Menurut Tandelilin (2010) investasi adalah komitmen atas sejumlah dana
atau sumber daya lainnya yang dilakukan saat ini dengan tujuan memperoleh
sejumlah keuntungan di masa depan. Menurut Sunariyah (2006) investasi
adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan
biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di
masa yang akan datang.
Dari berbagai definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Investasi
adalah penanaman dana yang dilakukuan oleh suatu perusahaan kedalam
suatu aset dengan harapan memperoleh pendapatan di masa yang akan
datang. Dilihat dari jangka waktunya investasi dibedakan menjadi 3 macam
yaitu investasi jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Sedangkan
dilihat dari jenis aktivanya investasi dibedakan kedalam investasi riil dan
investasi non riil (aktiva finansial).
Investasi pada aktiva riil misalnya dalam tanah gedung mesin dan peralatanperalatan. Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan sangat penting bagi
kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan. Hal ini karena keputusan
investasi menyangkut dana yang digunakaan untuk investasi, jenis invetasi yang
dilakukan pengembalian investasi dan risiko investasi yang akan timbul.
Pengembalian keputusan investasi ini mempertimbangkan aliran kas keluar
(cash out flow) dan aliran kas masuk (cash flow) yang akan diperoleh berkaitan
dengan investasi yang akan diambil oleh suatu perusahaan yang akan
berinvestasi.
Hidayat (2010) menyatakan bahwa jika terdapat kesempatan investasi yang
menguntungkan, maka manajer berusaha mengambil peluang-peluang tersebut
untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, karena semakin besar
kesempatan investasi yang menguntungkan, maka investasi yang dilakukan akan
semakin besar.
Pengertian set kesempatan investasi (investment opportunity set) secara
koversional adalah pembelajaran modal (new capital expenditure) yang dibuat
untuk memperkenalkan produk baru atau memperluas produksi dari produk yang
telah ada sebelumnya. Myers (1977) memperkenalkan Investment Opportunity Set
(IOS) pada studi yang dilakukan dalam hubungannya dengan keputusan investasi.
IOS memberikan petunjuk yang lebih luas dengan nilai perusahaan tergantung
pada pengeluaran perusahaan di masa yang akan datang, sehingga prospek
perusahaan dapat ditaksir dari investment opportunity set.
Menurut Myers (1977) dalam Smith dan Watts (1992), perusahaan adalah
kombinasi antara nilai asset in place dengan pilihan investasi di masa yang akan
datang. Pilihan investasi merupakan suatu kesempatan untuk berkembang, namun
seringkali perusahaan tidak selalu dapat melaksanakan semua kesempatan
investasi di masa mendatang. Bagi perusahaan yang tidak dapat menggunakan
kesempatan investasi tersebut akan mengalami suatu pengeluaran yang lebih
tinggi dibandingkan dengan nilai kesempatan yang hilang. Nilai kesempatan
investasi merupakan nilai sekarang dari pilihan-pilihan perusahaan untuk
membuat investasi di masa mendatang. Menurut Kole (1991), dalam Gaver &
Gaver (1993), nilai IOS bergantung pada pengeluaran-pengeluaran yang
ditetapkan manajemen di masa yang akan datang (future discretionary
expenditure) yang pada saat ini merupakan pilihan-pilihan investasi yang
diharapkan akan menghasilkan return yang lebih besar dari biaya modal (cost of
equity) dan dapat menghasilkan keuntungan.
Menurut Smith dan Watts (1992), investment opportunity set merupakan hasil dari
pilihan-pilihan untuk membuat investasi di masa mendatang. Set kesempatan
investasi menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan dari
prospek pertumbuhan. Prospek pertumbuhan merupakan suatu harapan yang
diinginkan oleh pihak manajemen, investor, serta kreditur. Prospek perusahaan
yang tumbuh bagi investor merupakan suatu hal yang menguntungkan, karena
investasi yang ditanamkan diharapkan akan memberikan return yang tinggi.
Perusahaan yang tumbuh akan direspon pasar dan peluang pertumbuhan terlihat
pada peluang investasi yang diproksikan dengan berbagai macam kombinasi nilai
investment opportunity set.
Nilai pilihan investasi sangat tergantung pada nilai aset yang dimiliki oleh
perusahaan. Kesempatan investasi tidak selalu berwujud secara fisik tetapi dapat
berupa suatu kesempatan yang bersifat intangible namun memiliki peluang
yang memberikan keuntungan bagi perusahaan. Sebagai contoh apabila
perusahaan memiliki kesempatan untuk melakukan pembelian suatu merek
nama, maka perusahaan harus dapat memanfaatkan setiap celah keunggulan
dan kelemahan brand name tersebut untuk menghasilkan keuntungan yang
besar di masa yang akan datang.
