Dimensi-dimensi Self Efficacy

Menurut Bandura (1997) dalam (Ghufron & Risnawita, 2012),
efikasi diri pada diri tiap individu akan berbeda antara satu individu
dengan yang lainnya berdasarkan tiga dimensi. Berikut ini adalah tiga
dimensi tersebut.
1. Dimensi tingkat (level)
Dimensi ini berkaitan dengan derajat kesulitan tugas ketika
individu merasa mampu untuk melakukannya. Individu akan
mencoba tingkah laku yang dirasa mampu dilakukannya dan
menghindari tingkah laku yang berada di luar batas kemampuan
yang dirasakannya.
2. Dimensi kekuatan (strength)
Dimensi ini berkaitan dengan tingkat kekuatan dari keyakinan
atau pengharapan individu mengenai kemampuannya.
Pengharapan yang lemah mudah digoyahkan oleh pengalamanpengalaman yang tidak mendukung. Sebaliknya, pengharapan
yang mantap mendorong individu tetap bertahan dalam
usahanya. Meskipun mungkin ditemukan pengalaman yang
kurang menunjang. Dimensi ini biasaya berkaitan langsung
dengan dimensi level, yaitu makin tinggi taraf kesulitan tugas
makin lemah keyakinan yang dirasakan untuk menyelesaikannya.
3. Dimensi generalisasi (generality)
Dimensi ini berkaitan dengan luas bidang tingkah laku yang
mana individu merasa yakin akan kemampuan dirinya. Apakah
terbatas pada suatu aktivitas dan situasi tertentu atau pada
serangkaian aktivitas dan situasi yang bervariasi.
Menurut (Fattah, 2017) ada tiga dimensi efikasi diri yaitu:
1. Magnitude (besarnya), dengan indikator: kesulitan kerja,
kemampuan menyelesaikan tugas mulai dari yang sederhana
hingga sulit.
2. Strength (Kekuatan), dengan indikator: kuatnya keyakinan dan
kemampuan yang dimiliki.
3. Generality (Generalisasi), dengan indikator: kemampuan
menyelesaikan tugas dalam situasi tertentu.