Perilaku membeli timbul karena didahului oleh adanya minat membeli,
minat membeli muncul salah satunya disebabkan oleh persepsi yang didapatkan
bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang baik. Jadi minat membeli timbul
dari pelanggan.
Menurut Ali Hasan (2018:131) minat beli ulang (repeat intention to buy)
dapat diidentifikasi melalui dimensi sebagai berikut:
1. Minat Transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
produk.
2. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
kepada orang lain.
3. Minat preferensial, yaitu minat ynag menggambarkan perilaku seseorang
yang memiliki preferensial utama pada produk, preferensi ini hanya dapat
diganti bila terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
4. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu
mencari informasi mengenai produk yang dimintanya dan mencari
informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk yang sama.
Menurut Kotler (2012:145), ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi
minat seseorang untuk melakukan pembelian ulang, psikologis, pribadi dan social.
Masing masing faktor tersebut terdiri dari unsur-unsur yang lebih kecil yang
membentuk satu kesatuan tentang bagaimana manusia berperilaku dalam
kehidupan ekonominya.
a. Faktor Psikologis
1) Motivasi
Seseorang mempunyai banyak kebutuhan pada waktu tertentu.
Beberapa kebutuhan bersifat biogenis, yaitu muncul dari tekanan biologis
seperti lapar, haus, mengantuk dan hal lain yang bersifat psikogenis, yaitu
muncul dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan,
penghargaan, atau rasa memiliki, sebagian besar kebutuhan psikogenis tidak
cukup kuat untuk memotivasi orang agar bertindak dengan segera suatu
kebutuhan akan menjadi motif jika dia didorong sampai mencpai tingkat
intensitas yang memadai.
2) Presepsi
Seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak dan dipengaruhi
oleh presepsinya terhadap situasi tertentu. Presepsi merupakan proses
bagaimana seseorang memilih, mengorganisasikan, dan
menginterpretasikan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang
memiliki arti. Orang dapat memiliki presepsi yang berbeda atas obyek yang
sama.
3) Pembelajaran
Pembelajaran meliputi perubahan dalam perilaku seseorang yang
timbul dari pengalaman.
4) Keyakinan dan Sikap
Melalui bertindak dan belajar, orang mendapatkan keyakinan dan
sikap. Hal ini mempengaruhi perilaku pembelian mereka.
b. Faktor Pribadi
1) Usia
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda sepanjang hidupnya,
selera orang terhadap suatu barang juga berhubungan dengan usianya.
2) Pekerjaan
Suatu pemahaman atas tipe-tipe pekerjaan memberikan pandangan
ke dalam kebutuhan para konsumen. Pergantian pekerjaan menyebabkan
perubahan – perubahan perilaku pembelanjaan.
3) Keadaan Ekonomi
Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi
seseorang.
4) Gaya Hidup
Keunikan dimana suatu kelompok tertentu membedakan dirinya dari
orang lain melibatkan suatu pemahaman atas pengaruh- pengaruh kelas
social, referensi, dan kebudayaan terhadap perilaku pembelian mereka.
5) Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian merupakan karakteristik psikologis yang berbeda dari
seseorang yang menyebabkan tanggapan yang rrelatif konsisten dan
bertahan lama terhadap lingkungannya.
c. Faktor Sosial
1) Kelompok Acuan
Kelompok yang berpengaruh langsung atau tidak langsung dalam
pembentukan perilaku dan gaya hidup yang dipilih seseorang.
2) Keluarga
Keluarga dianggap sebagai salah satu kelompok yang paling
berpengaruh dari semua kelompok acuanyang ada karena perilaku terhadap
toko dan produk dikembangan daam rumah tangga.
3) Peran dan Status
Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang
hidupnya dalam keluarga, organisasi, dll. Posisi seseorang dalam tiap-tiap
kelompok dapat didefinisikan dalam peran dan status. Peran meliputi
kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang.
Tujuan melakukan pembelian ulang merupakan suatu tingkat motivasional
seorang konsumen untuk mengalamu periaku pembelian suatu produk pada saat
konsumen memiliki tujuan untuk melakukan pembelian ulang suatu produk dengan
merek tertentu, maka pada saat itu pula secara tidak langsung konsumen tersebut
telah memiliki perilaku loyal serta puas terhadap merek atau produk tersebut.
