Teori Keagenan

Teori keagenan (agency theory) merupakan teori yang menjelaskan hubungan antara
“principal” dan “agent”. Principal adalah pemegang saham dan pemilik perusahaan
yang memberikan wewenang kepada agent untuk mengelola perusahaan dan melakukan
pengambilan keputusan atas nama pemegang saham, sedangkan agent merupakan
manajemen perusahaan yang diberikan wewenang oleh principal. Dalam Elfira Rosa et
al. (2018), Jensen and Mecking (1976) menyatakan bahwa perusahaan merupakan
kumpulan kontrak antara pemegang saham dan manajemen untuk mengelola
penggunaan dan pengendalian sumber daya. Dalam kontrak tersebut, manajemen
didelegasikan untuk membuat keputusan terbaik untuk pemegang saham dan akan
menerima imbalan dari prinsipal atas kinerjanya.
Dalam teori keagenan terdapat asumsi bahwa agent dan principal memiliki
kepentingan yang berbeda, sehingga dapat menimbulkan konflik kepentingan di
antaranya. Sugiyono (2014) menyatakan dalam Kevin Hestia dan I Ketut Suryanawa
(2019) bahwa pemegang saham ingin memaksimalkan kesejahteraan dengan
profitabilitas yang meningkat terus menerus, sedangkan manajemen ingin memenuhi
kebutuhan ekonomi dan psikologisnya secara maksimal. Permasalahan keagenan dapat
timbul apabila terdapat perbedaan tujuan antara pihak pemegang saham dan manajemen
yang saling bertentangan. Meningkatnya nilai perusahaan dapat didorong oleh
keselarasan tujuan antara pemegang saham dan manajemen dalam menjalankan
kegiatan perusahaan.
Menurut Hanlon dan Heitzman (2010) dalam Siti Khomsatun dan Dwi Martini
(2015), penghindaran pajak dalam bentuk thin capitalization yang dilakukan oleh
manajemen merupakan upaya efisiensi untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang
saham dan pemilik perusahaan.
Ukuran perusahaan dan dividen juga dapat dinilai sebagai tolak ukur kerja sama
antara prinsipal dan agen. Perusahaan yang berukuran besar mencerminkan keselarasan
tujuan antara agen dan prinsipal dalam mengelola dan mengembangkan perusahaan
tersebut. Perusahaan dengan tingkat dividen yang tinggi mencerminkan adanya
kesamaan dalam rangka untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan, yaitu
meningkatkan nilai perusahaan