Teori keagenan menurut Jensen dan Meckling (1976:5):
“Agency relationship as a contract under which one or more person
(the principal(s) engage anpther person (the agent) to perform some service
on their behalf which involves delegating some decision making authority to
the agent.”
Menurut Scott dalam Financial Accounting Theory (2015:358),
menyatakan bahwa :
“Agency Theory is a branch of game theory that studies the design of
contacts to motivate a rational agent to act on behalf of a principal when the
agent’s interests would otherwise conflict with those of the principal.”
Manajemen memiliki kepentingan pribadi yang bertentangan dengan
kepentingan pemilik perusahaan sehingga muncul masalah yang disebut
dengan agency problem akibat adanya asimetri informasi (Tandiotong, 2016:6)
dimana agent (manajer) lebih banyak memiliki informasi daripada principal
(pemilik). Untuk menghindari terjadinya asimetri informasi di perlukan
pengawasan untuk memastikan bahwa pengelolaan perusahaan sudah
dilakukan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Tugas dari
auditor diantaranya memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
Menurut Tandiotong (2016:5) Agency Theory adalah penerapan di
dalam organisasi modern yang mengutamakan pentingnya pemilik perusahaan
(pemegang saham) menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada tenaga
profesional (agen) untuk menjalankan sehari-hari proses bisnis.
Tujuan dipisahkannya pengelolaan dengan kepemilikan perusahaan yaitu agar
pemilik perusahaan memperoleh keuntungan maksimal dengan biaya yang
dikeluarkan seefisien mungkin. Semakin maksimal perusahaan mendapatkan
keuntungan, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh agen. Sementara
pemilik perusahaan, sebagai pemegang saham ikut serta mengawasi dan
memonitor jalannya perusahaan yang dikelola oleh manajemen serta
mengembangkan sistem insentif bagi pengelola manajemen untuk memastikan
bahwa mereka bekerja demi kepentingan perusahaan. Pengawasan yang
dilakukan akan menimbulkan agency cost. Agency cost adalah ongkos atau
risiko yang terjadi ketika principal membayar seseorang agent untuk
menjelaskan tugas, pada kenyataannya kepentingan agent tidak selalu sejalan
dengan kepentingan principal. Hal ini mendorong agent untuk melakukan
tindakan-tindakan agar sesuai dengan kepentingan principal, salah satunya
dengan membayar fee audit eksternal yang lebih tinggi untuk mendapatkan
kualitas audit yang lebih tinggi seperti yang dikehendaki principal. (Hapsari,
2013)
