
merencananakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisasi
dan mengarahkan) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam
suatau organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efisiens dan efektif.
Selanjutnya menurut Puspitasari et al. (2023) Manajemen pemasaran adalah proses
pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengendalian aspek pemasaran suatu
perusahaan dalam kaitannya dengan konsep pemasaran, di suatu tempat di dalam
sistem pemasaran.
Institute of Marketing Management Inggris, telah mendefinisikan Manajemen
Pemasaran sebagai fungsi manajemen kreatif yang mempromosikan perdagangan dan
pekerjaan dengan menilai kebutuhan konsumen dan memprakarsai penelitian dan
pengembangan untuk memenuhinya. Ini mengoordinasikan sumber daya produksi dan
distribusi barang dan jasa, menentukan dan mengarahkan upaya total yang diperlukan
untuk menjual secara menguntungkan kepada pengguna akhir.
Konsep Inti Pemasaran
Roncalangi et al. (2023) Terdapat sejumlah konsep inti yang terkandung dalam
pemasaran. Konsep inti pemasaran pada dasarnya dimulai dari adanya kebutuhan
manusia (human needs) adalah ketidakberadaan beberapa kepuasan dasar. Kebutuhan
tidak diciptakan, tetapi merupakan hakikat biologis dan kondisi manusia. bentuk
kebutuhan masusia biasanya dipengaruhi oleh budaya dan kepribadian individual yang
dinamakan keinginan. Keinginan (wants) digambarkan dalam bentuk objek yang akan
memuaskan kebutuhan mereka atau dengan kata lain keinginan adalah hasrat akan
penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang,
keinginannya juga semakin luas, tetapi terdapat keterbatasan dana, waktu, tenaga dan
ruang, sehingga tidak semua keinginan yang ada disertai dengan kemampuan dan
kesediaan untuk membelinya. Keinginan yang disertai dengan kemampuan dan
kesediaan untuk membelinya disebut dengan permintaan (demand). Firmansyah
(2023) mengatakan, ada 5 tipe kebutuhan :
- Kebutuhan yang diutarakan
- Kebutuhan nyata
- Kebutuhan yang tidak diutarakan
- Kebutuhan kegembiraan/delight
- Kebutuhan rahasia
Fungsi Pemasaran
Menurut Sudarman et al. (2023) Pemasaran Juga bisa diartikan pepaduan dari
aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen,
mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen
dapat terpuaskan dengan baik pada tingkat Keuntungan tentu. Berikut beberapa fungsi
pemasaran adalah sebagai berikut:
- Fungsi pertukaran
Pembeli dapat memperoleh produk dari produsen dengan menukar uang
maupun pertukaran produk dengan produk untuk di pakai sendiri atau dijual
kembali. - Fungsi distribusi fisik
Suatu produk dilakukan dengan cara mengangkut serta menyimpan produk.
Produk diangkut dari produsen mendekati konsumen dengan banyak cara baik
melalui air, darat, atau udara. Penyimpanan produk mengedepankan menjaga
pasokan produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.
3 Fungsi perantara
Menyampaikan produk dari tangan produsen ke tangan konsumen dapat dilakukan
melalui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan
distribusi fisik.
Pemasaran
Menurut Kotler (2019) Manajemen pemasaran adalah disiplin bisnis yang
mencapai tujuan melalui penerapan praktis teknik pemasaran dan pengelolaan seluruh
sumber daya dan aktivitas pemasaran perusahaan.
Istilah pemasaran (marketing) sering diperlukan dengan istilah penjualan,
distribusi ataupun perdagangan. Pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh,
sedangakan penjualan, distribusi dan perdagangan hanya merupakan salah satu bagian
atau kegiatan dalam sistem pemasaran secara keseluruhan. Pemasaran mempunyai arti
yang lebih luas dibandingkan daripada penjualan, pemasaran mencakup usaha yang
ditandai dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan,
menentukan harga produk yang sesuai, menentukan cara promosi dan penjualan
produk tersebut. Jadi, pemasaran juga merupakan kegiatan saling berhubungan sebagai
suatu sistem untuk menghasilkan laba (Ngatno, 2017).
The American Marketing Association mendefinisikan pemasaran adalah
aktivitas serangkaian institusi dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,
menyampaikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien,
mitra, dan masyarakat pada umumnya.
Mekanisme Transaksi di E-Commerce
Pembeli yang akan berbelanja di toko online dapat menggunakan
fasilitas shopping cart. Shopping cartadalah sebuah software di situs web
yang mengizinkan pelanggan untuk melihat toko yang anda buka kemudian
memilih item barang untuk diletakkan dalam kereta dorong yang kemudian
membelinya saat melakukan check out. Konsep shopping cartini meniru
kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar
swalayan. Shopping cartbiasanya berupa formulir dalam web dan dibuat
dengan kombinasi CGI (Common Gateway Interface), database, dan HTML
(Hyper TextMarkup Language), dimana barangbarang yang dimasukkan ke
shoppingcartmasih dapat dibatalkan, jika pembeli berniat untuk
membatalkan membeli barang tersebut. Jika pembeli ingin mambayar untuk
barang yang dipilih, maka pembeli harus mengisi form transaksi. Biasanya
form ini menanyakan identitas pembeli. Setelah pembeli mengadakan
transaksi, barang akan dikirimkan melalui jasa pos/jasa pengiriman lain
langsung ke alamat pembeli(Suzanto, dan Sidharta, 2015:26).
Terdapat 3 metode pembayaran yangbiasa digunakan dalam transaksi
menggunakan e-commerce, yaitu :
a). Online Procesing Credit Cart
Metode ini cocok digunakan untuk produk yang bersifat retail dimana
pasarnya adalah seluruh dunia. Pembayaran dilakukan secara real time
(proses verifikasi saat itu juga).
b). Money Transfer
Cara ini lebih aman untuk menerima pembayaran dari konsumen
mancanegara, namun memerlukan biaya tambahan bagi konsumen
dalam bentuk fee bagi pihak penyedia jasa moneytransfer untuk
mengirim sejumlah uang ke Negara lain.
c). Cash on Delivery
Pembayaran dengan bayar di tempat ini hanya bisa dilakukan jika
konsumen berada dalam satu kota yang sama dengan penyedia jasa.
Pengertian E-commerce
E-commercemerupakan suatu prosestransaksi barang atau jasa
melalui sistem informasi yang memanfaatkan teknologiinformasi. EcommercemenurutO`Brien & Marakas, (dalam Tjiptono, 2007:65) “is
thebuying, selling, marketing, and servicingof products, services, and
informationover a variety of computer networks. Ecommerceis changing the
shape ofcompetition, the speed of action, and thestreamlining of
interactions, products,and payments from customers tocompanies and from
companies tosuppliers”. Sedangkan menurut Sutabri,(Sidharta
danSuzanto, 2015:25)e-commerceadalah penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barangdan jasa melalui sistem elektronik seperti
enternet atau televisi, www, ataujaringan komputer lainnya. Ecommere dapat melibatkan transfer danaelektronik, pertukaran data
elektonik,sistem inventori otomatis, dan sistempengumpulan data otomatis.
Sehinggadapat dikatakan bahwa e-commercemerupakan suatu pemasaran
barang ataujasa melalui sistem informasi yangmemanfaatkan teknologi
informasi.Ada beberapa pihak yang terlibat dalamtransaksi online ini.
Sesuai denganstandar protokol Secure ElectronicTransaction(SET),
menjelaskankomponen-komponen yang terlibatdalam e-commerce, yaitu
(Sidharta, danSuzanto 2015:26):
- Cardholder (pembeli)
Dalam lingkup perdagangan elektronik, berhubungan denganpenjual
melalui komputer PC. Pembeli menggunakan pembayaran dari kartu
yang dikeluarkan oleh issuer, SET menjamin hubungan yang
dilakukan antara pembeli dan penjual, menyangkut pula data
nasabah, merupakan hal yang dirahasiakan. - Issuer
Merupakan lembaga keuangan dimana pembeli menjadi nasabahnya
dan menerbitkan kartu pembayaran. Issuer menjamin pembayaran
atas transaksi yang disetujui yang menggunakan kartu pembayaran
sesuai dengan merk yang tertera pada kartu dan peraturan setempat. - Merchant
Merupakan pihak yang menawarkan barang untuk dijual atau
menyelenggarakan jasa dengan imbalan pembayaran. Di dalam SET,
penjual dapat menyarankan pembeli untuk melakukan transaksi
dengan aman. Penjual yang menerima pembayaran dengan kartu
kredit harus memiliki hubungan dengan. - Acquirer
Merupakan lembaga keuangan dimana penjual menjadi nasabahnya dan
memproses otentikasi kartu pembayaran. - Payment Gateway
Merupakan sarana yang dioperasikan oleh Acquirer atau pihak ketiga, yang
ditunjuk untuk memproses pesan-pesan pembayaran penjual, termasuk
instruksi pembayaran penjual. - Certificate Authority(otoritas sertifikat)
Merupakan lembaga yang dipercaya dan mengeluarkan sertifikat-sertifikat
dan ditandatangani secara digital oleh pengguna.
Adapun beberapa Keuntungan dan resiko dalam bertransaksi di ecommerce diantaranya adalah (Sidharta, danSuzanto, 2015:27): - keuntungan bertransaksi di e-commerce
a). Revenue stream(aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih
menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional,
b). Dapat meningkatkan market exposure(pangsa pasar),
c). Menurunkan operating cost (biaya operasional),
d). Melebarkan jangkauan (global)
e). Meningkatkan pelanggan loyality,
f). Meningkatkan supplier management,
g). Memperpendek waktu produksi dan jangkauan distribusi. - Risiko yang ada dalam bertransaksi di e-commerce,
a). Kehilangan segi keuangan secara langsung karena kecurangan,
b) Pencurian informasi rahasia yang berharga,
c) Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan,
Klasifikasi Motif
Motivasi yang dimiliki tiap konsumen sangat berpengaruh terhadap
keputusan yang akan diambil. Dari hal itu, maka motivasi yang dimiliki
oleh konsumen secara garis besar terbagi dua kelompok besar(Nugroho,
2013:35), yakni:
- Rasional Motif
Rasional adalah menurut pikiran yang sehat, patut, layak. Motif
adalah sebab-sebab yang menjadi dorongan. Tindakan seseorang jadi
rasional motif adalah suatu dorongan untuk bertindak menurut
pikiran yang sehat, patu, dan layak. - Emosional Motif
Emosional adalah penuh dengan perasaan, jadi emosional motif
adalah motif yang dipengaruhi oleh perasaan.
Adapu Metode/cara yang digunakan perusahaan dalam pemberian
motivasi terdiri atas(Nugroho, 2013:37) :
a. Metode Langsung (Direct Motivation)
Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara langsung
kepada setiap konsumen untuk memenuhi kebutuhan serta
kepuasannya. Hal ini sifatnya khusus, seperti bonus, tunjangan,
penghargaan, dan lain-lain.
b. Metode Tidak Langsung (Indirect Motivation)
Metode tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya
merupakan fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah
konsumen untuk melakukan pembelian. Adapun bentuk motivasi
yang diberikan oleh perusahaan dapat dalam bentuk insentif positif
maupun insentif negatif
1) Motivasi Positif (Insentif Positif)
Di dalam motivasi positif produsen tidak saja memberikan
dalam bentuk sejumlah uang tapi juga bisa memotivasi dengan
memberi hadiah, diskon, pelayanan yang optimum.
2) Motivasi Negatif (Insentif Negative)
Di dalam motivasi negatif produsen memotivasi konsumen
dengan standart pembelian, maka mereka akan mendapatkan
ganjaran. Dengan motivasi negatif ini semangat konsumen
dalam jangka waktu pendek akan meningkat
untukmelaksanakan pembelian karena mereka mempunyai
kepentingan terhadap kebutuhan tersebut
Tujuan Motivasi Konsumen
Pada dasarnya, tingkah laku manusia itu bersifat majemuk.
Karena dalam tujuannya sering kali tidak hanya satu. Tujuan juga
menentukan seberapa aktif individu akan bertingkah laku. Sebab,
selain ditentukan oleh motif dasar, tingkah laku juga ditentukan oleh
keadaan dari tujuan. Berikut beberapa tujuan dari motivasi
konsumen(Nugroho, 2013:31) :
a. Meningkatkan kepuasan.
b. Mempertahankan loyalitas.
c. Efisiensi.
d. Efektivitas.
e. Mencipta suatu hubungan yang harmonis antara produsen
atau penjual dan pembeli atau konsumen.
Motivasi
Menurut American Encyclopedia, motivasi adalah kecenderungan
(suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang
yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi faktor
kebutuhan biologi dan emosional yang hanya dapat diduga dari
pengamatan tingkah laku manusia.
Menurut Merle J. Moskowits, motivasi sebagai inisiasi dan
pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan
pelajaran mengenai tingkah laku(Nugroho, 2013:26).
Jadi secara keseluruhan motivasi dapat diartikan sebagai
pemberdaya, penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar
mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala
upayanya untuk mencapai kepuasan. Perilaku yang termotivasi diprakarsai
pengaktifan kebutuhan atau pengenalan kebutuhan. Kebutuhan atau motif
diartikan ketika ada ketidakcocokan yang memadai antara keadaan aktual
dengan keadaan yang diinginkan. Karena ketidakcocokan ini meningkat,
hasilnya adalah pengaktifan suatu kondisi penggairahan yang diacu
sebagai dorongan (drive). Semakin kuat dorongan tersebut, maka semakin
besar pula urgensi respon yang dirasakan.
Menurut Setiadi, konsumen selalu dihadapkan pada persoalan biaya
atau pengorbanan yang akan dikeluarkan dan seberapa penting produk
yang dibutuhkan dan diinginkan. Adapun indikator dalam pengukuran
motivasi konsumen adalah sebagai berikut(Wahyuni, 2008:34) :
- Kebutuhan
- Harapan
- Prestise
- Efektivitas
5.Efisiensi
Persepsi
Menurut Kotler menyatakan, “persepsi adalah proses yang
digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan
menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran yang
memiliki arti”.(Ramadhan, 2013:10).
Persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan dalam bentuk fisik,
tetapi juga tergantung pada rangsangan yang ada disekitarnya dan kondisi
yang ada pada seseorang dan persepsi lebih penting dibandingkan realitas
dalam pemasaran, karena persepsi yang dapat mempengaruhi konsumen
dalam berperilaku, selain itu orang bisa mempunyai persepsi yang berbeda
atas objek yang sama.(Fadila, 2013:45).
ada delapan dimensi persepsi seseorang terhadap
produk, Garvin dalam Ramadhan, 2013:12), yaitu:
- Dimensi Kinerja Produk (Performance)
Kinerja merupakan karakteristik atau fungsi utama suatu produk.
Hal ini merupakan manfaat atau khasiat utama produk yang kita
beli. Biasanya ini menjadi pertimbangan pertama kita membeli
produk. - Dimensi Keterandalan Produk (Reliability)
Keterandalan yaitu peluang suatu produk bebas dari kegagalan saat
menjalankan fungsinya. - Dimensi Fitur Produk (Feature)
Dimensi fitur merupakan karakteristik atau ciri-ciri tambahan yng
melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau
option bagi konsumen. Kalau manfaat utama sudah standar, fitur
seringkali ditambahkan. Idealnya, fitur bisa meningkatkan kualitas
produk kalau pesaing tidak memiliki. - Dimensi Daya Tahan (Durability)
Daya tahan menunjukkan usia produk, yaitu jumlah pemakaian
suatu produk sebelum produk itu digantikan atau rusak. Semakin
lama
dayatahannyatentusemakinawet.Produkyangawetakandipersepsikan lebih
berkualitas dibanding produk yang cepat habis atau cepat diganti. - Dimensi Kesesuaian(Conformance)
Adalah kesesuaian kinerja produk dengan standar yangdinyatakan
suatu produk. Ini semacam janji yang harus dipenuhi olehproduk.
Produk yang memiliki kualitas dari dimensi ini berarti
sesuaidengan standarnya. - Dimensi Kemampuan Diperbaiki (ServiceAbility)
Sesuai dengan maknanya, disini kualitas produk ditentukan
atasdasarkemampuan diperbaiki: mudah, cepat, dan kompeten.
Produkyangmampu diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi
dibandingprodukyang tidak atau sulitdiperbaiki. - Dimensi Keindahan Tampilan Produk(Aesthetic)
Aesthetic atau keindahan menyangkut tampilan produk
yangmembuat konsumen suka. Ini seringkali dilakukan dalam
bentuk desainproduk atau kemasannya. Beberapa merek
memperbarui wajahnyasupaya lebih cantik dimatakonsumen. - Dimensi Kualitas yang Dirasakan (PreceivedQuality)
Dimensi terakhir adalah kualitas yang dirasakan. Inimenyangkut
penilaian konsumen terhadap citra, merek, atau iklan.Produkprodukyang bermerek terkenal biasanya dipersepsikan
lebihberkualitasdibanding merek-merek yang tidak terkenal.
