Teori Motivasi

Setiap teori motivasi berusaha untuk menguraikan apa sebenarnya manusia
dan manusia dapat menjadi seperti apa. Dengan alasan ini, bisa di katakan bahwa
sebuah teori motivasi mempunyai isi dalam bentuk pandangan tertentu mengenai
manusia. lsi teori motivasi membantu kita memahami keterlibatan dinamis
tempat organisasi beroperasi dengan menggambarkan manajer dan karyawan
saling terlibat dalam organisasi setiap hari. Teori ini juga membantu manajer
dan karyawan untuk memecahkan permasalahan yang ada di organisasi .
Tidak ada organisasi yang berhasil tanpa tingkat komitmen dan usaha
tertentu dari para anggotanya. Karena alasan itu, para manajer dan pakar
manajemen selalu merumuskan teori-teori tentang motivasi. Teori motivasi di
kelompokan dua aspek, yaitu teori kepuasan dan teori motivasi proses.
a. Teori Kepuasan
Menurut. Edy Sutrisno (2009, p:191) teori ini mendasarkan pendekatanya
atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkanya
bertindak dan berperilaku secara tertentu. Kebutuhan dan pendorong itu adalah
keinginan memenuhi kepusan material maupun non material yang di perolehnya
dari hasil pekerjaan.
Menurut F.W. Tailor Teary motivasi konvensional ini termasuk contet
teary, karena memfokuskan teorinya pada anggapan bahwa keinginan untuk
pemenuhan kebutuhanya yang menyebabkan orang mau bekerja keras. Dengan
teori ini dapat di sebutkan bahwa seseorang akan mau berbuat atau tidak
berbuat di dorong atau oleh tidak adanya imbalan yang akan di peroleh yang
bersangkutan.
Menurut Abraham H.Maslow (2009, p.131) teori motivasi yang di
kembangkan mengemukakan bahwa kebutuhan manusia itu dapat di
klasifikasikan ke dalam lima hierarki kebutuhan yaitu :
1) Kebutuhan fisiologi (physiological)
Kebutuhan untuk mempertahankan hidup ini disebut juga
kebutuhan psikologis (physiological need), yaitu kebutuhan untuk
mempertahankan hidup dari kematian.
2) Kebutuhan rasa aman (safety)
Setelah kebutuhan tingkat dasar terpenuhi, maka seseorang
berusaha memenuhi kebutuhanya yang lebih tinggi, yaitu kebutuhan
akan rasa aman dan keselamatanya.
3) Kebutuhan hubungan social (affiliation)
Kebutuhan yang sering pula di sebut dengan sosial needs, atau affiliation
needs, merupakan kebutuhan tingkat ketiga dari Maslow. Kebutuhan ini
merupakan kebutuhan untuk hidup bersama orang lain.
4) Kebutuhan pengakuan (esteem)
Setiap orang yang normal membutuhkan adanya penghargaan diri dan
penghargaan prestise diri dari lingkunganya. Semakin tinggi status dan
kedudukan seseorang dalam perusahaan, maka semakin tinggi pula
kebutuhan akan prestise diri yang bersangkutan.
5) Kebutuhan aktualisasi diri (selrt actualization)
Kebutuhan aktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan yang paling
tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan ini biasanya orang bertindak bukan
atas dorongan orang lain,tetapi karena kesadaran dan keinginan diri
sendiri.
Menurut David Mc.Cieland (2009, p.139) teori yang di kemukakan
adalah teori motivasi prestasi. Menurut teori ini ada tiga komponen dasar yang
dapat di gunakan untuk memotivasi bekerja, yaitu kebutuhan akan :
6) Need for achievement
7) Need for affiliation
8) Need for power
Pada kehidupan sehari-hari, ketiga kebutuhan tersebut akan selalu
muncul pada tingkah laku individu, hanya kekuatanya tidak sama antara
kebutuhan-kebutuhan pada diri seseorang. Munculnya ketiga kebutuhan tersebut
sangat di pengaruhi oleh situasi yang sangat specifik. Apabila tingkah laku
individu tersebut di dorong oleh ketiga kebutuhan, tingkah lakunya akan
metampakkan ciri -ciri sebagai berikut :
a. Tingkah laku individu yang di dorong oleh kebutuhan berprestasi.
b. Tingkah laku individu yang di dorong oleh kebutuhan persahabatan
c. Tingkah laku individu yang di dorong oleh kebutuhan berkuasa.
Menurut Frederick Herzberg (2009, p.142) dengan teori model dan factor
sebenarnya teori ini merupakan pengembangan dari teori hierarki kebutuhan
Maslow. Menurut teori pemeliharaan motivasi ini ada dua faktor yang
mempengaruhi kondisi pekerjaan seseorang sebagai berikut :
1) Faktor pemeliharaan (maintenance facto)
2) Faktor motivasi (motivation facto)
Menurut Clayton P. Alderfer (2009, p.147) mengemukakan teoriteorinya dengan nama teor ERG (Existence, Relatedness, Growth). Teori ini
merupakan modifikasi dari teori hierarki kebutuhan Maslow. Dimaksudkan untuk
memperbaiki beberapa kelemahan.