Indikator Keputusan Pembelian


Menurut (Anim, A., & Indiani, N, 2020) yaitu:

  1. Kemantapan pada sebuah produk
  2. Memberikan rekomendasi kepada orang lain
  3. Melakukan pembelian ulang.
    Menurut (Sivaram et al., 2019) Indikator-indikator Keputusan Pembelian meliputi:
  4. Kemantapan pada sebuah produk.
  5. Kebiasaan dalam membeli produk.
  6. Memberikan rekomendasi kepada orang lain.
  7. Memutuskan membeli karena menyukai merek tersebut.
  8. Membeli sesuai dengan kebutuhan serta keinginan.
  9. Loyalitas konsumen untuk tidak merubah keputusan pembeliannya.
  10. Pembelian Ulang. dan
  11. Kualitas produk yang didapatkan pembeli.
    Indikator keputusan pembelian menurut (Kotler dan Keller, 2019) diantaranya
    yaitu:
  12. Pilihan produk
    Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk atau
    menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus
    memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli sebuah
    produk serta alternatif yang mereka pertimbangkan. Misalnya: kebutuhan suatu
    produk, keberagaman varian produk dan kualitas produk.
  13. Pilihan merek
    Pembeli harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli.
    Setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Misalnya: kepercayaan
    dan popularitas merek.
  14. Pilihan penyalur
    Pembeli harus mengambil keputusan penyalur mana yang akan dikunjungi.
    Setiap pembeli mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda dalam hal
    menentukan penyalur bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang
    murah, persediaan barang yang lengkap dan lain-lain. Misalnya: kemudahan
    mendapatkan produk dan ketersediaan produk.
  15. Waktu Pembelian
    Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa berbeda-beda,
    misalnya: ada yang membeli sebulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali
    atau satu tahun sekali.
  16. Jumlah pembelian
    Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang
    akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari
    satu. Misalnya, kebutuhan akan produk.