Menurut Eagly dan Wood (dalam Shrestha dan Parajuli, 2021), kinerja dari
kelompok yang terdiri dari pria dan wanita lebih baik daripada kinerja dari kelompok
yang semua anggotanya memiliki jenis kelamin yang sama. Hasil dari penelitian
yang dilakukan Gellner dan Veen (2013) dan para peneliti lain menunjukkan bahwa
kelompok jenis kelamin dan kinerja karyawan memiliki hubungan yang positif.
Menurut Campbell dan Minguez-Vera (dalam Zhuwao et al., 2019), adanya
kehadiran dan pengakuan perempuan dapat merangsang kinerja mereka secara positif
dan meningkatkan kinerja organisasi, karena mereka membawa perspektif tambahan
untuk pengambilan keputusan