Itulah sebabnyaproduk selalu berupaya membangun mereknya
sehingga memilikibrand equity yang tinggi. Tentu saja ini tidak
dapat dibangun dalamsemalam karena menyangkut banyak aspek
termasuk dimensi kualitasdari kinerja, fitur, daya tahan,
dansebagainya
Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan adalah suatau yang ada secara niscaya pada diri
manusia yang keberadaannya diawali dari kecenderungan pasikis manusia
sebagai bawaan kodrat manusia yaitu dorongan ingin tahu yang bersumber
dari kehendak atau kemauan.
pengetahuan konsumen merupakan sejumlah pengalaman yang telah
dialami dan informasi tentang suatu produk atau jasa yang dimiliki
seseorang. Pengetahuan konsumen dibedakan ,menjadi Pengetahuan
produk, Pengetahuan pembelian, dan pengetahuan pemakaian (Mowen
dan Minor, 2008:105),
a. Pengetahuan Produk
Menurut Peter dan Olson, (dalamlana, 2012:20) pengetahuan
produk dibedakan menjadi : (1) pengetahuan tentang karakteristik
atau atribut produk, burupa warna, model, tahun, dan lain-lain. (2)
pengetahuan tentag manfaat produk. (3) pengetahuan tentang
kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen.
b. Pengetahuan pembelian.
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko,
lokasi produk di dalam toko tersenut, dan penempatan produk di
dalam toko.
c. Pengetahuan Pemakaian
Pengetahuan produk bersifat penting bagi konsumen, suatu produk
akan memberi manfaat jika produk tersebut telah digunakan atau
dikonsumsi oleh konsumen
Rogers,(dalam Martiani, 2012:31) mengungkapkan bahwa sebelum
orang mengapopsi prilaku di dalam diri orang tersebut, terjadi proses
beruntun diantaranya :
- Awarness, yaitu individu tersebut menyadari dalam arti mengetahui
terlebih dahulu terhadap stimulus(objek). - Interest(merasa tertarik), yaitu individu mulai tertarik terhadap
stimulus atau objek tertentu. - Evaluation (menimbang-nimbang) yaitu individu akan
mempertimbangkan baik buruknya tindakan terhadap stimulus
tersebut bagi dirinya, hal ini berarti sikap responden sudah baik
sekali. - Trial, yaitu individu mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai
dengan apa yang dikehendaki stimulus. - Adaptation, yaitu individu telah berperilaku baru sesuai dengan
pengetahuan kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulu.
Perilaku Konsumen Online
Internet berpotensi besar sebagai media atau sarana untuk
memahami perilaku konsumen online maupun offline, yang kemudian
dijadikan dasar dalam pengembangan strategi untuk menjalin hubungan
saling menguntungkan dalam jangka panjang. Dalam hal ini, model
prilaku konssumen e-commerce agak berbeda dengan model prilaku
konsumen biasa.
Diantara nya faktor faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
adalah (1) karakteristik pribadi, meliputi usia, gender, etnis, pendidikan,
gaya hidup, psikologis, pengetahuan, nilai, kepribadian, Motivasi, dan
Persepsi. (2) lingkungan, meliputi sosial, keluarga, komunitas/masyarakat.
(3) sistem pemasok, meliputi dukungan logistik(pembayaran, pengiriman),
dukungan teknis (desain situs, inteligent agent), layanan pelanggan (FAQ
= frequently asked questions, e-mail, call centers, one to one service) dan
(4) stimulus (pemasaran dan non pemasaran) (Fandy Tjiptono, 2007:158)
Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami “Mengapa
konsumen melakukan dan apa yang mereka lakukan”. studi perilaku
konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu
membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia
(waktu, uang, usaha, dan energi)(Schiffman,dan Kanuk, 2008:6).
Konsumen memiliki keragaman yang menarik untuk dipelajari karena ia
meliputi seluruh individu dari berbagai usia, latar belakang budaya,
pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu,
sangatlah penting untuk mempelajari bagaimana konsumen berperilaku
dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebut.
Perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu, kelompok dan
organisasi memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang,
jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan
mereka(Kotler, dan Keller, 2008:214).Perilaku konsumen
menggambarkan cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan
sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli
barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi(Schiffman, dan
Kanuk, 2008:6). Dari dua pengertian tentang perilaku konsumen di atas
dapat diperoleh dua hal yang penting, yaitu: (1) sebagai kegiatan fisik dan
(2) sebagai proses pengambilan keputusan.
E-Marketing
Perkembangan internet berimplikasi pada perubahan tekanan pada
masing-masing elemen bauran pemasaran tradisional: produk (identifikasi
kebutuhan pelanggan semakin cepat, tingkat kustomisasi produk semakin
besar, pengujian produk semakin cepat, dan siklus hidup produk semakin
singkat), harga (meingkatnya kompetisi dan standarisasi harga, serta
semakin dibutuhkannya approximate conversion rate bagi setiap negara),
promosi (komunikasi interaktif dan real-time dengan pelanggan,
berkurangnya biaya periklanan global, dan semakin diperlukannya direktori
untuk memandu setiap orang agar menngunjungi situs perusahaan), dan
distribusi (berkembangnya disintermediasi dan reintermediasi). Selain itu,
internet juga berdampak strategij pada berkembangnya paradigma
pemasaran internasional baru, yaitu internet marketing atau e-marketing Eid
& Trueman, 2002 (dalamTjiptono 2007:130). Internet marketing berbeda
secara signifikan dengan pemasaran tradisional dalam sejumlah dimensi
utama
Pengertian manajemen pemasaran
Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan, dan
pengendalian program-program yang dirancang untuk menciptakan,
membangun, dan mempertahankan pertukaran yang saling menguntungkan
dengan pembeli sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Proses
itu melibatkan lebih dari sekedar mendapat cukup pelanggan bagi output
perusahaan saat ini. Lebih dari sekedar merancang strategi untuk menarik
konsumen baru dan menciptakan transaksi dengan mereka, perusahaan
sekarang ini berfokus pada mempertahankan pelanggan saat ini dan
membangun hubungan jangka panjang melalui penawaran nilai dan
kepuasan yang unggul bagi pelanggan.
Perusahaan yang sukses saat ini besar atau kecil, pencari laba atau
nirlaba, domestik atau global benar-benar fokus pada konsumennya dan
berkomitmen pada pemasaran. Pemasaran adalah proses sosial dan
manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
ingin dan butuhka melalui penciptaan dan pertukaran barang dan nilai
dengan pihak lain (Kotler,danArmstrong, 2007:200). pemasaran adalah
fungsi bisnis yang mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan yang belum
terpenuhi sekarang dan mengukur seberapa besar pasar yang akan dilayani,
menentukan pasar sasaran mana yang paling baik dilayani oleh organisasi,
dan menentukan berbagai produk, jasa dan program yang tepat untuk
melayani pasar tersebut.
Hubungan Antara Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Keller (2016:562), produk dijadikan sebaga daya tarik
konsumen untuk memutuskan pembelian. Ketika konsumen akan memutuskan
suatu keputusan pembelian, produk merupakan pertimbangan paling utama, karena
produk merupakan tujuan utama bagi kosumen untuk memenuhi kebutuhannya.
Jika produk tersebut memberikan manfaat yang dibutuhkan konsumen, maka
kemungkinan besar konsumen akan mengambil keputusan untuk membeli produk
tersebut. Hal ini didukung dengan penelitian yang telah dilakukan Agustina dan
Parjono (2017:89) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa produk
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Indikator Minat Beli Ulang
Perilaku pembelian terjadi karena adanya keinginan untuk membeli
sebelum adanya keinginan untuk membeli. Salah satunya disebabkan oleh
perolehan pengakuan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang sangat baik
untuk dimiliki atau dikonsumsi. Menurut Hasan (2018:131), beberapa penjelasan
mengenai indikator dari minat beli, yakni:
- Minat transaksional, kebiasaan individu yang ingin membeli suatu produk.
- Minat referensial, kebiasaan individu yang menyarankan produk yang telah
dikonsumsinya pada orang lain untuk ikut membeli dan mengkonsumsi produk
tersebut. - Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang
memiliki preferensi utama terhadap produk. Preferensi ini hanya dapat diganti
jika terjadi sesuatu pada produk yang mereka sukai
Pengertian Minat Beli Ulang (Repurchase Intention)
Menurut Hasan (2018:131) menyatakan bahwa Minat beli ulang
(Repurchase Intention) adalah perilaku konsumen yang berkaitan dengan kepuasan
pelanggan yang sebelumnya telah membeli produk dari produsen. Jika konsumen
tidak puas, maka konsumen tidak akan melakukan pembelian kembali di masa
mendatang.
Menurut Tjiptono (2015:386) minat beli ulang adalah berbeda dengan
loyalitas, loyalitas mewakili komitmen psikologis individu terhadap erek atau
produk tertentu, dan minat beli ulang hanya pada kepuasan konsumen yang ingin
membeli kembali, yang menunjukkan bahwa mereka selalu ingin membeli produk
dengan merek yang sama.
Menurut Kotler dan Keller (2016:141), minat beli ulang merupakan salah
satu perilaku konsumen setelah pembelian, yang terdapat kepuasan atau
ketidakpuasan konsumen terhadap produk setelah pembelian, yang memiliki
pengaruh yang berbeda terhadap pembelian selanjutnya. Kemungkinan, perilaku
pembelian ulang selanjutnya akan menimbulkan rasa keyakinan yang lebih tinggi.
Indikator Keputusan Pembelian
Menurut Philip & Kotler (2016:82) terdapat indikator keputusan pembelian,
yaitu:
- Tujuan dalam membeli sebuah produk
Konsumen memutuskan untuk membeli produk berdasarkan dengan tujuannya. - Pemrosesan informasi untuk sampai ke pemilihan merek
Konsumen mencari informasi tentang bagaimana suatu produk akan dibeli
selanjutnya, dan konsumen memutuskan produk mana yang akan dibeli. - Kemantapan pada sebuah produk
Konsumen membeli berdasarkan produk yang menurut mereka layak untuk
dikonsumsi - Memberikan rekomendasi kepada orang lain
Konsumen merekomendasikan kepada orang lain mengenai
produk yang sudah pernah di beli - Melakukan pembelian ulang
Konsumen akan kembali membeli suatu produk berdasarkan kepuasannya
terhadap produk yang dibeli sebelumnya.
Pengertian Keputusan Pembelian
Menurut Schiffman dan Kanuk (2016:182), keputusan pembelian adalah
suatu proses dimana konsumen membeli pilihan yang berbeda dan memilih produk
berdasarkan pertimbangan tertentu.
Menurut Sunyoto (2015:128) mendefinisikan bahwa keputusan pembelian
sebagai keputusan tentang apa yang akan dibeli, kapan membeli, dimana membeli,
dan bagaimana cara membayarnya.
Menurut Kotler & Keller (2014:184), keputusan pembelian adalah
keputusan akhir yang dibuat oleh mereka yang membeli barang atau jasa untuk
konsumsi pribadi.
Indikator Promosi
Menurut Elliott (2016:56) Indikator promosi adalah sebagai berikut:
- Menarik konsumen untuk membeli untuk pertama kalinya.
- Memberitahu konsumen agar tetap loyal terhadap produk yang dibeli dengan
membeli kembali produk yang dijual. - Mengingatkan konsumen perihal manfaat produk yang dijual.
- Mendorong pengecer untuk selalu menjaga dan memiliki stok barang.
- Mendorong pengecer untuk membeli stok barang lebih banyak.
- Membujuk pengecer untuk menawarkan barang dagangan yang menawarkan
tempat khusus
Pengertian Promosi
Menurut Alma (2016:181), promosi adalah jenis komunikasi yang
menggambarkan produk dan jasa yang dijual dengan tujuan untuk menarik,
mengingat, dan membujuk calon konsumen.
Menurut Suryadi (2016:181) Promosi adalah rangkaian kegiatan untuk
menginformasikan, meyakinkan orang tentang suatu produk yang dijual agar
konsumen membeli dan mengkonsumsi produk tersebut.
Sedangkan menurut Indriyo Gitosudarmo dalam jurnal Manajemen
Strategis (2016:215), promosi adalah kegiatan usaha yang menjual produk yang
dijual dengan cara yang mudah bagi konsumen yang berusaha membeli dan
ditempatkan pada situasi tertentu. Perusahaan yang menjual produk akan menarik
perhatian pembeli untuk membeli produk tersebut.
Menurut Agus Hermawan dalam jurnal Komunikasi Pemasaran (2015:127)
menyatakan bahwa promosi adalah kegiatan pemasaran yang menunjukkan nilai
tambah dari suatu produk dalam jangka waktu tertenty dan membangkitkan minat
konsumen. Kegiatan promosi meliputi periklanan, penjualan tatap muka, dan
memasang iklan.
Menurut Basu Swasta dan Irawan, dalam kutipan Modern Marketing
Managemet, Edisi Keempat (2002:76), menyatakan bahwa promosi penjualan
seringkali secara tidak terduga dapat membangkitkan minat konsumen. Banyak
perusahaan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh program promosi.
Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2019:52) Indikator harga, yaitu:
- Keterjangkauan harga
Yaitu harga yang terjangkau adalah harapan semua konsumen sebelum mereka
melakukan pembelian. Konsumen akan mencari produk yang harganya dapat
dijangkau oleh konsumen. - Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Untuk produk tertentu, konsumen biasanya tidak peduli jika harus berbelanja
dengan harga yang relatif mahal, asalkan kualitasnya bagus. Namun, konsumen
lebih memilih produ dengan harga murah dan berkualitas tinggi. - Daya saing harga
Yaitu perusahaan menetapkan harga jual suatu produk dengan
mempertimbangkan harga produk yang dijual oleh pesaingnya agar produknya
dapat bersaing pesat dipasaran. - Kesesuaian harga dengan manfaatnya.
Konsumen terkadang mengabaikan harga suatu produk, namun lebih
mementingkan manfaat dari suatu produk yang akan dibelinya.
Pengertian Harga
Menurut Shinta dalam jurnal Pertiwi (2016:181), harga merupakan suatu
nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah yang digunakan untuk pertukaran atau
transaksi yang harus dibayar konsumen untuk menerima barang ataupun jasa.
Harga merupakan jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk
memperoleh produk (Kotler dan Armstrong, 2016:181).
Indikator Produk
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Marwa (2016:86) indikator yang
digunakan pada produk yaitu:
- Kepercayaan produk, yaitu bagaimana suatu produk tersebut dapat memenuhi
kebutuhan konsumen secara modern. - Manfaat produk, yaitu seberapa berharga produk tersebut dibandingkan dengan
pesaingnya. - Manfaat suatu produk yang ditawarkan suatu perusahaan kepada konsumen
yaitu bagaimana produk tersebut mengandung manfaat nilai tambah dari produk
itu sendiri sehingga menarik minat beli konsumen. - Kekuatan nama pada merek produk, yaitu bagaimana kekuatan merek
perusahaan dimata masyarakat. - Kualitas layanan yang menyertai produk, yaitu bagaimana kualitas layanan
yang diberikan oleh perusahaan ketika konsumen menggunakan produk
tersebut.
Pengertian Produk
Menurut Kotler (2014:259) produk merupakan segala sesuatu yang
ditawarkan oleh penjual untuk dikenali, dicari, diminta, atau dipakai sehingga
konsumen memenuhi keperluan dan kemauan konsumen.
Menurut Lupiyoadi (2017:106), menyatakan bahwa pelanggan sebenarnya
bukan membeli barang atau jasa, tetapi pelanggan membeli manfaat dan nilai dari
produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.
Menurut M. Mursid (2006: 71), produk lebih bergantung pada aspek fisik
konsumen seperti masalah layanan, kepuasan pengguna, simbol status, aspek
artistik, dan masalah psikologis lainnya.
Bauran Pemasaran
Menurut Kotler dan Armstrong (2016:75), bauran pemasaran merupakan
metode pemasaran yang terus digunakan perusahaan untuk memenuhi misinya di
pasar sasaran.
Menurut Buchari Alma (2017:205) bauran pemasaran merupakan rencana
yang digabungkan dengan kegiatan penjualan sedemikian rupa yang pada akhirnya
diperlukan kombinasi yang maksimal untuk menghasilkan produk yang diharapkan
konsumen meningkat.
Dari beberapa penjelasan para ahli diatas, maka peneliti menyimpulkan
bauran pemasaran yaitu konsep untuk mengembangkan strategi pemasaran dalam
suatu perusahaan guna mendapatkan target penjualan sehingga pemasarannya
memuaskan.
Bauran pemasaran memiliki rancangan yang terdiri dari 4P, yakni:
- Produk (Product), suatu barang yang ditawarkan perusahaan untuk menarik
perhatian konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi, dan dapat memenuhi
kebutuhan konsumen. - Harga (Price) jumlah nilai yang ditetapkan penjual untuk suatu barang yang
akan di beli dan dibayar oleh konsumen. - Tempat (Place) lokasi yang disediakan perusahaan untuk membuat suatu
barang yang akan dijual. - Promosi (Promotion), suatu aktivitas yang dilaksanakan perusahaan untuk
memberitahu pelanggan sebuah informasi mengenai produk yang dijual
Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran merupakan kegiatan yang direncanakan dan
dijalankan oleh perusahaan. Perencanaan membutuhkan strategi dan keahlian yang
tepat untuk menentukan rencana tersebut. Peran manajemen pemasaran dalam
sebuah perusahaan sangatlah penting, ini termasuk menyiapkan produk yang lebih
inovatif, dengan memilih pangsa pasar yang diharapkan perusaahan, dan
mempromosikan produk baru kepada pembeli yang potensial.
