Financial Constraint

Sehubungan dengan kondisi keuangan dalam rangka berinvestasi, perusahaan
sering kali mengalami keterbatasan keuangan (financial constraint) untuk
membiayai investasinya. Financial constraint (FC) menunjukkan perusahaan
yang mengalami kendala keuangan disebabkan oleh tidak likuidnya perusahaan
dan kesulitan dalam mengakses dana eksternal perusahaan (Kaplan & Zingales,
1997). Sedangkan, menurut Moyen (2004), financial constraint diidentikkan
perusahaan yang tidak membayar dividen, nilai cash flow yang rendah, dan utang
yang tinggi. Penentuan nilai cash flow yang rendah dan utang yang tinggi
biasanya dibandingkan dengan nilai rata-rata dari pembanding yang setara.
Perusahaan financial constraint (FC) cenderung menggunakan likuiditas untuk
mendanai investasi. Hal ini karena perusahaan FC memiliki keterbatasan akses
terhadap pasar modal dan relatif lebih kecil, yang menunjukkan keterbatasan
keuangan sehingga akan sulit bagi perusahaan mengambil kesempatan investasi
yang menguntungkan untuk investasi. Dengan kata lain bahwa perusahaan FC
mempunyai nilai perusahaan yang rendah. Menurut Fazzari, et al. (1988) bahwa
adanya asimetri informasi pada pendanaan eksternal (utang) akan menimbulkan
biaya pendanaan eksternal lebih mahal dari pada pendanaan internal, yang
berakibat perusahaan FC kurang memiliki akses ke pendanaan eksternal. Dengan
keterbatasan tersebut, maka keputusan investasi perusahaan FC cenderung lebih
sensitif terhadap likuiditas. Financial constraint menurut Fazzari, et al. (1988)
menyatakan bahwa perusahaan financial constraint memiliki keterbatasan dalam
menggunakan dana eksternal, sehingga penggunaan dana internal lebih
diutamakan.