Menurut Bandura (1997) dalam (Ghufron & Risnawita, 2012) Self
Efficacy dapat ditumbuhkan dan dipelajari melalui empat hal, yaitu:
1. Pengalaman Menguasai Sesuatu
Pengalaman menguasai sesuatu yaitu performa masa lalu.
Secara umum performa yang berhasil akan menaikan Self
Efficacy individu, sedangkan pengalaman pada kegagalan akan
menurunkan. Setelah self efficacy kuat dan berkembang melalui
serangkain keberhasilan, dampak negatif dari kegagalankegagalan yang umum akan terkurangi secara sendirinya.
Bahkan kegagalan-kegagalan tersebut dapat diatasi dengan
memperkuat motivasi diri apabila seseorang menemukan
hambatan yang tersulit melalui usaha yang terus-menerus.
2. Pengalaman Orang Lain
Pengamatan terhadap keberhasilan orang lain dengan
kemampuan yang sebanding dalam mengerjakan suatu tugas
akan meningkatkan Self Efficacy individu dalam mengerjakan
tugas yang sama. Begitu pula sebaliknya, pengamatan terhadap
kegagalan orang lain akan menurunkan penilaian individu
mengenai kemampuannya dan individu akan mengurangi usaha
yang dilakukannya.
3. Persuasi Sosial
Individu diarahkan berdasarkan saran, nasihat, dan bimbingan
sehingga dapat meningkatkan keyakinannya tentang
kemampuan-kemampuan yang dimiliki dapat membantu
tercapainya tujuan yang diinginkan. Individu yang diyakinkan
secara verbal cenderung akan berusaha lebih keras untuk
mencapai suatu keberhasilan. Namun pengaruh persuasi tidaklah
terlalu besar, dikarenakan tidak memberikan pengalaman yang
dapat langsung dialami atau diamati individu. Pada kondisi
tertekan dan kegagalan yang terus-menerus, akan menurunkan
kapasitas pengaruh sugesti dan lenyap disaat mengalami
kegagalan yang tidak menyenangkan.
4. Kondisi Fisik dan Emosional
Emosi yang kuat biasanya akan mengurangi performa, saat
seseorang mengalami ketakutan yang kuat, kecemasan akut,
atau tingkat stres yang tinggi, kemungkinan akan mempunyai
ekspetasi efikasi yang rendah.