Menurut Kotler dan Keller (2017:6), manajemen pemasaran merupakan
pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan konsumen
dengan menciptakan dan memberikan kualitas penjualan yang baik.
Menurut Tjiptono (2016:63), manajemen pemasaran secara keseluruhan
yaitu cara perusahaan melakukan bisnis yang mempersiapkan, menentukan, dan
mendistribusikan produk, jasa, dan gagasan yang dapat memenuhi kebutuhan pasar
sasaran.
Menurut Assauri (2018:12), manajemen pemasaran merupakan kegiatan
menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan perusahaan
untuk menghasilkan keuntungan.
Kualitas Produk
Pada umumnya masyarakat membutuhkan bahan-bahan yang bisa
memenuhi kebutuhan dengan ketergantuangan pada hasil alam akan tetapi
pada masa itu mereka belum memperhatikan pentingya kualitas dan mutu.
Seiring perkembangan zaman seorang konsumen dalam membeli produk
lebih memperhatikan pada kualitas produk yang digunakan, Hal ini
menjadikan konsumen lebih kritis dalam proses pembelian produk yang
ditawarkan produsen.
Menurut (Arianty et al., 2016) Mengutarakan bahwa kualitas produk
ialah kemampuan produk secara menyeluruh untuk memenuhi fungsi-fungi
dari produk. Kualitas produk itu sendiri mencangkup dari kemampuan, daya
tahan dan atribut produk yang memiliki nilai manfaat, maka jika suatu fungsifungsi produk terus berjalan makan dapat dikatakan bahwa kualitas dari
produk bagus. Menurut Kotler and Amstrong dalam (Wicaksono, 2016)
menyatakan kualiatas produk adalah karaketristik suatu produk yang dapat
memenuhi kebutuha masyarakat sesuai ketentuaan yang telah ditetapkan
produk yang bersifat pasti.
Menurut Garvin san A.Dale Timpe dalam (Bachriansyah, 2011)
Kualitas produk merupakan keunggulan dari suatu produk baik barang atau
jasa. Konsumen beranggapa bahwa kualitas produk menjadi ruang lingkup
yang berbeda dengan pandangan kualitas produk yang dikeluarkan oleh
produsen lebih mengarah pada kualitas sebenarnya. Berbagai perusahaan
menginginkan pencampaian kualitas produknya baik dengan itu diperlukan
standarisasi kualitas. Selain itu kualitas dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor yang dapat memenuhi tujuan dari produk yang ditawarkan.
Menurut(Assauri, 2016)mengemukakan bahwa tingkat faktor kualitas produk
sebagai berikut :
- Fungsi suatu barang
Kualitas barang atau jasa yang mencapai fungsi-fungsinya secara
berterusan sesuai dengan kegunaan ,maka akan mencerminkan
spesifikasi dari produk teresebut. - Wujud luar barang
Pada dasarnya konsumen dalam proses pemblian barang pertama kali
dilhat pasti wujud luar yang berupa bentuk, selain itu yang menarik
konsumen adalah warna dari produk dan susunan lainya. - Biaya barang tersebut
Pada umumnya biaya yang tercantum pada produk dapat mpengaruhi
kualitas barang, sehingga dapat dilihat dari harga yang cukup tinggi
menunjukkan kualitas yang dimiliki produk tersebut baik
Faktor-faktor dalam penetapan harga
Menurut (Sunyoto, 2013) Pada dasarnya faktor mempengaruhi terhadap
penetapan harga adalah sebagi berikut :
a. Memperkirakan Permintaan Produk
Ada dua langkah dalam memperkirakan suatu produk :
- Memperkirakan berapa besar harga yang diharapkan
Harga yang diharapkan pada suatu produk maupun jasa
merupakan harga yang dapat dinilai konsumen secara sadar
ataupun tidak sadar. Hal ini membuat produsen berfikir dalam
menjual produknya dan harus memperkirakan terhadap respon
konsumen, seandainya adanya penetapan harga produk dinaikan
maupun diturunkan. - Memperkirakan penjualan dengan harga yang berbeda
Manajemen Eksekutif harus memperhitungkan pada volume
penjualan produk atau jasa yang ditawarkan dengan memberikan
harga yang berbeda, sehingga produsen bisa menentukan jumlah
permintaan, dan dapat mengukur tingkat perubahan pada jumlah
permintaan dari perubahan harga yang mungkin tercapai.
b. Reaksi pesaing
Pesaingan bisnis sangatlah banyak dari berbagai produk atau jasa.
Dampak dari pesaingan akan mempengaruhi terhadap penetapan
harga, hal ini dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Sumber dari
pesaingan tersebut berasal dari tiga macam yaitu : - Produk yang serupa indomie dan mie sedap
- Produk pengganti computer dan leptop
- Produk yang tidak serupa produk sepedah motor dan mobil
c. Bauran pemasaran lainya - Produk
Manfaat produk yang baru maupun tidaknya, dan variasi produk
lainya. - Saluran distribusi
Tipe saluran distribusi dipergunakan untuk menyampaian produk
yang dapat berpengaruh terhadap penciptaan harga, sehingga
dalam penentuan harga pada grosir beda dengan harga yang
diberikan pengecer
Pengertian Perpindahan Merek
Menurut (Peter & Olson, 2014) perpindahan merek merupakan dimana
konsumen yang melakukan pola pembelian dan mempunyai karakteristik
tertentu tentang pergantian dari satu merek ke merek lainya. Terjadinya
pergantian merek bisa terjadi di karenakan konsumen melakukan pencarian
informasi tetang suatu produk yang akan di pakai, dengan harapan bisa
mendapatkan suatu produk yang diinginkan pada akhirnya akan timbul
perpindahan merek.
Menurut (Afzal, 2013) Brand Switching ialah segi perpindahan dalam
pemakaian barang atau merek yang dilakukan konsumen pada waktu
penggunaanya. Sedangkan menurut Nugrroho dalam (Suwandi et al., 2015)
perpindahan merek merupakan perubahan konsumen dalam penggunaan
suatu barang atau merek dari kebiasaanya ke merek lain, karena adanya rasa
bosan yang dirasakan konsumen pada merek sebelumnya dan ingin mencoba
merek yang lain yang bisa mengatasi masalah.
Menurut (Jamil et al., 2018) mengungkapkan bahwa perilaku
perpindahan merek yakni suatu presepsi konsumen yang menunjukan adanya
pebedaan suatu produk tertentu dan menjadikan konsumen merubah
pilihanya yang lebih mengutamakan produk yang menyediakan layanan yang
dibutuhkan. Keterlibatan emosional yang rendah menjadi kebiasaan
konsumen akan kesadaran pada perbedaan merek yang dipakai dengan merek
lainya hal tersebut akan rentan dalam melakukan perpindahan pada suatu
produk. Keterlibatan konsumen pada suatu produk rendah yang dipengaruhi
perbedaan yang signifikan antara produk yang dirasakan sebelumya dengan
produk lain, maka terjadinya perpindahan merek. Menurut Wuri dalam
(Mantansari, 2013) bahwa perpindahan merek terdapat dua faktor yaitu :
- Faktor Internal Konsumen
Faktor yang berasal dari dalam lingkungan diri seorang konsumen. Segi
dari faktor internal meliputi dissatisfaction, kebutuhan akan mencari
variasi dan pengetahuan konsumen akan suatu merek. Biasanya
konsumen memilih produk dengan mempertimbangkan terlebih dahulu
sesuai informasi yang didapat agar sesuai yang diharapkan. - Faktor Eksternal Konsumen
Faktor dari lingkungan konsunen yang dimana dapat mempengaruhi
perpindahan merek berupa iklan dan promosi. Adanya sisi perbedaan
berbagai iklan yang memiliki strategi dalam menawarkan suatu produk
untuk bisa menarik konsumen untuk melakukan perpindahan merek.
Perilaku Konsumen
Menurut Solomon dalam (Sangadji & Sopiah., 2013) Perilaku
konsumen merupakan suatu tindakan konsumen dalam memilih, membeli dan
memakai produk atau jasa dengan tujuan memuaskan kebutuhan atas
keinginannya. (Peter & Olson, 2014) American Marketing Asosiation
mengutarakan bahwa perilaku konsumen (Consumen Behavior) didefinikan
sebagai dinamis interaksi antara kesadaran dan aspek-aspek pertukaran dalam
kehidupan mereka. Definisi diatas terdapat tiga ide penting yaitu perilaku
konsumen dinamis, tetang melibatkan interaksi antara kesadaran, perilaku,
dan kejadian sekitar, dan mengenai yang melibatkan pertukaran, dijelaskan
sebagi berikut :
Perilaku konsumen yang melibatkan pertukaran maksudnya adalah
pertukaran antara individu dimana konsumen tetap terpaku sesuai
pernyataan pemasaran yang sejauh ini menekankan tentang pertukaran.
Tujuan memahami perilaku konsumen sangatlah penting, dikarenakan untuk
mengetahui dan mencari informasi tentang karakteristik, harapan, keinginan
dan kebutuhan konsumen akan suatu produk yang akan di gunakan.
Terdapatnya informasi tersebut akan menjadi pedoman bagi pengusaha
dengan harapan dapat membuat strategi pemasaran yang dapat memberikan
kualitas suatu produk maupun jasa yang sesuai keinginan konsumen.
Perilaku konsumen yang dinamis dapat diartikan sebagai seorang
konsumen beserta masyarakat yang luas terus bergerak dan berubah
sepanjang waktu sehingga tidak memberikan hasil yang sama
Perilaku konsumen melibatkan interaksi antara kesadaran, perilaku, dan
kejadian sekitar yang dimaksud adalah bahwa cara memahami konsumen
dengan menumbuhkan strategi pemasaran yang pas dan harus memahami
konsumen terhadap apa yang dipikirkan, dan mereka rasakan, selain itu
tetang kejadian sekitar akan mempengaruhi terhadap pemikiran, lalu
yang dirasakan, terhadap konsumen.
Bauran Pemasaran
Pemasaran sangatlah penting dalam dunia bisnis, sehingga diperlukan
pendekatan baru untuk pelanggan agar loyal pada produk maupun jasa yang
ditawarkan. Menurut (Farida, 2012) adanya perubahan pada tendensi
pemasaran dan perlunya membangun hubungan pendekatan dengan
konsumen, hal ini akan mendorong pada pendekatan pemasaran yang sampai
saat ini terus dibutuhkan. Pemasaran terjadi apabila adanya sekelompok
sosial yang melakukan penukaran barang yang bertujuan untuk memuaskan
atas kebutuhannya, selain itu pemasaran dapat diartikan sebagai suatu
kegiatan yang dilakukan seorang pengusaha dalam upaya mempertahankan
hidupnya. Semakin banyaknya persaingan di dunia bisnis menjadikan
perusahaan dituntut untuk lebih kreatif dalam memasarkan produknya supaya
diterima serta dapat memuaskan konsumen.
Peran dari strategi pemasaran adalah suatu upaya penyesuaian dalam
pencapaian perusahaan dengan lingkunganya yang memiliki tujuan untuk
mencari penyelesaian masalah yang terdiri atas 2 pertimbangan. Pertama
bisnis apa yang diminati perusahaan saat ini dan jenis bisnis yang bisa
dikembangkan dimasa yang akan datang. Adapun pertimbangam yang kedua
yaitu sebagaimana bisnis yang dipilih mampu dijalankan selaras dengan
bauran pemasaran terhadap sasaran pasar.
Menurut (Kotler & Armstrong, 2012) “Marketing mix is yhe set of
tactical marketing tools that the firm blends to produce the response it wants
in the target market”. “Bauran pemasaran mencangkup seperangkat alat
pemasaran yang diterapkan pada perusahaan untuk berkelanjutan dalam
pencapaian tujuan perusahaan di pasar sasaran”.
Menurut (P. Kotler & Armstrong, 2016) Mengungkapkan bahwa
bauran pemasaran adalah kumpulan dari berbagai alat pemasaran yang
diperlukan perusahaan dalam memproduksi barang yang bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan pangsa pasar. Adapun Unsur dari bauran pemasaran
adalah 4P meliputi produk, harga, tempat dan promosi. Sebagaimana bauran
pemasaran sangat penting bagi suatu perusahaan dalam meciptakan
keberhasilan pemasaran produk. Menurut (P. Kotler & Armstrong, 2016)
Unsur dari bauran pemasaran antara lain :
- Produk
Barang atau jasa yang dipromosikan oleh perusahaan terhadap konsumen
sesuai sasaran pasar. Kombinasi dari produk yang dipasarkan yaitu
kualitas produk, varisi produk, fitur produk, brand, kemasan produk, dan
desain produk. - Harga
Harga yaitu sejumlah uang yang dikeluarkan kosumen untuk
mendapatkan barang yang diingikan. Komponen harga yang ditawarkan
meliputi pembayaran pada produk, Adanya harga promo yang diberikan,
daftar harga, serta potongan harga sesuai ketentuan penjual. - Tempat
Tempat yaitu lokasi yang sudah dipertimbangkan perusahaan yang
bertujuan untuk menjalankan aktivitas produksi, administrasi, serta
pemasaran produk. Kompone tempat yang ditentukan sebagai segmentasi
pasar diantaranya lokasi, persediaan, saluran distribusi, dan logistic - Promosi
Promosi yaitu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengenalkan
dan mengkomunikasikan manfaat produk, serta membujuk konsumen
agar tertarik untuk membelinya.
Manajemen Pemasaran
Manajemen berperan penting dalam suatu perusahaan, karena dapat
membantu perusahaan dalam pegelolaan, mengatur dan memanfaatkan
sumber daya manusia yang lebih efektif dan dapat mencapai tujuan
perusahaan secara maksimal. Menurut (P Kotler & Keller, 2016) Manajemen
pemasaran yakni ilmu dalam penetapan pangsa pasar yang bertujuan
mendapatkan dan menjaga konsumen dengan cara memberikan informasi
tentang manfaat dari produk maupun jasa kepada konsumen.
Manusia yang memiliki kehidupan yang berubah-ubah, dimana
manusia menyebar dibeberapa lokasi akan mempengaruhi efesiensi dan
efektifitas pada perusahaan dalam menawarkan produknya ke konsumen.
Manajemen pemasaran sangat membantu dalam menghadapi permasalah ini,
disebabkan perusahaan akan memunculkan produk yang cenderung diminati
konsumen, dan pemasaran yang berlokasi yang tepat sasaran, sehingga
keterbatasan sumber daya perusahaan akan dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut (P Kotler & Keller, 2016) Penerapan strategi pemasaran dapat
dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut :
Penentuan Posisi Pasar
Pada tahap ini perusahaan harus mempertimbangan dalam pemilihan
posisi pasar agar bisa memasarkan produknya dengan tepat sesuai
keinginan perusahaan. Positioning merupakan tindakan perusahaan
mengenalkan produknya dengan memberikan informasi tentang manfaat –
manfaat dari produk yang dijual agar tersampaikan ke konsumen, selain
itu perusahaan juga mendapatkan citra tersendiri melalui kesan
konsumen.
Penentuan Segmetasi Pasar
Segmentasi pasar ialah pembagian pasar menjadi beberapa kelompok
berdasarkan perbedaan atas kebutuhan konsumen, dan perbedaan perilaku
dalam pemilihan produk yang sesuai manfaat yang dibutuhkan.
Penetapan Target Pasar
Adapun langkah selanjutnya setelah penentuan segmentasi pasar ialah
penentuan targeting pasar. Langkah ini akan menjadi penentu target pasar
yaitu sekelompok pembeli yang memiliki beraneka ragam kebutuhan dan
karakteristik yang serupa yang akan dilayani oleh perusahaan.
Indikator Keputusan Pembelian
Menurut (Anim, A., & Indiani, N, 2020) yaitu:
- Kemantapan pada sebuah produk
- Memberikan rekomendasi kepada orang lain
- Melakukan pembelian ulang.
Menurut (Sivaram et al., 2019) Indikator-indikator Keputusan Pembelian meliputi: - Kemantapan pada sebuah produk.
- Kebiasaan dalam membeli produk.
- Memberikan rekomendasi kepada orang lain.
- Memutuskan membeli karena menyukai merek tersebut.
- Membeli sesuai dengan kebutuhan serta keinginan.
- Loyalitas konsumen untuk tidak merubah keputusan pembeliannya.
- Pembelian Ulang. dan
- Kualitas produk yang didapatkan pembeli.
Indikator keputusan pembelian menurut (Kotler dan Keller, 2019) diantaranya
yaitu: - Pilihan produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk atau
menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus
memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli sebuah
produk serta alternatif yang mereka pertimbangkan. Misalnya: kebutuhan suatu
produk, keberagaman varian produk dan kualitas produk. - Pilihan merek
Pembeli harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli.
Setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Misalnya: kepercayaan
dan popularitas merek. - Pilihan penyalur
Pembeli harus mengambil keputusan penyalur mana yang akan dikunjungi.
Setiap pembeli mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda dalam hal
menentukan penyalur bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang
murah, persediaan barang yang lengkap dan lain-lain. Misalnya: kemudahan
mendapatkan produk dan ketersediaan produk. - Waktu Pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa berbeda-beda,
misalnya: ada yang membeli sebulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali
atau satu tahun sekali. - Jumlah pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang
akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari
satu. Misalnya, kebutuhan akan produk.
Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan keputusan final yang digunakan
konsumen untuk memutuskan membeli suatu barang atau jasa dengan berbagai
pertimbangan yang ada. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen menurut (Kotler & Amstrong, 2018) adalah sebagai berikut:
- Faktor Budaya
a. Budaya Faktor penentu keinginan yang menjadi dasar keputusan pembelian
konsumen.
b. Sub-budaya Sub-budaya dibagi kedalam sub-sub yang lebih kecil yang
membentuk segmentasi pasar yang disesuaikan dengan kebutuhan
konsumen. Sub-budaya terdiri atas kebangsaan, agama, daerah geografi
dan ras, serta kelas sosial merupakan hal yang mendasari keinginan dan
perilaku seseorang yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga
dan institusi lainnya.
c. Kelas Sosial Kelas sosial terbentuk dari sistem kasta yang berbeda dan
dibesarkan dalam peran tertentu namun tidak mengubah keanggotaan kasta
tersebut. - Faktor Sosial Faktor sosial seperti konsumen dari kelompok kecil, jaringan
sosial, keluarga, peran serta status sosial dapat mempengaruhi perilaku
konsumen. - Faktor Pribadi Keputusan pembelian pun dapat dipengaruhi dari karakteristik
seseorang seperti pendapatan, umur dan siklus hidup seseorang, keadaan
ekonomi, gaya hidup, kepribadian serta konsep diri. - Faktor Psikologi Terdapat empat faktor psikologis yang dapat mempengaruhi
seseorang dalam melakukan pembelian yaitu:
a. Motivasi Motivasi dibutuhkan untuk mendorong seseorang melakukan
sesuatu. Kebutuhan yang bersifat biogenis muncul dari tekanan seperti haus
dan lapar. Sedangkan kebutuhan psikogenis muncul dari tekanan psikologis
seperti pengakuan dan penghargaan.
b. Persepsi Proses yang digunakan dari seorang individu yang
menginterpretasikan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang
memiliki arti berbeda.
c. Pembelajaran Perubahan pola perilaku yang timbul dari pengalaman.
d. Keyakinan Pandangan tentang pemikiran yang dianut seseorang akan satu
hal.
Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan Pembelian adalah proses merumuskan berbagai alternatif
tindakan guna menjatuhkan pilihan pada salah satu alternatif tertentu untuk
melakukan pembelian. Pemasar perlu mengetahui siapa yang terlibat dalam
keputusan membeli dan peran apa yang dimainkan oleh setiap orang untuk banyak
produk, cukup mudah untuk mengenali siapa yang mengambil keputusan.
Menurut (Firmansyah, 2019), keputusan pembelian adalah proses
merumuskan berbagai alternatif tindakan untuk menjatuhkan pilihan pada salah
satu alternatif tertentu untuk melakukan pembelian. Menurut (Kotler dan Keller,
2018), keputusan pembelian didefinisikan sebagai perusahaan yang cerdas dan
berusaha untuk memahami proses keputusan pembelian pelanggan secara penuh
semua pengalaman mereka dalam pembelajaran, memilih, menggunakan dan
bahkan menyingkirkan produk.
Karakter dalam membangun Brand Image
Brand Image yang efektif akan mencerminkan tiga hal (Adrian, J.A., &
zeplin, 2019) yaitu:
- Membangun karakter produk dan memberikan value proposition.
- Menyampaikan karakter produk secara unik sehingga berbeda dari pesaing.
- memberikan kekuatan emosional lebih dari kekuatan rasional.
Ketika Brand Image mampu membangun karakter produk dan memberikan
value position, kemudian menyampaikan karakter produk kepada konsumennya
secara unik, berarti brand tersebut telah memberikan kekuatan emosional lebih dari
rasional yang dimiliki oleh produk tersebut, hal ini akan membuat konsumen
mengasosiasikan serangkaian hal yang positif dalam pikirannya ketika mereka
memikirkan brand tertentu.
Manfaat ( Brand Image) Citra Merek
Manfaat Brand Image atau citra merek menurut (Puspita, 2017), sebagai berikut:
- Manfaat bagi pelanggan Ada tiga alasan sekaligus manfaat penting bagi
pelanggan dari sebuah merek yang memiliki citra positif.
a. Sebuah merek yang kuat memudahkan konsumen untuk mengevaluasi,
menimbang, dan membuat keputusan membeli dari semua rincian nilainilai yang terikat dengan kinerja produk, harga, pengiriman, garansi, dan
lain-lain. Merek dengan image yang kuat adalah sintesis bagi pembeli dari
segala sesuatu yang ditawarkan oleh pemasok, mengurangi risiko
keputusan pembelian yang rumit.
b. Sebuah merek yang kuat membuat pelanggan merasa percaya diri dalam
pilihan mereka, menyederhanakan pilihan sehari – hari (untuk kebutuhan
dasar). Branding yang kuat mampu menciptakan hubungan kepercayaan
jangka panjang, kepercayaan, rasa aman dan kenyamanan c. Sebuah merek
yang kuat membuat pelanggan merasa lebih puas dengan pembelian
mereka, memberikan manfaat dan ikatan emosional. - Manfaat bagi perusahaan
a. Harga premium. Sebuah merek dengan citra positif akan menciptakan
margin yang lebih besar walaupun ada tekanan untuk menjual dengan harga
rendah atau menawarkan diskon, akan tetapi relatif tidak atau kurang rentan
terhadap kekuatan kompetitif.
b. Klaim produk. Sebuah merek yang dengan citra yang kuat akan
menciptakan orang-orang melakukan permintaan secara khusus, orang
akan mencari merek yang diinginkan.
c. Komunikasi pemasaran lebih mudah diterima. Perasaan positif tentang
suatu merek akan mengakibatkan orang mampu menerima klaim baru
terhadap kinerja produk dan mereka akan welcome, sehingga lebih mudah
“dibujuk” untuk membeli lebih banyak.
d. Pengembangan merek. Sebuah merek yang terkenal menjadi platform
untuk pengembangan / menambah produk baru karena beberapa aspek dari
citra positif yang berpengaruh dan membantu dalam peluncuran produk
baru.
Indikator Brand Image
Menurut (Sterie et al, 2019) yaitu:
Citra Produk (Product Image) merupakan sekumpulan asosiasi yang
dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk
Strengthness (kekuatan).
Uniqueness (keunikan).
Favorable (kesukaan).
Menurut (Dedhy Pradana, 2017) Indikator citra merek adalah sebagai berikut.
Merek dikenal oleh masyarakat luas.
Merek menambah citra dari penggunanya.
Merek memiliki ciri khas yang berbeda dengan merek lain
Menurut (Rudianto, 2018) menyatakan bahwa citra merek memiliki 3 Indikator
yaitu:
Citra Perusahaan (Corporate Image) merupakan sekumpulan asosiasi yang
dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk atau
jasa.
Citra Pemakai (User Image) merupakan sekumpulan asosiasi yang di
persepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan suatu barang atau
jasa.
Pengertian Brand Image
Brand Image adalah persepsi konsumen tentang suatu merek sebagai
refleksi dari asosiasi yang ada pada pikiran konsumen, Brand Image itu sendiri
memiliki arti kepada suatu pencitraan sebuah produk dibenak konsumen secara
massal. Brand Image yang baik akan mudah meyakinkan dan menambah preferensi
terhadap suatu merek, jika image merek sudah dibentuk dengan baik, maka
konsumen akan semakin lebih mudah dalam memutuskan pembelian produk.
(Isoraite, 2018), menjelaskan bahwa Brand Image membentuk nilai yang
membantu konsumen dalam mencerna informasi, membedakan merek yang satu
dengan lainnya, meningkatkan hasrat untuk membeli, memberi perasaan positif,
maupun menyuplai basis untuk ekstensi.
Brand Image adalah “an impression created by brand messages and
experiences and assimilated into a perception of impression of the brand.” yang
artinya, suatu kesan yang diciptakan oleh pesan brand dan pengalaman yang di
asimilasi ke sebuah persepsi atau kesan dari brand itu sendiri. Menurut (Ilmi et al.,
2020), bahwa brand image merupakan penggambaran dari keseluruhan persepsi
atau penilaian terhadap merek dan bentuk dari informasi produk dan riwayat
perkembangan produk terhadap merek tersebut.
Indikator Brand Ambassador
Menurut (Rahmawati, S. E., & MM, 2022) Brand Ambassador adalah
aktivitas selebriti yang mengatasnamakan organisasi dengan tujuan untuk
memperkenalkan perusahaan dan produknya, membujuk/meyakinkan masyarakat
untuk membeli dan meningkatkan citra perusahaan, brand ambassador dapat
dijadikan sebagai acuan bagi masyarakat dalam menilai kualitas suatu merek dalam
perusahaan.
Dalam pemilihan Brand Ambassador, perusahaan sebaiknya
memperhatikan kualitas sang Brand Ambassador. indikator Brand Ambassador
dapat diukur dengan :
- Brand Ambassador Congruence
Brand Ambassador Congruence merupakan adanya kesesuaian (kecocokan)
antara selebriti dengan brand, yang menjadi konsep inti dari brand ambassador.
Tingkat kesesuaian antara selebriti dengan brand merupakan salah satu kriteria
utama dalam memilih brand ambassador. - Brand Ambassador Credibility
Brand ambassador credibility merupakan faktor penting dalam keberhasilan
dan kekuatan sebuah brand, yang merupakan aspek lengkap dari diplomasi
publik. Dalam pemasaran, diplomasi publik merupakan seni dan praktik
negosiasi atau bertindak sebagai komunikator seorang brand ambassador yang
mewakili sebuah Brand, dengan tujuan untuk memperkuat hubungan brand
perusahaan dengan pelanggan dan pesaing dengan memajukan kepentingan
yang menjadi tanggung jawabnya. - Brand Ambassador Attractiveness
Brand ambassador attractiveness merupakan daya tarik penampilan fisik
maupun non fisik yang dapat mempromosikan suatu produk. Brand
Ambassador yang menarik secara fisik terbukti lebih berhasil dalam
mempengaruhi kepercayaan konsumen yang kurang tertarik. - Brand Ambassador Power
Brand Ambassador power merupakan karisma yang dipancarkan oleh brand
ambassador untuk mendorong konsumen agar terpengaruh untuk membeli atau
menggunakan produk. Kekuatan persuasi atau bujukan yang dipancarkan oleh
selebriti (as brand ambassador) terhadap suatu produk berbeda-beda antara satu
selebriti dengan yang lainnya.
Menurut (Lengkong, M. A., Priyowidodo, G., & Joanne Tjahyana, 2022).
Indikator brand ambassador menggunakan model VisCAP antara lain : - Visibility
- Credibility
- Attraction
- Power
Fungsi Brand Ambassador
Menurut (Firmansyah, 2019) Brand Ambassador memiliki fungsi tersendiri
bagi perusahaan. Brand Ambassador merupakan orang–orang terkenal yang
digunakan untuk mempromosikan produk mereka yang berfungsi untuk :
- Memberikan kesaksian (testimonial)
- Memberikan dorongan dan penguatan (endorsement)
- Bertindak sebagai aktor dalam topik (iklan) yang diwakilinya.
- Bertindak sebagai juru bicara perusahaan.
Manfaat Brand Ambassador
Pemilihan Brand Ambassador umumnya dilatarbelakangi oleh citra yang
positif dari sang brand ambassador, sehingga brand ambassador dapat mewakilkan
citra sebuah Pemilihan brand ambassador biasanya dilatar belakangi oleh citra
positif brand ambassador dan dapat mewakili citra keseluruhan merek atau produk.
Menurut (Lea-Greenwood, 2012), manfaat Brand Ambassador sebagai berikut :
- Press coverage Brand Ambassador membantu konsumen menekan mereka
untuk membentuk citra merek mereka. - Changing perceptions of the brand Brand Ambassador dapat mengubah merek
dipersepsikan. Dengan menggunakan brand ambassador yang efektif,
perusahaan dapat mendukung citra dan pengakuan merek dari merek atau
produk. - Attracting new costumers Untuk perusahaan brand ambassador berperan
penting dalam menarik minat konsumen agar menggunakan produk mereka.
Untuk melakukan ini, perusahaan harus melakukan keseuaian dalam memilih
brand ambassador dengan target konsumen. - Freshening up an exiting campaign Adakalanya konsumen menjadi kurang
memperhatikan atau melupakan slogan atau tagline yang diusung perusahaan.
Dengan adanya brand ambassador konsumen akan lebih mudah mengingat
slogan atau tagline perusahaan.
Pengertian Brand Ambassador
Pada saat ini, menggunakan bantuan brand ambassador sebagai media
promosi untuk menarik perhatian konsumen terhadap produk atau jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan merupakan hal yang sudah wajar. Pemakaian brand
ambassador dimaksudkan untuk menyatakan identitas suatu perusahaan
berdasarkan penampilan, sikap, nilai-nilai dan etika perusahaan. Brand
Ambassador adalah pendukung iklan atau disebut juga juru bicara produk yang
dipilih dari orang terkenal yang mempunyai penampilan menarik untuk menarik
perhatian dan mempengaruhi ingatan konsumen. Brand Ambassador biasanya
digunakan dari kalangan selebriti atau orang-orang populer lainnya yang mampu
mendukung iklan produk yang sedang dipromosikan. Brand Ambassador
merupakan upaya perusahaan dalam menggunakan selebriti sebagai ikon untuk
menyampaikan citra terbaik produk yang hendak disampaikan sehingga konsumen
tertarik untuk mengkonsumsi produk tersebut.
Menurut (Varley, R., 2019) brand ambassador merupakan sebuah alat yang
digunakan oleh perusahaan untuk menyalurkan dan menghubungkan kepada publik
mengenai produk yang dimiliki oleh perusahaan agar penjualan produk tersebut
dapat meningkat
Perilaku Konsumen
Menurut (Kotler dan Keller, 2020) Perilaku konsumen adalah studi tentang
bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan
dan bagaimana barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan
dan keinginan mereka. Menurut (Setiadi, J.n., 2019) Perilaku konsumen
merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi
dan menghabiskan produk atau jasa termasuk proses keputusan yang mendahului
dan menyusuli tindakan ini.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran merupakan gabungan dari beberapa variabel pemasaran
yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk
maupun jasa. Selain itu, bauran pemasaran berguna agar perusahaan dapat
melakukan perencanaan pemasaran dengan baik, seperti mengetahui kualitas
produk yang akan dijual, lokasi yang akan dijadikan tempat suatu bisnis, observasi
mengenai harga pasaran produk dan melakukan kegiatan promosi yang baik dan
benar (Alimin, E., 2022).
Konsep Pemasaran
Menurut (Assauri, 2017), bahwa konsep dari pemasaran yaitu suatu falsafah
manajemen dalam bidang marketing yang berorientasi kepada kebutuhan dan
keinginan dari konsumen serta didukung oleh kegiatan pemasaran terpadu yang
diarahkan untuk dapat memberikan kepuasan sebagai kunci keberhasilan dari
organisasi dalam usahanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menurut (William, 2017) menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah
mendistribusikan barang-barang yang memuaskan keinginan dan jasa baik kepada
konsumen saat ini maupun konsumen potensial.
(Kotler, P., & Keller, 2018) menyatakan bahwa manajemen pemasaran
merupakan seni dan ilmu pengetahuan dalam pemilihan target pasar dan
membangun hubungan yang menguntungkan dengan mereka.
Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan
meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan,
mengantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul. Menurut
(Assauri, 2018) menjelaskan bahwa manajemen pemasaran merupakan kegiatan
menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan perusahaan
untuk menghasilkan keuntungan.
Menurut (Sudarsono, 2020), manajemen pemasaran adalah proses
perencanaan, pelaksanaan (yang meliputi pengorganisasian, pengarahan, dan
koordinasi) operasi pemasaran di dalam perusahaan untuk mencapai tujuan
organisasi secara efisien dan efektif. Tentu saja dalam fungsi manajemen
pemasaran terdapat kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk
mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh
seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang
harus dihadapi. Menurut (Kotler dan Keller, 2016), manajemen pemasaran
merupakan pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan
konsumen dengan menciptakan dan memberikan kualitas penjualan yang baik
Pengertian Pemasaran
Pemasaran didefinisikan sebagai suatu proses dan manajerial yang membuat
individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan mereka
inginkan dengan cara menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang
bernilai kepada pihak lain. bisa juga diartikan bahwa pemasaran di dalam
manajemen pemasaran merupakan segala kegiatan yang menyangkut penyampaian
produk atau jasa, mulai dari produsen sampai ke konsumen. peran pemasaran saat
ini tidak hanya untuk menyampaikan produk dan jasa sampai ke tangan konsumen,
tetapi juga bagaimana memberikan kepuasan pada pelanggan. Artinya, secara
berkelanjutan pemasaran ini selain jasa dan produk yang dibuat sampai ke tangan
konsumen, produsen juga harus berperan dalam memberikan kepuasan secara
berkelanjutan, sehingga keuntungan bisnis atau perusahaan tersebut dapat kembali
diperoleh karena terjadinya pembelian yang berulang.
