Pengertian auditing menurut Messier et.al (2014:12) adalah proses
sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai
asersi-asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi untuk menentukan tingkat
kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang ditetapkan dan
mengomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurut Arens et.al (2014:33-34), akuntan publik melaksanakan tiga
tipe audit utama, yaitu audit operasional, audit kepatuhan, dan audit laporan
keuangan. Audit operasional mengevaluasi efisiensi dan efektivitas berbagai
macam bagian dalam prosedur serta metode operasional organisasi tertentu.
Audit kepatuhan menentukan apakah klien (auditee) telah mengikuti prosedur,
tata cara, serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi. Sedangkan
audit laporan keuangan digunakan untuk menentukan apakah seluruh laporan
keuangan (informasi yang diuji) telah dinyatakan sesuai dengan kriteria
tertentu.
Menurut Messier et.al (2014:35-38), terdapat jenis-jenis auditor, yaitu:
a. Auditor Eksternal
Auditor eksternal merupakan auditor yang memeriksa laporan
keuangan perusahaan klien. Auditor eksternal bekerja pada suatu
kantor akuntan publik (KAP) dan beberapa auditor disebut
“eksternal” atau “independen” karena mereka bukan merupakan
karyawan dari entitas yang diaudit.
b. Auditor Internal
Auditor internal adalah auditor yang menjadi karyawan dari suatu
perusahaan pribadi, persekutuan, agen pemerintah, dan entitas lain.
Tugasnya adalah membantu sebuah organisasi mencapai tujuannya
dengan membawa sebuah sistematisasi, pendekatan disiplin untuk
mengevaluasi dan memperbaiki efektivitas dari manajemen risiko,
pengendalian, dan proses tata kelola.
c. Auditor Pemerintah
Auditor pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit
atas keuangan pada instansi pemerintah dan kategorinya lebih luas
dari auditor internal.
d. Auditor Forensik
Auditor forensik adalah auditor yang bertugas untuk mendeteksi,
menyelidiki, dan mencegah kecurangan serta kejahatan. Misalnya
merekonstruksi catatan akuntansi yang rusak sehubungan dengan
klaim asuransi; menyelidiki aktivitas pencurian uang; dan
menginvestigasi suatu tindakan penggelapan dan negosiasi
penyelesaian asuransi.
