Minat beli ulang menunjukan keinginan pembeli untuk melakukan
kunjungna ulang dimasa yang akan datang. Perilaku pembelian ulang seringkali
dikaitkan dengan loyalitas. Namun keduanya berbeda, perilaku pembelian ulang
banya menyangkut pembelian ulang merek tertentu yang sama secara berulangulang, sedangkan loyalitas mencerminkan komitmen psikologis terhadap merek
tertentu.
Pengertian minat beli ulang menurut Kotler dan Keller dalam Juniawati
(2015:141) yaitu:
pasca pembelian konsumen terhadap suatu produk akan mempengaruhi perilaku
selanjutnya, jika konsumen puas maka akan menunjukan kemungkinan yang lebih
tinggi untuk membeli kembali produk
Pengertian minat beli ulang menurut Fandy Tjiptono (2015:386) minat beli
ulang berbeda dengan loyalitas, jika loyalitas mencerminkan komitmen psikologis
terhadap merek atau produk tertentu sedangkan perilaku pebelian ulang semata-
mata menyangkut pembelian merek yang sama secara beulang kali.
Adapun pengertian minat beli ulang menurut Hellier et al dalam penelitian
Khoirul Bhasyar (2016) adalah bahwa minat pembelian kembali adalah
pertimbangan individu untuk membeli kembali layanan yang ditunjuk dari
perusahaan yang sama, dengan mempertimbangkan situasi saat ini dan keadaan
yang mungkin terjadi.
Pengertian minat beli ulang menurut Ali Hasan (2018:131) bahwa minat
beli ulang merupakan minat pembelian yang didasarkan atas pengalaman
pembelian yang telah dilakuakn dimasa lalu. Minat beli ulang yang tinggi
mencerminkan tingkat kepuasan yang tinggi dari konsumen.
Berdasarkan definisi yang telah dipaparkan diatas penulis sampai pada
pemahaman bahwa minat beli ulang merupakan kemungkinan konsumen memiliki
keinginan untuk melakukan pembelian kembali atas produk atau jasa yang telah
dikonsumsi berdasarkan pengalaman masa lalu, minat beli yang tinggi didukung
oleh kepuasan konsumen yang tinggi dimasalalu.