Tujuan dari dilakukannya pemasaran di dalam manajemen pemasaran adalah
untuk menarik pelanggan baru dengan menciptakan suatu produk yang sesuai
dengan bagaimana cara menjanjikan nilai superior, bagaimana cara menetapkan
tepat. selain itu, pemasaran juga dilakukan untuk mempromosikan secara efektif
guna mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan cara tetap memegang
prinsip kepuasan pelanggan yang paling utama.
Menurut (Kotler, P., 2018) yaitu: “The process by which companies create
value for customers and build strong customer relationships in order to capture
value from customers in return”. Menurut (Tjiptono dan Diana, 2019), pemasaran
adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan
harga barang atau jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang
memutuskan dengan para pelanggan dan untuk membangun dan mempertahankan
relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan dalam lingkungan yang
dinamis.
Menurut (Sunyoto, 2019), pemasaran adalah kegiatan manusia yang
bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melalui proses
pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Menurut
(Laksana, M, 2019) pemasaran adalah bertemunya penjual dan pembeli untuk
melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa. sehingga pengertian pasar
bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi lebih kepada aktivitas atau kegiatan
pertemuan penjual dan pembeli dalam menawarkan suatu produk kepada
konsumen
Pengertian Daya Tarik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daya tarik memiliki arti
kemampuan menarik (memikat) perhatian. Berdasarkan pengertiannya
yang lain, daya tarik merupakan kekuatan yang dapat memikat perhatian,
sehinggaseseorang mampu mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh
dari media komunikasi. Daya tarik sangat berperan untuk mendapatkan
perhatian dari komunikan, maka dari itu sangatlah penting bagi sebuah
perusahaan ataupunorganisasi untuk merancang daya tarik tertentu dalam
setiap produk ataupun program yang dibuatnya, daya tarik yang dirancang
secara matang dapat menjadi senjata yang ampuh untuk membuat suatu
produk ataupun program menjadi digemari oleh sasaran atau khalayak.
Menurut Effendy, (1989:181) daya tarik merupakan kekuatan atau
penampilan komunikator dalam memikat perhatian, sehingga seseorang
mampu untuk mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh dari media
komunikasi. Sedangkan menurut ( As’ad,1992:89) daya tarik adalah sikap
yang membuat orang senang akan objek situasi atau ide – ide tertentu. Hal
ini diikuti oleh perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari objek
yang disenanginya itu. Phillip Kotler dalam Sindoro menyatakan bahwa
daya tarik isi pesan meliputidaya tarik rasional, daya tarik emosional dan
daya tarik moral ;
- Daya Tarik Rasional
Daya tarik rasional berfungsi untuk membangkitkan kepentingan
diri tiap individu. Daya tarik ini menunjukan bahwa kegiatan
tersebut menghasilkan manfaat atau kegunaan. - Daya Tarik Emosional
Daya tarik emosional merupakan suatu usaha untuk
membangkitkanmotivasi terhadap suatu kegiatan atau produk, emosi
tersebut dapat berupaemosi positif maupun negatif yang akan
memotivasi audience untukmendapatkan kepuasan. Daya tarik
emosional positif dapat berupa humor,cinta, kebanggaan, dan
kebahagiaan. Sedangkan daya tarik emosional negatif seperti rasa
takut, rasa bersalah dan malu. - Daya Tarik Moral
Daya tarik moral di arahkan pada perasaan seseorang tentang apa
yang benar dan tepat, sehingga sering digunakan untuk mendorong
orang mendukung masalah-masalah sosial ( Sindoro, 1996: 81).
Konsep Marketing Mix
Konsep Marketing Mix adalah suatu konsep yang digunakan untuk
mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai elemen
pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Konsep ini
dikembangkan oleh, (Kotler et al., 2016) :
- Produk (Product);
Persaingan di pasar yang semakin ketat memaksa perusahaan
untuk mengupayakan produk yang ditawarkan kepada pasar
memiliki kualitas yangbaik, unggul dibandingkan produk lain
dan sesuai kebutuhan pasar. Konsumen semakin banyak
memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan
keputusan untuk melakukan pembelian dengan
mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulan
produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum
memutuskan untuk membeli. Dari faktor- faktor tersebut,
keunggulan produk termasuk ke dalam pertimbangan utama
sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk
merupakan salah satufaktor penentu dari kesuksesan produk
baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan jumlah
penjualan produk (Tjiptono, 2008). - Harga (Price);
Yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang nantinya akan
didapatkan konsumen pasar. Harga adalah sejumlah uang yang
dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
produk dan pelayanannya. Dari definisi di atas dapat diketahui
bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan
yang diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan
pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang
hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa
meningkatkan penjualan, mempertahankan market share,
mempertahankanstabilitas harga, mencapai laba maksimum dan
sebagainya (Engel, J; Blackwell R, 2004). - Tempat (Place);
Kualitas tempat suatu produk memiliki lokasi yang strategis,
mudah dijangkau oleh konsumen, dengan kenyamanan dan
keamanan yang tinggi. Lokasi seringkali ikut menentukan
kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannya dengan
pasar potensial sebuah perusahaan. Keputusan pemilihan lokasi
berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspekaspek yang sifatnya kapital intensif, maka perusahaan benarbenar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang
responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan
persaingan di masa mendatang (Tjiptono, 1996). - Promosi (Promotion);
Dilakukan melalui berbagai cara salah satunya melalui iklan,
brosur, media sosial, atau event yang nantinya akan
meningkatkan daya tarik konsumen. Promosi adalah suatu bentuk
komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitaspemasaran yang
berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk,
dan/atau meningatkan pasar sasaran atas perusahaan dan
produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada
produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono,
2007). - Orang (People);
Pada elemen ini dapat diartikan menjadi tenaga kerja yang
diberikan profesional, ramah, dan mampu memberikan
pelayanan yang baik kepada konsumen. Terdapat empat kriteria
peranan atau pengaruh dari aspek people yang mempengaruhi
pelanggan, yaitu peran: Contractors: people disini berinteraksi
langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering
dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
Modifier: people tidak secara langsung mempengaruhi
konsumen tetapi cukup sering berhubungan dengan konsumen,
misalnya: repsionis. Influencers: people mempengaruhi
konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi tidak secara
langsung kontak dengan konsumen. Isolated: people tidak
secara langsung ikut serta dalam marketing mix dan juga tidak
sering bertemu dengan konsumen. Misalnya: karyawan bagian
administrasi penjualan, SDM dan data processing Lupiyoadi
(2001:63). - Proses (Process);
Memperhatikan proses pembelian dan pengelolaan produk
yang efektif dan efisien untuk para konsumen. Proses dapat
dibedakan dalam dua cara, yaitu: Complexity, dalam hal ini
berhubungan dengan langkah-langkah dantahap dalam proses.
Divergence, berhubungan dengan adanya perubahan dalam
langkah tahap proses. Obyek utama dari pemasaran adalah
mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pasar. Oleh
karena itu jasa harus didesain untuk memenuhi keinginan
tersebut. Desain jasa tersebut disampaikan. Proses
mencerminkan bagaimana semua elemen marketing mix
dikoordinasikan untuk menjamin kualitas dan konsistensi jasa
diberikan kepada pelanggan. Dengan demikian, pemasar harus
dilibatkan ketika desain proses jasa dibuat, karena pemasar juga
sering terlibat dalam pengawasan kualitas jasa Lupiyoadi
(2001:64). - Bukti Fisik (Physical evidence);
Memberikan fasilitas dan sarana yang memadai dan dapat
memberikan kenyamanan dan keamanan konsumen.
Perusahaan melalui tenaga pemasarnya menggunakan tiga cara
dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai
berikut: An attention-creating medium. Perusahaan jasa
melakukan diferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana
fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target
pasarnya. As a message-creating medium. Menggunakan simbol
atau isyarat untukmengkomunikasikan secara intensif kepada
audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa. As
effect-creating medium. Baju seragam yang berwarna, bercorak,
suara dan desain untuk menciptakan sesuatu yang lain dari
produk jasa yang ditawarkan (Hurriyati, 2005:64).
Pengertian Marketing Mix
Marketing mix atau juga dikenal dengan istilah marketing mix mengacu
pada serangkaian tindakan, atau strategi yang digunakan oleh perusahaan
untuk mempromosikan jasa atau produk yang mereka jual di pasar. Konsep
pemasaran ini pada awalnya memiliki 4 elemen utama yang dikenal dengan
istilah konsep marketing 4P yaitu Product, Price, Place, dan Promotion.
Namun seiring dengan perkembangan strategi pemasaran, konsep marketing
mix ini diperluas sehingga menjadi 7P yaitu dengan tambahan People,
Process, Physical Evidence. Dengan mengimplementasikan ketujuh elemen
tersebut maka suatu jasa atau produk dapat diterima dengan baik oleh target
market yang sudah ditentukan. Setiap usaha tentunya sudah memiliki
strategi pemasarannya masing-masing. Hal ini dilakukan agar usaha yang
dijalankan mampu berjalan dengan baik serta dapat bertahan dipasaran.
Dalam membuat suatu strategi pemasaran, pasti tidak akan asing dengan
istilah marketing mix.
Menurut (Kotler dan Amstrong, 2014:76) marketing mix yaitu “The
marketing mix is the set of tactical marketing tools that the firm blends to
produce the response it wants in the target market”. Yang di definisikan
yaitu marketing mix adalah seperangkat alat pemasaran bahwa perusahaan
memadukan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar
sasaran. Dengan menerapkan elemen 7P dalam marketing mix, dapat
mempermudah perusahaan dalam menjangkau target pasar mereka. Dengan
begitu, perusahaan akan menemukan strategi yang tepat untuk bisnis
mereka.
Fungsi Manajemen Pemasaran
Fungsi manajemen pemasaran saling berkaitan dan saling
mendukung untuk mencapai tujuan pemasaran. Perencanaan
pemasaran memberikan arah dan tujuan bagi kegiatan pemasaran.
Implementasi pemasaran memastikan bahwa kegiatan pemasaran
dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pengawasan pemasaran
mengukur dan mengevaluasi kinerja pemasaran untuk memastikan
bahwa tujuan pemasaran tercapai. Menurut Aditama (2020), fungsi
manajemen pemasaran yaitu:
- Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah proses yang mendefinisikan tujuan dari
organisasi, membuat strategi yang akan digunakan untuk
mencapai tujuan dari organisasi, serta mengembangkan rencana
aktivitas kerja organisasi. - Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan
penyusuan atau alokasi sumber daya organisasi dalam bentuk
desain organisasi atau struktur organisasi sesuai dengan tujuan
perusahaan yang tertuang di dalam visi dan misi perusahaan,
sumber daya organisasi, dan lingkungan bisnis perusahaan
tersebut. - Pelaksanaan (Actuating)
Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. - Kontrol/Evaluasi (Controlling)
Adalah salah satu fungsi manajemen untuk melakukan kontrol
atau evaluasi terhadap kinerja orientasi
Tujuan Manajemen Pemasaran
Tujuan pemasaran sendiri yang paling utama yakni bukan hanya
mencari laba akan tetapi memberi kepuasan kepada konsumen, dan
tujuan yang lain yakni untuk mencari keseimbangan pasar antara
para pembeli dan penjual dipasar, mendistribusikan barang maupun
jasa dari produsen ke konsumen. Pemasaran juga menjadi proses
yang dilakukan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pelanggan
dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan
tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan. Pemasaran
perusahaan melibatkan serangkaian proses menciptakan,
mengkomunikasikan, menyampaikan dan mempertukarkan tawaran
yang bernilai bagi pelanggan maupun masyarakat umum. Menurut
Aditama (2020) tujuan manajemen pemasaran yaitu sebuah
perusahaan dibangun dengan suatu tujuan yang hendak dicapai oleh
seluruh anggota organisasi, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang tujuan tersebut yaitu:
1) Kelangsungan hidup usaha.
Pemasaran yang baik akan meningkatkan perusahan dalam
jangka waktu yang tidak terbatas di masa depan.
2) Keuntungan yang maksimal.
Dengan manajemen pemasaran yang baik perusahaan akan
mendapatkan keuntungan sesuai dengan visi dan misi
perusahaan.
3) Pertumbuhan yang berlangsung.
Suatu kemampuan perusahaan untuk meningkatkan ekonomi
perusahaan secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk
industri yang sama.
4) Penyediaan lapangan kerja.
Dengan peningkatan ekonomi dan permintaan terhadap
perusahaan, maka perusahaan akan menciptakan lapangan
pekerjaan untuk menambah jumlah karyawan dalam memenuhi
kebutuhan konsumen.
5) Investasi dan pengembangan usaha, dan sebagainya.
Mengembangkan investasi atau aset lain agar memberikan
keuntungan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan
tertentu.
Pengertian Manajemen Pemasaran
(Kinner& Bernhard, 2006:6) menyatakan “Marketing management
is the analysis, planning implementation and control if marketing
decision in the area ofproduct offering, distribution, promotion and
princing.” Yang memiliki arti manajemen pemasaran adalah analisis,
perencanaan pelaksanaan dan pengendalian keputusan pemasaran di
bidang penawaran produk, distribusi, promosi dan penetapan harga.
Jika membicarakan tentang manajemen pemasaran, hal yang sangat
sulit untuk dipertahankan ialah loyalitas konsumen atau membuat
konsumen agar selalu menggunakan barang atau jasa yang diberikan
oleh suatu perusahaan. Hakikat pemasaran ialah sebagai suatu
kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu
dapat diterima dan disenangi oleh pasar. Semua kegiatan pemasaran
ditujukan agar produknya dapat diterima dan kemudian disenangi
oleh pasar.
Definisi manajemen pemasaran menurut Sudarsono (2020),
manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan,
mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan,
mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan
kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan
organisasi secara efisien dan efektif.
Sedangkan menurut Astuti dan Amanda (2020), manajemen
pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih,
mempertahankan serta menumbuhkan pelanggan dengan
menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai
pelanggan yang unggul. Pemasaran adalah sebuah proses
kemasyarakatan di mana individu dan kelompok memperoleh apa
yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan secara bebas mempertemukan produk dan jasa yang
bernilai dengan orang lain. Dari beberapa definisi diatas maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa manajemen pemasaran adalah sebuah seni
atau ilmu untuk menganalisis, merencanakan, mengatur dan
mengelola suatu program kegiatan yang telah dirancang untuk
menciptakan, membangun hubungan dan memelihara pertukaran yang
menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan
perusahaan.
Peranan Pembeli (Buying Roles)
Djaslim Saladin (2005:17) menjelaskan bahwa faktor pendorong yang
sangat kuat dalam pengambil keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh
sejumlah orang memiliki keterlibatan dalam keputusan pembelian. Dan orang
yang memiliki keterlibatan dalam keputusan pembelian adalah sebagai berikut :
- Pengambil Inisiatif (Initiator), ialah orang yang pertama menyarankan gagasan
membeli. - Orang yang mempengaruhi (influencer), ialah orang yang memberikan informasi
dan pengaruh tentang bagaimana kebutuhan dan keinginan dapat dipenuhi. - Pengambil keputusan (decider), ialah orang yang akhirnya memilih alternative yang
akan memenuhi kebutuhan dan keinginan. - Pembelli (buyer), ialah orang yang akan melakukan pembelian yang sebenarnya.
- Pemakai (user), ialah pemakai akhir atau konsumen aktual.
- Penilai (evaluator), ialah orang yang memberikan umpan balik tentang kemampuan
produk yang dipilih dalam memberikan kepuasan.
Keputusan Pembelian
Konsumen mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena
kelangsungan hidup suatu perusahaan ditentukan oleh konsumen. Apabila sebuah
perusahaan memiliki jumlah konsumen yang melakukan pembelian memiliki nilai
yang besar maka kemajuan perusahaan tersebut akan semakin pesat. Beberapa hal
yang diperhatikan atau dipelajari apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli,
bagaimana mereka membeli, kapan mereka membeli, dimana mereka membeli dan
seberapa sering mereka membeli.
Proses keputusan konsumen bukanlah berakhir dengan pembelian, namun
berlanjut hingga pembelian tersebut menjadi pengalaman bagi konsumen dalam
menggunakan produk yang dibeli tersebut. Pengalaman itu akan menjadi bahan
pertimbangan untuk pengambilan keputusan pembelian di masa depan (Ma’ruf,
2005:14).
