Definisi Self Efficacy

Efikasi diri merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang diri
atau self-knowledge yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia
sehari-hari (Ghufron & Risnawita, 2012). Bandura dalam (Ghufron &
Risnawita, 2012) mendefinisikan self-efficacy (efikasi diri) sebagai
keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas
atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Baron dan
Byrne (1991) dalam (Ghufron & Risnawita, 2012) mendefinisikan efikasi
diri sebagai evaluasi seseorang mengenai kemampuan atau kompetensi
dirinya untuk melakukan suatu tugas, mencapai tujuan, dan mengatasi
hambatan.
Bandura dan Wood dalam (Ghufron & Risnawita, 2012)
menjelaskan bahwa efikasi diri mengacu pada keyakinan akan
kemampuan individu untuk menggerakkan motivasi, kemampuan kognitif,
dan tindakan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan situasi. Bandura
(1997) dalam (Ghufron & Risnawita, 2012) mengatakan bahwa efikasi diri
pada dasarnya adalah hasil dari proses kognitif berupa keputusan,
keyakinan, atau pengharapan tentang sejauh mana individu
memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau
tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Gist dan Mitchell mengatakan bahwa efikasi diri dapat membawa pada
perilaku yang berbeda di antara individu dengan kemampuan yang sama
karena efikasi diri memengaruhi pilihan, tujuan, pengatasan, masalah, dan
kegigihan dalam berusaha (Judge dan Erez, 2001) dalam (Ghufron &
Risnawita, 2012). Efikasi diri adalah kepercayaan, kesediaan, dan
keberhasilan diri sendiri, untuk melaksanakan tugas, dalam situasi yang
bervariasi, kesulitan tugas, kekuatan dan daya tahan untuk melaksanakan
tugas tersebut (Fattah, 2017). Menurut Santrock (2003) dalam
(Susantoputri & dkk, 2014), efikasi diri merupakan kepercayaan seseorang
atas kemampuannya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu
yang menguntungkan.