Menurut Kotler dan Keller (2016:393), ada sembilan indikator kualitas produk
yaitu:
1) Bentuk (Form) Produk bisa dibedakan sangat jelas dengan yang lainnya
berdasarkan bentuk, ukuran, atau struktur fisik produk.
2) Ciri-ciri produk (Features) Karaktersistik skunder ataupun perlengkapan yang
dapat berguna untuk menambah fungsi dasar yang berkaitan dengan pilihanpilihan dan pengembangannya.
3) Kinerja (Performance) Berkaitan dengan aspek fungsional pada suatu barang
dan merupakan karakteristik utama yang bisa dipertimbangkan pelanggan
dalam membeli barang tersebut.
4) Ketepatan/kesesuaian (Conformance) Berkaitan dengan tingkat kesesuaian
produk dengan spesifikasi produk yang ditetapkan sebelumnya berdasarkan
keinginan pelanggan. Kesesuaian mereflesikan derajat ketepatan antara
karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang sudah
ditetapkan.
5) Ketahanan (Durabillity) Berkaitan dengan berapa lama waktu suatu produk
dapat digunakan.
6) Kehandalan (Reliabillity) Berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan
suatu barang bisa berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan pada
periode waktu tertentu dan juga dalam kondisi tertentu pula.
7) Kemudahan perbaikan (Repairbillity) Berkaitan dengan kemudahan
perbaikan produk bila terjadi kerusakan. Idealnya produk akan mudah
diperbaiki sendiri oleh pengguna jika rusak.
8) Gaya (Style) Penampilan suatu produk atau kesan konsumen terhadap produk.
9) Desain (Design) Keseluruhan keistimewaan produk yang dapat
mempengaruhi penampilan dan fungsi produk terhadap keinginan konsumen.