Promosi (Promotion)
Promosi merupakan elemen yang penting dalam sebuah perusahaan, dengan
adanya kegiatan promosi maka perusahaan dapat memperkenalkan suatu produk
atau jasa kepada konsumen, dengan demikian konsumen akan mengetahui adanya
suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Fungsi promosi
dalam sebuah perusahaan adalah untuk mencapai tujuan komunikasi dengan para
konsumen. Promosi berperan dalam menghasilkan penyampaian informasi yang
baik kepada konsumen akan manfaat dan kelebihan suatu produk atau jasa,
sehingga dapat mempengaruhi benak konsumen tersebut.
Menurut Swastha dan Irawan (2002:15) “Promosi adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa untuk
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang
potensial”.
Fandy Tjiptono (2008:219) mengungkapkan bahwa pengertian promosi
yaitu “Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program
pemasaran untuk memberikan informasi mengenai adanya suatu produk”.
Lokasi/Saluran Pemasaran (Place)
Menurut Michael J. Etzel dalam Danang Sunyoto (2013:27)
mendefinisikan bahwa saluran pemasaran/saluran distribusi adalah:
Saluran distribusi terdiri dari serangkaian lembaga yang melakukan semua kegiatan
yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari
produsen ke konsumen akhir atau pemakai bisnis ( A distribution channel consist of
the set of people and firms involved in the flow onf title to a product as it moves from
producer to ultimate customer or business user )
Menurut Suhardi Sigit dalam Danang Sunyoto (2013:27) mendefinisikan
bahwa saluran pemasaran/saluran distribusi adalah:
Saluran distribusi adalah perantara – perantara, para pembeli dan penjual yang
dilalui oleh perpindahan barang baik fisik maupun perpindahan milik sejak dari
produsen hingga ke tangan konsumen. Suastu perusahaan didalam mendistribusikan
barangnya dapat menggunakan salah satu atau lebih dari cara penyaluran. Bagi
perusahaan yang baru saja berdiri memilih saluran distribusi merupakan pekerjaan
yang tidak mudah, karena baru masuk pasar. Sedangkan bagi perusahaan yang
sudah berjalan dengan saluran – saluran distribusi tertentu, masih harus tetap
waspada dan mengawasi aparat – aparat distribusinya.
Menurut The American Marketing Association (AMA) mendefinisikan
bahwa “saluran pemasaran merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang
– barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai pada pemakai”
Harga (Price)
Kotler dan Armstrong, (2010:314) mengungkapkan bahwa “Harga adalah
sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai
yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan
produk atau jasa tersebut.
Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang dapat menghasilkan
pendapatan melalui penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menetapkan
harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen tertarik dan mau
membeli produk yang ditawarkan agar perusahaan mendapatkan keuntungan.
Berikut ini adalah beberapa pengertian harga menurut beberapa sumber:
- Menurut Tjiptono (2007:151), harga merupakan satuan moneter atau
ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar
memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. - Menurut Basu Swastha (2010:147), harga adalah jumlah uang (ditambah
beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. - Menurut Kotler dan Keller (2009:67), harga adalah salah satu elemen
bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, harga merupakan
elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan, fitur
produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu.
Harga memainkan peranan penting bagi perekonomian secara makro,
konsumen, dan perusahaan, yaitu (Fandy Tjiptono, 2008:471): - Bagi Perekonomian
Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga
merupakan regulator dasar dalam sistem perekonomian, karena harga
berpengaruh terhadap alokasi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja,
tanah, modal, dan kewirausahaan. - Bagi Konsumen
Mayoritas konsumen agak sensitif terhadap harga, namun juga
mempertimbangkan faktor lain (seperti citra, merek, lokasi toko, layanan,
nilai (value) dan kualitas). Selain itu, persepsi konsumen terhadap kualitas
produk sering kali dipengaruhi oleh harga. Dalam beberapa kasus, harga
yang mahal dianggap mencerminkan kualitas tinggi, terutama dalam
kategori specialty products. - Bagi Perusahaan
Harga produk adalah determinan utama bagi permintaan pasar atas produk
bersangkutan. Harga memengaruhi posisi bersaing dan pangsa pasar
perusahaan. Dampaknya, harga berpengaruh pada pendapatan dan laba
bersih perusahaan. Singkat kata, perusahaan mendapatkan uang melalui
harga yang dibebankan atas produk atau jasa yang dijualnya.
Menurut Kotler dan Keller (2012:411), perusahaan dapat mengharapkan
salah satu dari lima tujuan utama melalui penetapan harga, yaitu: bertahan hidup
(survival), laba saat ini yang maksimum (maximum curent profit), pangsa pasar
yang maksimum (maximum market share), pemerahan pasar yang maksimum
(maximum market skimming), pemimpin dalam kualitas (product quality
leadership), dan tujuan lain (other objectives).
Sedangkan tujuan penetapan harga menurut Djaslim Saladin (2003:95)
antara lain: - Maksimalisasi keuntungan, yaitu untuk mencapai maksimalisasi
keuntungan bagi perusahaan. - Merebut pangsa pasar. Dengan harga rendah, maka pasar akan dikuasai,
sayaratnya: a) pasar cukup sensitif terhadap harga. b) biaya produksi dan
distribusi turun jika produksi naik. c). Harga turun, pesaing sedikit. d).
Penetapan laba untuk pendapatan maksimal. - Memperoleh hasil yang cukup agar uang kas cepat kembali.
- Penetapan harga untuk sasaran berdasarkan target penjualan dalam periode
tertentu. - Penetapan harga untuk promosi. Penetapan harga untuk suatu produk
dengan maksud untuk mendorong penjualan produk-produk lain. - Penetapan harga yang tinggi. Jika ada sekelompok pembeli yang bersedia
membayar dengan tinggi terhadap produk yang ditawarkan maka
perusahaan akan menetapkan harga yang tinggi walaupun kemudian harga
itu akan turun
Tingkatan Produk
Produk dapat dibagi menjadi lima tingkatan, yaitu :
a. Manfaat dasar dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen.
b. Bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indera.
c. Serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan
oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan
usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk
dimasa datang.
Dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar perlu memahami
lima tingkatan produk, yaitu (Fandy Tjiptono, 1999:96-97):
a. Produk utama atau inti (core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya
dibutuhkan dan akan dikonsumsi pelanggan setiap produk.
b. Produk generic, produk dasar yang memenuhi fungsi produk paling
dasar/rancangan produk minimal dapat berfungsi.
c. Produk harapan (expected product) yaitu produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan dan
disepakati untuk dibeli.
d. Produk pelengkap (equipmented product) yaitu berbagai atribut produk
yang dilengkapi/ditambahi berbagai manfaat dan layanan sehingga dapat
menentukan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk asing.
e. Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang
mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa yang akan datang.
Klasifikasi Produk
Menurut Kotler (2000:45l), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa
kelompok:
- Berdasarkan wujudnya
Produk berdasarkan wujudnya dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok
utama, yaitu:
a. Barang
Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba
atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik
lainnya.
b. Jasa
Jasa merupakan aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk
dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon
kecantikan, hotel dan sebagainya. - Berdasarkan daya tahan
Produk berdasarkan aspek daya tahan dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu:
a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis
dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain,
umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu
tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng, dan sebagainya.
b. Barang tahan lama (durable goods)
Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa
bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk
pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya: lemari es, mesin
cuci, pakaian dan lain-lain.
Komponen Bauran Pemasaran
Adapun pengertian yang dijadikan indikator dari bauran pemasaran (4P)
menurut Basu Swastha dan Irawan (2005:449) adalah sebagai berikut:
- Produk
Produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diaraba
maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, prestise
perusahaan dan pngecer, pelayanan perusahaan dan pengecer,
ynag diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau
kebutuhannya. - Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambah produk kalau mungkin)
yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
produk berserta pelayanannya. - Promosi
Promosi adalah arus informasi persuai satu arah yang dibuat
untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan
yang menciptakan pertukaran dalm pemasaran. - Tempat/distribusi
Terdiri dari seperangkat lembaga yang digunakan untuk
menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari produsen ke
konsumen.
Pengertian Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan suatu perangkat yang akan menentukan
tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan, dan semua ini di tunjukan untuk
memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih. Pada
hakekatnya bauran pemasaran (marketing mix) adalah mengelola unsur-unsur
marketing mix supaya dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
dengan tujuan dapat menghasilkan dan menjual produk dan jasa yang dapat
memberikan kepuasan pada pelanggan dan konsumen.
Kotler (2000:18) mendefinisikan bauran pemasaran adalah seperangkat
alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran di
dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran merupakan variabel-variabel terkendali
yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dari segmen
pasar tertentu yang dituju perusahaan.
Basu Swastha dan Irawan (2005:78) mengatakan bahwa “Bauran
pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan
yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, stuktur
harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi”
Pengertian Manajemen Pemasaran
Sebuah usaha akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh kegiatan
pemasaran yang tepat, namun kegiatan pemasaran tidak akan berjalan dengan baik
dan tepat apabila tidak didukung dengan adanya kegiatan manajemen pemasaran
yang baik dan tepat pula.
Philip Kotler dan Amstrong (2002:14) mengemukakan bahwa
“Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan
maksud untuk mencapai sasaran organisasi”.
Fandy Tjiptono (2002:16) mengungkapkan bahwa: Manajemen
pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penentuan harga,
promosi dan distribusi barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran
dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.
Konsep dan Filosofi Pemasaran
Konsep pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009:20) “Konsep
pemasaran beranggapan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah
menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam menciptakan, menghantarkan, dan
menkomunikasikan nilai pelanggan yang lebih baik kepada pasar sasaran yang
dipilih”.
Sedangkan konsep inti pemasaran menurut Kotler dan Amstrong
(2012:30) ada 5 (lima) konsep inti, yaitu:
- Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan (Needs, Wants and Demand)
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus ada
sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar (alasan) berusaha.
Keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas kebutuhan yang spesifik
akan kebutuhan. Permintaan adalah keinginan akan produk tertentu yang
didukung kemampuan dan kesediaan untuk membayar dan membeli. - Penawaran Pasar-Produk, Pelayanan, dan Pengalaman (Market Offeringsproduct, Services, and Experiences)
Penawaran pasar merupakan beberapa kombinasi dari produk, pelayanan,
informasi, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi
kebutuhan atau keinginan mereka. - Nilai Pelanggan dan Kepuasan (Customer Value and Satisfaction)
Nilai pelanggan dilihat sebagai kombinasi antara mutu, jasa, dan harga
(quality, service, and price) yang mencerminkan manfaat dan biaya berwujud
dan tak berwujud bagi kosumen. Kepuasan merupakan penilaian seseorang
dari kinerja yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan harapannya. - Pertukaran dan Hubungan (Exchanges and Relationships)
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh sebuah objek yang diinginkan
dari sesesorang dengan menawarkan suatu sebagai imbalan. Pemasaran
terdiri dari tindakan yang diambil untuk membangun dan memelihara
hubungan transaksi dengan target pembeli, pemasok, dan penyalur yang
melibatkan produk, pelayanan, ide, atau benda lainnya. - Pasar (Market)
Pasar merupakan kumpulan semua pembeli sebenarnya dan potensial yang
memiliki kebutuhan atau keinginan akan produk atau jasa tertentu yang sama,
yang bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan tertentu.
Pengertian Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan aktivitas penting bagi perusahaan dan merupakan
sistem keseluruhan dari kegiatan usaha. Pemasaran tidak hanya berorientasi pada
kegiatan menjual produk saja namun pemasaran memiliki tujuan yang lebih luas
yaitu untuk merencanakan produk, menentukan harga, mempromosikan, dan
menditribusikan barang atau jasa. Pemasaran merupakan ujung tombak
keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui aktivitas penjualan
barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
Fandy Tjiptono (2002:7) memberikan definisi pemasaran adalah: “Suatu
proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran
segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain.
Philip Kotler (2008:5) mengungkapkan definisi pemasaran bahwa:
“Pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial.
Memenuhi kebutuhan dengan cara mengutungkan”.
Djaslim Saladin (2007:1) mengungkapkan bahwa “Pemasaran adalah
suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,
menentukan harga, promosi, dan mendistribusikan barang – barang yang dapat
memuaskan keinginan dan mencapai pasar serta tujuan perusahaan”.
Pengaruh bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Pembelian
Pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan pembelian konsumen
yang didefinisikan Menurut Basu Swastha (2008:78), Marketing mix adalah
kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan
sistem distribusi.
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:75), Bauran pemasaran merupakan
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus
mencapai tujuan perusahaannya di pasar sasaran.
Zeithaml (2006:29) yang dialihbahasakan oleh M. Yazid menyatakan
keterkaitan elemen-elemen bauran pemasaran dengan keputusan pembelian
sebagai berikut :
Elemen-elemen bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi,
bukti fisik, dan proses merupakan elemen-elemen yang dapat dikontrol oleh
perusahaan, yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan berkomunikasi
dengan pelanggan. Dengan begitu, elemen –elemen bauran pemasatan tersebut akan
mempengaruhi bagaimana pelanggan mengambil tindakan untuk memenuhi
keinginan melalui tahapan dalam proses pembuatan keputusan.
Selanjutnya bauran pemasaran dalam kaitannya dengan keputusan
konsumen yang akhirnya berpengaruh terhadap penjualan menurut Basu Swastha
dan Ibnu Sukotjo (2002:183) sebagai berikut :
“Bahwa penjualan merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena
menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju. Fungsi
penjualan merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutupi ongkosongkos dengan harapan untuk mendapatkan laba. Jika barang-barang diproduksi
atau dibeli untuk dijual, maka harus diusahakan sejauh mungkin agara barang
tersebut dapat terjual. Oleh karena itu perlu adanya berbagai macam cara untuk
memajukan penjualan, dianataranya dengan mengatur bauran pemasaran”
Harga (Price)
Kotler dan Armstrong, (2010:314) mengungkapkan bahwa “Harga adalah
sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai
yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan
produk atau jasa tersebut.
Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang dapat menghasilkan
pendapatan melalui penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menetapkan
harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen tertarik dan mau
membeli produk yang ditawarkan agar perusahaan mendapatkan keuntungan.
Berikut ini adalah beberapa pengertian harga menurut beberapa sumber:
- Menurut Tjiptono (2007:151), harga merupakan satuan moneter atau
ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar
memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. - Menurut Basu Swastha (2010:147), harga adalah jumlah uang (ditambah
beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. - Menurut Kotler dan Keller (2009:67), harga adalah salah satu elemen
bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, harga merupakan
elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan, fitur
produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu.
Tingkatan Produk
Produk dapat dibagi menjadi lima tingkatan, yaitu :
a. Manfaat dasar dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen.
b. Bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indera.
c. Serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan
oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan
usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk
dimasa datang.
Dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar perlu memahami
lima tingkatan produk, yaitu (Fandy Tjiptono, 1999:96-97):
a. Produk utama atau inti (core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya
dibutuhkan dan akan dikonsumsi pelanggan setiap produk.
b. Produk generic, produk dasar yang memenuhi fungsi produk paling
dasar/rancangan produk minimal dapat berfungsi.
c. Produk harapan (expected product) yaitu produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan dan
disepakati untuk dibeli.
d. Produk pelengkap (equipmented product) yaitu berbagai atribut produk
yang dilengkapi/ditambahi berbagai manfaat dan layanan sehingga dapat
menentukan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk asing.
e. Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang
mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa yang akan datang.
Produk (Product)
Swastha dan Irawan, (1990:165) mengungkapkan bahwa “Produk adalah
suatu sifat kompleks, baik dapat diraba maupun tidak diraba, termasuk bungkus,
warna, harga, prestise perusahaan, pelayanan pengusaha dan pengecer, yang
diterima pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan”.
Fandy Tjiptono, (1999:95) mengemukakan bahwa “Produk adalah segala
sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli,
digunakan/dikonsumsi pasar sebagai pemenuh kebutuhan/keinginan pasaryang
bersangkutan”.
Komponen Bauran Pemasaran
Adapun pengertian yang dijadikan indikator dari bauran pemasaran (4P)
menurut Basu Swastha dan Irawan (2005:449) adalah sebagai berikut:
- Produk
Produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diaraba
maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, prestise
perusahaan dan pngecer, pelayanan perusahaan dan pengecer,
ynag diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau
kebutuhannya. - Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambah produk kalau mungkin)
yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
produk berserta pelayanannya. - Promosi
Promosi adalah arus informasi persuai satu arah yang dibuat
untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan
yang menciptakan pertukaran dalm pemasaran. - Tempat/distribusi
Terdiri dari seperangkat lembaga yang digunakan untuk
menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari produsen ke
konsumen.
Menurut Fandy Tjiptono (2005:31) dalam Danang Sunyoto merumuskan
bauran pemasaran jasa menjadi 8P (Product, Price, Promotion, Place, People,
Process, dan Physical Evidence, Customer Service). - Product
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan
untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan
keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik
yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada
pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keingina
tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar
untuk diperhatikan, diperoleh, dan digunakan atau dikonsumsi
untuk dapat memnuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik,
jasa, orang, organisasi dan ide) - Price
Bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis
seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan
tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan.
Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan
seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan
hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen. - Promotion
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu iklan, promosi
penjualan, penjualan tatap muka, dan hubungan masyarakat.
Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh
perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen. - Place
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses
terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk
tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang
memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh
suatu produk. - People
Bagi sebagian besar jasa, orang merupakan unsur vital dalam
bauran pemasaran. Dalam industry jasa, setiap orang merupakan
part-time marketer yang tindakan dan perilakunya memiliki
dampak langsung pada output yang diterima pelanggan. Oleh
sebab itu, setiap organisasi jasa (terutama yang tingkat kontaknya
dengan pelanggan tinggi) harus secara jelas menentukan apa yang
diharapkan dari setiap karyawan dalam interaksinya dengan
pelanggan. - Process
Proses produksi atau operasi merupakan faktor penting bagi
konsumen high-contact service, yang kerapkali juga berperan
sebagai co-producer jasa bersangkutan. Pelanggan restoran
misalnya, sangat terpengaruh oleh cara para staf melayani mereka
dan lamanya menunggu selama proses produksi. - Physical Evidence
Karakteristik intangible pada jasa menyebabkan pelanggan
potensial tidak bias menilai suatu jasa sebelum mengkonsumsinya.
Salah satu unsur penting dalam bauran pemasaran adalah upaya
mengurangi tingkat resiko tersebut dengan jalan menawarkan
bukti fisik dan karakteristik jasa. - Customer Service
Makna layanan pelanggan berbeda antar organisasi. Dalam sector
jasa, layanan pelanggan dapat diartikan sebagai kualitas total jasa
yang dipersepsikan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, tanggung
jawab atas unsur bauran pemasaran ini tidak bias diisolasi haya
pada departemen layanan pelanggan, tetai menjadi perhatian dan
tanggung jawab semua personil produksi, bak yag dipekerjakan
oleh organisasi jasa maupun oleh pemasok. Manajemen kualitas
jasa yang ditawarkan kepada pelanggan berkaitan dengan
kebijakan desain produk dan personalia.
McCarthy dalam Kotler dan Keller (2009:24) mengklasifikasikan
aktivitas – aktivitas ini sebagai sarana bauran pemasaran dari empat jenis yang luas
yang disebutnya sebagai empat P dari pemasaran: produk (product), harga (price),
tempat penjualan (place), dan promosi (promotion).
Pengertian Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan suatu perangkat yang akan menentukan
tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan, dan semua ini di tunjukan untuk
memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih. Pada
hakekatnya bauran pemasaran (marketing mix) adalah mengelola unsur-unsur
marketing mix supaya dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
dengan tujuan dapat menghasilkan dan menjual produk dan jasa yang dapat
memberikan kepuasan pada pelanggan dan konsumen.
Kotler (2000:18) mendefinisikan bauran pemasaran adalah seperangkat
alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran di
dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran merupakan variabel-variabel terkendali
yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dari segmen
pasar tertentu yang dituju perusahaan.
Basu Swastha dan Irawan (2005:78) mengatakan bahwa “Bauran
pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan
yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, stuktur
harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi”
Pengertian Manajemen Pemasaran
Sebuah usaha akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh kegiatan
pemasaran yang tepat, namun kegiatan pemasaran tidak akan berjalan dengan baik
dan tepat apabila tidak didukung dengan adanya kegiatan manajemen pemasaran
yang baik dan tepat pula.
Philip Kotler dan Amstrong (2002:14) mengemukakan bahwa
“Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan
maksud untuk mencapai sasaran organisasi”.
Fandy Tjiptono (2002:16) mengungkapkan bahwa: Manajemen
pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penentuan harga,
promosi dan distribusi barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran
dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.
Konsep dan Filosofi Pemasaran
Konsep pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009:20) “Konsep
pemasaran beranggapan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah
menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam menciptakan, menghantarkan, dan
menkomunikasikan nilai pelanggan yang lebih baik kepada pasar sasaran yang
dipilih”.
Sedangkan konsep inti pemasaran menurut Kotler dan Amstrong
(2012:30) ada 5 (lima) konsep inti, yaitu:
- Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan (Needs, Wants and Demand)
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus ada
sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar (alasan) berusaha.
Keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas kebutuhan yang spesifik
akan kebutuhan. Permintaan adalah keinginan akan produk tertentu yang
didukung kemampuan dan kesediaan untuk membayar dan membeli. - Penawaran Pasar-Produk, Pelayanan, dan Pengalaman (Market Offeringsproduct, Services, and Experiences)
Penawaran pasar merupakan beberapa kombinasi dari produk, pelayanan,
informasi, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi
kebutuhan atau keinginan mereka. - Nilai Pelanggan dan Kepuasan (Customer Value and Satisfaction)
Nilai pelanggan dilihat sebagai kombinasi antara mutu, jasa, dan harga
(quality, service, and price) yang mencerminkan manfaat dan biaya berwujud
dan tak berwujud bagi kosumen. Kepuasan merupakan penilaian seseorang
dari kinerja yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan harapannya. - Pertukaran dan Hubungan (Exchanges and Relationships)
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh sebuah objek yang diinginkan
dari sesesorang dengan menawarkan suatu sebagai imbalan. Pemasaran
terdiri dari tindakan yang diambil untuk membangun dan memelihara
hubungan transaksi dengan target pembeli, pemasok, dan penyalur yang
melibatkan produk, pelayanan, ide, atau benda lainnya. - Pasar (Market)
Pasar merupakan kumpulan semua pembeli sebenarnya dan potensial yang
memiliki kebutuhan atau keinginan akan produk atau jasa tertentu yang sama,
yang bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan tertentu.
Ada lima filosofi pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan
kegiatan – kegiatan pemasarannya. Kotler (2008:19), yaitu:
A. Konsep Berwawasan Produksi
Konsep berwawasan produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih
produk yang mudah didapat dan murah harganya.
B. Konsep Berwawasan Produk
Konsep berwawasan produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih
produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik, atau hal-hal inovatif
lainnya.
C. Konsep Berwawasan Menjual
Konsep berwawasan menjual berpendapat bahwa dengan asumsi konsumen
enggan untuk membeli produk yang pemasar jual. Dan hal tersebut
mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai promosi dan penjualan
yang efektif untuk merangsang konsumen membeli produknya.
D. Konsep Berwawasan Pemasaran
Konsep berwawasan pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai
tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar
sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan
efisien dari pada saingannya. Konsep berwawasan pemasaran merupakan
seluruh sistem rangkaian kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan.
Pengertian Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan aktivitas penting bagi perusahaan dan merupakan
sistem keseluruhan dari kegiatan usaha. Pemasaran tidak hanya berorientasi pada
kegiatan menjual produk saja namun pemasaran memiliki tujuan yang lebih luas
yaitu untuk merencanakan produk, menentukan harga, mempromosikan, dan
menditribusikan barang atau jasa. Pemasaran merupakan ujung tombak
keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui aktivitas penjualan
barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
Fandy Tjiptono (2002:7) memberikan definisi pemasaran adalah: “Suatu
proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran
segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain.
Philip Kotler (2008:5) mengungkapkan definisi pemasaran bahwa:
“Pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial.
Memenuhi kebutuhan dengan cara mengutungkan”.
Djaslim Saladin (2007:1) mengungkapkan bahwa “Pemasaran adalah
suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,
menentukan harga, promosi, dan mendistribusikan barang – barang yang dapat
memuaskan keinginan dan mencapai pasar serta tujuan perusahaan”.
Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Pembelian
Brand image merupakan faktor pendamping yang dapat memengaruhi
keputusan pembelian. Menciptakan merek yang menarik dan positif adalah
salah satu tanggung jawab penting perusahaan. Merek adalah salah satu elemen
penting yang membedakan suatu perusahaan dari yang lain. Dalam Putri (2022)
brand Image dapat didefinisikan sebagai pemikiran khusus tentang produk yang
terkait dengan suatu merek serta bagaimana konsumen menggambarkan produk
tersebut. Hal ini merupakan perasaan dan pikiran pelanggan saat melihat atau
mendengar nama merek. Brand image dalam hasil penelitian yang dilakukan
memiliki dampak positif dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian kosmetik halal oleh mahasiswi. (Zukhrufani, A., & Zakiy, M., 2019).
Brand image diduga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk
kosmetik Wardah. (Devandri et al, 2023)
Pengaruh Beauty Influencer terhadap Keputusan Pembelian
Menurut Widiastuti et al. (2019) Beauty influencer atau yang sering disebut
sebagai Beauty Vlogger, aktif dalam menyebarkan informasi seputar riasan
wajah dan produk kecantikan melalui video tutorial atau ulasan yang menarik
dan informatif. Mereka menggunakan kemampuan presentasi yang hebat dan
visual yang menarik untuk memengaruhi para wanita agar tertarik untuk
mencoba produk kecantikan tersebut. Influencer berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan Ms Glow di Kabupaten Lamongan Dj, Y. R., &
Sustyorini, E. S., 2022). Menurut influencer memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian pembeli skincare Scarlett Whitening
(Anjani & Simamora, 2022).
Pengaruh Social Media Instagram terhadap Keputusan Pembelian
Social Media Marketing merupakan metode promosi yang dilakukan secara
digital melalui platform-platform media sosial seperti Instagram, Facebook,
Twitter atau sekarang disebut X, dan Youtube dengan tujuan menciptakan
keterlibatan antara perusahaan dan pelanggan melalui konten-konten kreatif dan
fitur-fitur yang tersedia di dalamnya. Dari memanfaatkan media sosial,
perusahaan bisa mencapai audiens atau pangsa pasar dengan lebih luas lagi.
Penggunaan pemasaran digital melalui Social Media Instagram dapat
memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk atau jasa
tertentu. Karena memanfaatkan media sosial, perusahaan dapat menjangkau
konsumen dengan lebih efektif dan menyampaikan informasi tentang produk
atau jasa mereka secara lebih terperinci dan mudah dipahami. Menurut
(Ramadhan & Munawar, 2022) menunjukkan bahwa Social Media Instagram
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Artomoro 23
Motor Cimahi. Social media marketing berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian produk Scarlett Whitening pada mahasiswa
(Rundu Wonua, 2023).
Indikator Brand Image
Pandangan terhadap suatu merek berkaitan dengan sikap dan pilihan pada
merek tersebut. Ketika konsumen memiliki persepsi yang baik terhadap suatu
cenderung untuk membeli atau memiliki niat untuk membeli produk tersebut.
Menurut Kristanti (2020), Identifikasi brand image didasarkan pada kriteriakriteria berikut ini:
a) Brand image berkaitan dengan produk sehingga pembeli dengan mudah
mengidentifikasi dan membedakan.
b) Ciri khas merek menciptakan identitas unik bagi merek yang
mencerminkan karakteristik tertentu sehingga konsumen dapat dengan
cepat membedakannya.
c) Sikap merek dan perilaku terkait dengan bagaimana merek berhubungan
dan berinteraksi dengan pelanggan untuk menawarkan kelebihan dan
nilai yang dimiliki produknya.
d) Asosiasi merek mencakup elemen-elemen tertentu yang selalu
terhubung dengan merek tertentu.
e) Keunggulan merek serta manfaatnya terkait nilai yang diberikan merek
kepada pelanggan.
Indikator brand image menurut Kristanti (2020) pada penelitian ini
menggunakan tiga dari lima indikator yang ada.
Manfaat Brand Image
Pemberian merek yang tepat akan memberikan manfaat terhadap pembeli,
penjual, dan masyarakat (Bancin, 2021).
a) Manfaat terhadap pembeli yang melakukan pembelian produk dengan
merek yang sama, diyakini bahwa merek tersebut memiliki kualitas
terbaik, sehingga pembeli akan selalu membeli produk dengan merek
tersebut.
b) Manfaat terhadap penjual dengan terciptanya citra merek yang positif di
dalam suatu produk membuat produk tersebut memiliki keistimewaan
(ciri khas) yang tidak mudah ditiru oleh kompetitor.
c) Pemberian merek memiliki keuntungan bagi masyarakat karena dapat
meningkatkan efisiensi penjualan dengan menyediakan informasi
tentang produk yang ditawarkan.
Pengertian Brand Image
Brand Image merupakan anggapan yang muncul dari seorang pelanggan
terhadap merek tertentu melalui informasi berupa iklan atau rekomendasi dari
orang lain (Prihani & Manurung, 2021). Menurut Wildan & Albari, 2023
Brand image adalah semua informasi yang terkait dengan produk yang
dirasakan oleh konsumen secara pribadi saat menggunakan produk, serta
pandangan mereka terhadap perusahaan yang memiliki merek tersebut
(Devandri et al., 2023).
Dimensi Pengukuran Influencer
Adapun dimensi Rossiter dan Percy dalam (Alifa & Saputri, 2022) pada
model VISCAP diajukan untuk mengevaluasi pengaruh seorang influencer
melalui empat aspek utama, yaitu:
a) Visibility
Visibility adalah popularitas atau ketenaran dari karakter (influencer)
yang mewakili produk.
b) Credibility
Kredibilitas adalah masalah persepsi, kredibilitas dapat bervariasi
tergantung pada persepsi komunikator atau pelaku. Menggunakan
influencer dalam sebuah iklan akan meningkatkan daya tarik bagi
konsumen, tetapi jika kredibilitas seorang influencer tersebut
dipertanyakan, iklan tidak akan dipandang kredibel.
c) Attractiveness
Ketika individu menemukan sesuatu dalam diri seorang influencer yang
dilihat menarik, persuasi terjadi dengan cara identifikasi, yaitu ketika
individu menganggap influencer sebagai sesuatu yang menarik.
Kemudian orang-orang menyadari bahwa para influencer cenderung
mengikuti sikap, tingkah laku, minat, atau pilihan tertentu dari pengaruh
itu.
d) Power
Sebuah kemampuan sebagai bentuk pertahanan untuk mempengaruhi
apa yang diungkapkan oleh komunikator.
Tujuan Influencer
Pada umumnya, klasifikasi didasarkan pada 3 tujuan utama, yaitu:
a) To Inform (Menginformasikan)
Seorang influencer bertujuan sebagai menyampaikan informasi kepada
orang lain. Membantu audiensi untuk mendapatkan pengetahuan yang
belum mereka dapat sebelumnya.
b) To Persuade (Membujuk)
Influencer berfungsi untuk mengajak dan mempengaruhi orang lain.
Saat seorang influencer mencoba meyakinkan, mereka akan berupaya
untuk membuat audiensi menerima pandangannya atau meminta untuk
menerima perasaan dan perilakunya.
c) To Entertain (Menghibur)
Tujuan utama terakhir dari seorang influencer adalah memberikan
hiburan kepada para pengikutnya. Konten informasi serta periklanan
yang dapat mempengaruhi untuk ditujukan pada hasil akhir dari proses
beriklan, sementara hiburan berfokus pada kesempatan untuk menarik
perhatian penonton dengan presentasinya sebagai bentuk penyampaian
isi dari iklan tersebut
Pengertian Influencer
Fenomena influencer mengalami peningkatan yang signifikan dalam
kolaborasinya dengan agen pemasaran di era modern ini. Sebagian besar orang
yang berpengaruh termasuk dalam kategori selebriti, ahli industri, pemimpin
pemikiran, penulis blog atau kreator konten, dan mikro-influenser. Sebagian
besar strategi pemasaran influencer terfokus pada penggunaan platform media
sosial, terutama melalui penggunaan mikro-influencer.
Seorang influencer merupakan individu yang mempunyai jumlah followers
besar atau berpengaruh di media sosial, dan isi konten yang mereka bagikan
memiliki kemampuan untuk memengaruhi tindakan dari para pengikutnya.
Seorang influencer dapat dijelaskan sebagai seseorang yang secara aktif terlibat
dan memiliki koneksi yang signifikan yang berdampak dan memengaruhi para
pengikutnya dalam berbagai bidang, seperti kecantikan, kuliner, mode, atau
pandangan pribadi influencer
Indikator Social Media Marketing Instagram
Menurut Choedon & Lee (2020) terdapat beberapa indikator social media
marketing Instagram sebagai berikut:
a) Media sosial menarik
Ketika pengguna mengunjungi platform social media pribadi dan
menemukan konten menarik, sehingga mereka cenderung tertarik untuk
mengikuti akun tersebut agar bisa terus menikmati konten yang
disajikan.
b) Media sosial sebagai sarana untuk berinteraksi
Fitur-fitur yang terdapat pada platform media sosial dimanfaatkan
sebagai salah satu cara untuk menarik konsumen menjadi pengikut aktif.
Secara tidak langsung, situasi ini akan memberikan hasil yang
menguntungkan, yaitu dapat memahami keinginan pelanggan dan
masukan atau pendapat sehingga dapat terus melakukan penilaian.
c) Media sosial menyajikan informasi terbaru
Memberikan informasi terbaru dalam menarik perhatian pelanggan
baru, karena itu pemanfaatan media sosial berfungsi sebagai penyalur
informasi terbaru untuk memperluas pengetahuan pembaca.
d) Memberikan informasi dan layanan yang sesuai
Mengetahui informasi mengenai produk yang hendak dibeli akan
mempermudah proses transaksi pembelian bagi konsumen. Oleh karena
itu, pengetahuan tentang pasar, barang, dan jasa yang berikan akan
bertambah melalui informasi dan layanan yang disediakan di media
sosial.
e) Membagikan pengalaman di media sosial
Jika konsumen merasa senang dengan produk dan layanan suatu merek,
mereka berminat untuk membagikan pengalaman positif mereka kepada
teman-teman di media sosial.