Smith & Watts dan Kester dalam Gaver & Gaver yang dikutip Jati (2003),
menyatakan bahwa dalam membuat keputusan investasi dan employment setiap
perusahaan dapat menginvestasikan dalam bentuk modal fisik dan sumber
daya manusia secara khas. Investasi spesifik perusahaan tersebut
mengakibatkan adanya variasi dalam set kesempatan investasi antar
perusahaan yang terdiri atas variasi dalam kesempatan investasi yang
prospektif serta ekspektasi distribusi hasil dari kesempatan investasi tersebut.
Perbedaan keputusan investasi yang diambil oleh perusahaan dalam rangka
menghadapi perusahaan pesaing yang hendak memasuki pasar serta variasi
pilihan-pilihan strategi perusahaan dalam rangka memperoleh keunggulan
kompetitif mengakibatkan IOS sangat bervariasi secara cross-sectional antar
perusahaan (Gaver & Gaver dalam Nugroho dan Hartono. 2002).
Norpratiwi (2007) menyatakan secara umum investment opportunity set
menggambarkan tentang luasnya kesempatan atau peluang investasi bagi suatu
perusahaan, namun sangat tergantung pada pilihan expenditure perusahaan untuk
kepentingan di masa yang akan datang. Dengan demikian investment opportunity
set merupakan kesempatan berinvestasi atau peluang investasi yang dimiliki oleh
perusahaan dan memiliki pengaruh terhadap cara pandang manajer, pemilik,
kreditur dan investor terhadap kemampuan profitabilitas serta prospek
pertumbuhan perusahaan. Selain itu, investment opportunity set bersifat tidak dapat
diobservasi, sehingga perlu dipilih suatu proksi yang dapat dihubungkan dengan
variabel lain dalam perusahaan.
Proksi IOS dalam penelitian Kallapur & Trombley (2001) dibagi menjadi empat
tipe proksi, yaitu:
1) Proksi berbasis harga (price-based proxies)
Proksi ini berdasarkan pada perbedaan antara asset dan nilai perusahaan, oleh
karena itu, proksi ini sangat tergantung pada harga saham. Perusahaan yang
tumbuh akan memiliki nilai pasar relatif yang lebih tinggi dibandingkan
dengan asset yang dimilikinya. Proksi berbasis pada harga dibentuk sebagai
rasio yang berhubungan dengan pengukuran asset yang dimiliki dan nilai
pasar perusahaan.
2) Proksi berbasis investasi (investment-based proxies)
Proksi berbasis investasi menunjukkan tingkat aktivitas investasi yang tinggi
secara positif berhubungan dengan IOS perusahaan. Kegiatan investasi ini
diharapkan dapat memberikan peluang investasi berikutnya yang semakin
besar pada perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan dengan IOS yang
tinggi juga akan mempunyai tingkat investasi yang sama tinggi, yang
dikonversi menjadi aktiva yang dimiliki. Proksi berbasis investasi ini
dibentuk dengan menggunakan rasio dengan membandingkan ukuran
investasi pada ukuran aktiva yang dimiliki atau dengan hasil operasi yang
dihasilkan dengan asset yang dimiliki.
3) Proksi berbasis ukuran-ukuran varian (variance measures).
Proksi ini berdasarkan ide bahwa suatu pilihan akan menjadi lebih bernilai
sebagai variabilitas dari return dengan mendasarkan pada peningkatan assets.
4) Proksi berbasis ukuran-ukuran gabungan (composite measures).
Proksi ini menyertakan berbagai wakil atau berdasarkan pada bukti lain
mengenai IOS perusahaan. Alternatif proksi gabungan IOS dilakukan sebagai
upaya untuk mengurangi measurement error yang ada pada proksi dengan
rasio individual, sehingga akan menghasilkan pengukuran yang baik untuk
IOS (Smith dan Watts, 1992).
Pilihan investasi merupakan suatu kesempatan untuk berkembang, namun
seringkali perusahaan tidak selalu dapat melaksanakan semua kesempatan
investasi di masa depan. Bagi perusahaan yang tidak dapat menggunakan semua
kesempatan investasi tersebut akan mengalami pengeluaran yang lebih tinggi
dibanding nilai kesempatan yang hilang. Nilai kesempatan investasi merupakan
nilai sekarang dari pilihan-pilihan untuk membuat perusahaan investasi dimasa
mendatang
