Menurut Winardi (2007, pl), motivasi berasal dari kata motivation yang
berarti “menggerakkan”. Motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang
bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan
timbulnya sikap antusias dan persistensi dalam hal melakukan kegiatankegiatan tertentu. Sedangkan, motivasi kerja adalah suatu kekuatan potensial
yang ada dalam diri seorang manusia, yang dapat dikembangkannya sendiri atau
dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada intinya berkisar
sekitar imbalan moneter dan non-moneter, yang dapat mempengaruhi hasil
kinerjanya secara positif atau secara negatif, hal mana tergantung pada situasi
dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan.
Menurut Sopiah (2008 : 169) motivasi adalah keadaan di mana usaha
dan kemauan keras seseorang diarahkan kepada pencapaian hasil-hasil atau
tujuan tertentu. Hasil-hasil yang dimaksud bisa berupa produktivitas, kehadiran
atau perilaku kerja kreatif lainnya. Motivasi secara singkat menurut Fathoni
(2006) adalah proses menggerakkan manusia, dan memberikan motivasi artinya
proses untuk menggerakkan orang lain agar melakukan sesuatu sebagaimana
yang diharapkan oleh penggerakannya atau yang mengarahkannya. Sedangkan
menurut Kreitner dan Kinicki (2001:378), motivasi merupakan proses
psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada pencapaian
tujuan. Melihat berbagai uraian di atas kesimpulan yang dapat penulis ambil
yaitu, motivasi bisa timbul di dalam diri seseorang atau di pengaruhi oleh orang
lain, di dalam perusahaan motivasi bisa di pengaruhi oleh pimpinan di perusahaan
tersebut. Jika karyawan termotivasi maka segala kegiatan yang dibebankan oleh
perusahaan akan mudah dihadapi oleh karyawan
Menurut beberapa teori dari para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa
motivasi adalah keinginan yang timbul dari dalam diri sendiri untuk melakukan
suatu kegiatan tertentu secara antusias dan bersemangat, motivasi sendiri bisa
dipengaruhi oleh tindakan yang baik oleh pimpinan nya.