Indikator social media marketing instagram menurut Choedon & Lee
(2020) pada penelitian ini menggunakan empat dari lima indikator yang ada.
Pengertian Social Media Marketing
Menurut Pratiwi (2022) Social media marketing memiliki kemampuan
untuk memengaruhi keputusan pembelian dengan tampilan konten yang
menarik seperti video, foto atau gambar, dan caption tulisan yang mampu
mendorong konsumen untuk memiliki produk yang dijajakan melalui media
sosial. Social media marketing pendekatan pemasaran yang dikembangkan
untuk memperkenalkan atau meningkatkan brand image, menciptakan brand
awareness, dan meningkatkan penjualan produk kepada konsumen melalui
platform media sosial. Menurut perusahaan, penggunaan social media dalam
pemasaran memberikan manfaat yang signifikan. Pemasaran melalui media
sosial dianggap efektif dan efisien dalam memperkenalkan merek dan
mengubah preferensi konsumen dalam pengambilan keputusan.
Indikator Keputusan Pembelian
Berdasarkan yang disampaikan Thomas (2013) indikator-indikator
seseorang dalam keputusan pembelian (N. R. Yunita et al., 2019):
a) Sesuai Kebutuhan
Ketika pemasar berhasil merangsang kesadaran pembeli terhadap
masalah atau kebutuhan tertentu. Hal ini membuat pembeli mulai
menyadari kebutuhan atau masalah yang mereka hadapi.
b) Mempunyai manfaat
Kondisi di mana pertimbangan mengenai kebutuhan pembeli menjadi
faktor utama. Sampai akhirnya membuat keputusan apakah akan
membeli barang tersebut.
c) Ketepatan dalam membeli produk
Saat pelanggan yakin akan membuat keputusan pembelian, mereka akan
menerima produk sesuai dengan keinginan mereka.
d) Pembelian berulang
Saat pelanggan yakin bahwa keunggulan merek sesuai dengan harapan,
bahkan dapat lebih tinggi atau melewati harapan, hal ini akan
berdampak pada sikap atau perilaku pembelian di masa depan.
Proses Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Amstrong, konsumen melewati lima langkah dalam
proses pengambilan keputusan pembelian (Harinie, 2023), yaitu:
a) Pengenalan Masalah
Sebuah proses perolehan dilakukan saat pembeli menyadari adanya
masalah atau kebutuhan, yang mungkin dipicu oleh dorongan internal
atau eksternal.
b) Pencarian Informasi
Pencarian informasi bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu
heightened attention dan active information search. Tingkat heightened
attention adalah tingkat di mana konsumen secara lebih mudah
menerima informasi mengenai produk. Active information search
adalah tingkat ketika konsumen secara aktif menemukan informasi
dengan membaca bahan bacaan, menghubungi teman, menggunakan
internet, dan mengunjungi toko untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih mendalam tentang produk.
c) Evaluasi Alternatif
Evaluasi alternatif merupakan komponen tentang pelanggan
membandingkan produk yang berbeda dan akhirnya membuat
keputusan tentang pilihan yang akan diambil.
d) Keputusan pembelian
Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, konsumen pada akhirnya
perlu mengambil keputusan apakah akan melakukan pembelian atau
tidak.
e) Perilaku Pasca Pembelian
Semua hal yang memengaruhi perilaku dan langkah-langkah dalam
proses pembelian terjadi sebelum atau pada saat pembelian dilakukan.
Meskipun demikian, evaluasi perasaan konsumen pasca pembelian juga
berpotensi mempengaruhi pembelian ulang dan testimoni pelanggan
terhadap produk atau merek kepada orang lain.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Nandasari & Suyanto (2021) menyatakan terdapat tiga elemen yang
memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Tiga faktor yang memainkan
peran dalam menentukan pilihan konsumen dalam memperoleh barang atau jasa
adalah:
a) Keputusan pembelian barang atau jasa oleh konsumen individual
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal yang mencakup kebutuhan,
persepsi, sikap, lokasi geografis, gaya hidup, dan karakteristik
kepribadian individu.
b) Ketika konsumen melakukan pembelian barang atau jasa, aspek
lingkungan menjadi faktor penting yang memainkan peran dalam
banyak pertimbangan, seperti tindakan meniru teman atau karena
tetangga sudah membeli sebelumnya. Oleh karena itu, interaksi sosial
konsumen dalam memilih barang atau jasa dipengaruhi oleh faktorfaktor lingkungan sekitarnya.
c) Penerapan strategi pemasaran ini merujuk pada rangsangan pemasaran
yang diatur oleh pemasar atau pelaku bisnis.
Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalah komponen dari langkah-langkah dimana
konsumen mengambil proses tentang pembelian suatu merek. Hal ini sebagai
metode atau langkah yang harus dilalui oleh konsumen sebelum akhirnya
melakukan pembelian. Saat memulai proses pembelian, konsumen harus
membuat pilihan dari beberapa opsi yang tersedia. Dalam fase ini, konsumen
mengambil langkah-langkah untuk menentukan apakah akan membeli produk
berdasarkan opsi yang telah mereka kenali. (Kotler et al., 2022) mendefinisikan
keputusan pembelian merupakan proses evaluasi di mana pelanggan
menghasilkan preferensi di antara berbagai merek yang tersedia dan memilih
untuk dibeli.
Bauran Pemasaran
Untuk memahami elemen-elemen utama, pemasar dapat menetapkan
bauran pemasaran, yaitu faktor-faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan
dan digunakan secara bersama-sama untuk memuaskan target pasar. Sebagai
mana disampaikan (Fakrudin et al., 2022), sebagai berikut:
a) Produk (Product)
Dalam strategi pemasaran, peran produk atau jasa memiliki kepentingan
yang sama dengan faktor promosi, produksi serta nilai jual.
Produk merupakan komponen penting dari strategi pemasaran, sehingga
barang memiliki peran yang sangat vital dalam strategi pemasaran.
Sebelum merumuskan strategi pemasaran yang lain, kita harus terlebih
dahulu menentukan jenis produk yang akan diproduksi dan dipasarkan.
Produk adalah hasil dari aktivitas produksi dan diperdagangkan oleh
suatu entitas bisnis.
b) Harga (Price)
Harga diartikan sebagai total nilai yang dikeluarkan seseorang untuk
membeli suatu produk tertentu, dan bisa ditetapkan dengan berunding
antara pihak pembeli dan penjual, atau dengan menetapkan harga tetap
untuk semua pembeli, transaksi dapat diselesaikan..
c) Distribusi (Place)
Saluran distribusi terdiri dari sejumlah lembaga yang bekerja sama
untuk memasok produk kepada konsumen atau pengguna industri.
Dalam hal kebijakan distribusi, perlu ditetapkan desain saluran yang
tepat.
d) Promosi (Promotion)
Promosi mengacu pada seluruh aktivitas yang dilakukan perusahaan
manufaktur untuk meningkatkan kualitas produk mereka dan membujuk
konsumen agar membelinya.
Fungsi Pemasaran
Adapun fungsi untuk pemasaran yang menurut (Zainurossalamia, 2020)
adalah:
a) Pembelian (Buying)
Pembelian adalah kemampuan untuk melacak aktivitas, mencari dan
menyimpan barang-barang yang diperlukan dalam stok untuk
memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi. Pada dasarnya, fungsi ini
melibatkan mencari penjual dan merupakan bagian dari proses
penjualan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memahami
aktivitas apa yang cenderung mengarahkan orang untuk melakukan
pembelian.
b) Penjualan (Selling)
Penjualan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menarik minat
pembeli potensial terhadap produk yang ditawarkan dengan tujuan
untuk mendapatkan keuntungan. Melakukan penjualan adalah kebalikan
dari melakukan pembelian. Membeli tidak dapat dilakukan tanpa
menjual, dan begitu juga sebaliknya.
c) Transportasi
Transportasi ialah perjalanan atau pengiriman barang dari satu lokasi ke
tempat lain.
d) Penyimpanan
Fungsi penyimpanan produk yang dibeli dalam persediaan adalah untuk
menghindari risiko kerusakan.
e) Informasi Pasar
Fungsi ini memberikan informasi mengenai kondisi umum perdagangan
produk, harga yang diinginkan konsumen, dan kondisi pasar secara
umum.
Tujuan Pemasaran
Tujuan dari pemasaran yaitu untuk memahami dengan baik kebutuhan serta
preferensi konsumen agar produk yang ditawarkan dapat memenuhi harapan
mereka dan akhirnya terjual dengan lancar. Beberapa tujuan utama dalam
manajemen pemasaran dijelaskan oleh (Zainurossalamia, 2020) sebagai
berikut:
a) Jangka pendek
Tujuan jangka pendek dari perusahaan adalah untuk segera mencapai
keuntungan. Artinya semua biaya produksi yang dikeluarkan dapat
tercakup dan menghasilkan keuntungan tambahan.
b) Jangka menengah
Tujuan dari usaha pemasaran menengah adalah untuk meningkatkan
promosi dan penjualan sehingga dapat mencapai keseimbangan antara
biaya produksi dan volume penjualan.
c) Jangka panjang
Perusahaan berusaha membangun basis pelanggan yang setia dengan
terus menyediakan produk inovatif, kreatif, dan efisien, serta
memberikan penawaran diskon khusus kepada para pelanggan untuk
jangka waktu yang panjang
Pengertian Manajemen Pemasaran
Menurut Philip Kotler et al. (2022) “Manajemen pemasaran adalah
kombinasi antara keahlian dan pengetahuan dalam menentukan target pasar
untuk memperoleh, mempertahankan, serta meningkatkan jumlah konsumen
melalui pengembangan, implementasi, dan komunikasi nilai yang unggul
kepada konsumen”. Dalam pengertian lainnya sebagaimana yang disampaikan
oleh Yulianti et al. (2019) Manajemen Pemasaran melibatkan penelitian,
perencanaan, implementasi, dan pengawasan strategi manajemen pemasaran
yang bertujuan untuk memperkuat, memperluas, dan mempertahankan
hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak dan pasar yang
menjadi target guna mencapai misi perusahaan. Manajemen pemasaran dapat
dijelaskan sebagai bentuk untuk menganalisis, merencanakan, melaksanakan,
dan mengawasi konsep, produk, dan layanan dengan tujuan untuk memberikan
informasi dan menjaga hubungan yang efektif dan efisien dengan konsumen.
Pengertian Pemasaran
Pemasaran ini dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan jual dan beli yang
dilakukan oleh perorangan maupun kelompok demi memenuhi kebutuhan,
kepuasan serta tujuan dari konsumen. Pemasaran mencakup semua departemen
yang berhubungan dengan pemasaran untuk menarik dan mempertahankan
konsumen. Menurut (Kotler et al., 2022) Asosiasi Pemasaran Amerika
memberikan suatu definisi resmi yang menyatakan bahwa “Pemasaran
melibatkan aktivitas, entitas, serta langkah-langkah untuk menciptakan,
mengomunikasikan, dan menyalurkan penawaran yang bernilai kepada
konsumen dan pemangku kepentingan lainnya”. Menurut (Zainurossalamia,
2020) Pemasaran adalah satu dari kegiatan utama yang dilakukan oleh
pengusaha untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka, meningkatkan
perusahaan, dan mencari keuntungan maksimal.
Analisis SWOT
Rangkuti (2013: 19) mengemukakan bahwa analisis SWOT adalah
indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi
perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan
kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats). Proses
pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi,
tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian, perencanaan
strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategi perusahaan
(kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.
Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk analisis
situasi adalah Analisis SWOT.
a. Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman)
Menurut Kottler (2009: 51), unit bisnis harus mengamati kekuatan
lingkungan makro yang utama dan faktor lingkungan mikro yang
signifikan, yang mempengaruhi kemampuannya dalam menghasilkan laba.
Unit bisnis harus menetapkan sistem intelijen pemasaran eksternal dan
internal. Peluang pemasaran (marketing opportunity) adalah wilayah
kebutuhan dan minat pembeli, di mana perusahaan mempunyai
probabilitas tinggi untuk memuaskan kebutuhan tersebut dengan
menguntungkan. Ancaman lingkungan (environmental threats) adalah
tantangan yang ditempatkan oleh tren atau perkembangan yang tidak
disukai yang akan menghasilkan perurunan penjualan atau laba akibat
tidak adanya tindakan pemasaran defensif.
b. Analisis Lingkungan Internal (Kekuatan dan Kelemahan)
Kemampuan menemukan peluang yang menarik dan kemampuan
memanfaatkan peluang tersebut adalah dua hal yang berbeda. Setiap bisnis
harus mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internalnya.
Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang
(opportunities) dan Ancaman (threats) dengan faktor internal Kekuatan
(strengths), dan Kelemahan (weaknesses).
Perumusan Strategi Pemasaran
Menurut Kotler (2008:58), strategi pemasaran adalah logika pemasaran
dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai
hubungan yang menguntungkan. Perumusan strategi pemasaran didasarkan pada
analisis yang menyeluruh terhadap pengaruh faktor-faktor lingkungan eksternal
dan internal perusahaan. Lingkungan perusahaan setiap saat berubah dengan cepat
sehingga melahirkan berbagai peluang dan ancaman baik yang datang dari
pesaing utama maupun dari iklim bisnis yang senantiasa berubah. Konsekuensi
perubahan faktor eksternal tersebut juga mengakibatkan perubahan faktor internal
perusahaan, seperti perubahan terhadap kekuatan maupun kelemahan yang
dimiliki perusahaan tersebut.
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh
berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok
mendapatkan kebutuhan dan keinginan menciptakan, menawarkan, dan
menukarkan produk yang dimiliki nilai komoditas (Rangkuti, 2013:101).
Rangkuti (2013:102) menyatakan lebih lengkap lagi bahwa unsur-unsur
utama pemasaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga unsur utama, yaitu:
1) Unsur Strategi Persaingan
Strategi Persaingan dapat dikelompokkan lagi menjadi menjadi
beberapa bagian, yaitu:
a. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah tindakan mengidentifikasikan dan
membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah.
Masing-masing segmen konsumen ini memiliki karakteristik,
kebutuhan produk, dan bauran pemasaran tersendiri.
b. Targeting
Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar
yang akan dimasuki.
c. Positioning
Positioning adalah penetapan posisi pasar. Dimana tujuan positioning
ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan
bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen.
2) Unsur Taktik Pemasaran
Terdapat dua macam unsur taktik pemasaran, antara lain:
a. Diferensiasi, yang berkaitan dengan cara membangun strategi
pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan. Kegiatan membangun
strategi pemasaran inilah yang membedakan diferensiasi yang
dilakukan suatu perusahaan dengan yang dilakukan oleh perusahaan
lain.
b. Bauran pemasaran, yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan
mengenai produk, harga, promosi dan tempat.
3) Unsur Nilai Pemasaran
Nilai pemasaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian,
antara lain, yaitu:
a. Merek atauBrand, yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau nilai
yang dimiliki dan melekat pada suatu perusahaan. Sebaiknya
perusahaan senantiasa berusaha meningkatkan brand equity-nya. Jika
brand equity ini dapat dikelola dengan baik, perusahaan yang
bersangkutan setidaknya akan mendapatkan dua hal. Pertama, para
konsumen akan menerima nilai produknya. Mereka dapat merasakan
semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan
merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka. Kedua,
perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan
terhadap merek, yaitu peningkatan margin keuntungan, keunggulan
bersaing, dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program
pemasarannya.
b. Pelayanan atau Service, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemberian
jasa pelayanan kepada konsumen. Kualitas pelayanan kepada
konsumen ini perlu terus-menerus ditingkatkan.
c. Proses, yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perubahan untuk
membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa tanggung jawab
dalam proses memuaskan konsumen, baik secara langsung maupun
tidak langsung
Konsep Strategi
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya,
konsep strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya
perbedaan konsep mengenai strategi selama 30 tahun terakhir (Rangkuti, 2013:3).
Senada dengan itu, Hamel dan Prahaland (1995) juga mengatakan bahwa strategi
merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terusmenerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan
oleh para pelanggan di masa depan (Rangkuti, 2013:4).
Menurut pendapat Rangkuti (2013:6), strategi dapat dikelompokkan
berdasarka tiga tipe strategi, yaitu strategi manajemen, strategi investasi, dan
strategi bisnis.
a. Strategi Manajemen
Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh
manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro.
Misalnya, strategi pengembangan produk, strategi penerapan harga,
strategi akuisisi, strategi pengembangan pasar, strategi mengenai
keuangan, dan sebagainya.
b. Strategi Investasi
Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi.
Misalnya, apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang
agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar, strategi bertahan,
strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi, dan
sebagainya.
c. Strategi Bisnis
Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional
karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen,
misalnya strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi
distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan
dengan keuangan
