Interaktivitas, di pasar online, didefinisikan sebagai tingkat keterlibatan
dan komunikasi yang tinggi antara konsumen dan penjual yang dirasakan oleh
konsumen (Ou et al.,2014). Konsep interaktivitas pada awalnya diusulkan oleh
Newhagen dkk. (1995) dalam Bao et al. (2016) sebagai faktor psikologis, yang
terdiri dari dua dimensi: “(1) pengertian motivasi konsumen dan (2) perasaan
konsumen tentang interaktivitas sistem media”. Berdasarkan pendekatan
fungsional Chu (2013), menunjukkan bahwa interaktivitas yang dirasakan terkait
dengan kustomisasi, gagasan bahwa setiap pengguna individu dapat menerima
kombinasi unik dari pesan dan pengalaman online. Sebelum kita mengidentifikasi
faktor penentu interaktivitas, penting untuk meninjau apa interaktivitas dan
bagaimana diukur. Penelitian ini mengusulkan komponen kunci berikut dari
interaktivitas online berdasarkan tinjauan literatur interaktivitas: (1) kontrol
pengguna, (2) responsif, (3) personalisasi, dan (4) keterhubungan. Yoon et al
(2008), menyatakan bahwa persepsi kemudahan penggunaan secara positif
mempengaruhi sikap pengguna terhadap penggunaan Internet, yang akan
mempengaruhi penggunaannya di masa mendatang.
Peneliti komunikasi (Carrie Heeter, 1983) memaparkan dimensi – dimensi
interaktivitas , diantaranya :
1. Dimensi kompleksitas, menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam menyediakan informasi bagi konsumen serta kemudahan
dalam memperoleh informasi tersebut.
2. Dimensi besaran usaha, menunjukkan kemampuan perusahaan
menarik perhatian konsumen dari proses interaktivitas yang
disediakan perusahaan (contoh : menanggapi iklan, melakukan
pembelian karena adanya promosi, word of mouth, dll).
3. Dimensi tingkat respon media, menunjukkan kecepatan perusahaan
dalam menanggapi respon atau umpan balik konsumen, seakan
konsumen dapat berkomunikasi secara langsung.
4. Dimensi pengawasan, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
mengawasi pengguna informasi. Media dengan tingkat
interaktivitas yang tinggi dapat memantau perilaku konsumen
dalam menerima pesannya kemudian menyesuaikan sistemnya
berdasarkan umpan balik yang dihasilkan dari analisis perilaku
tersebut.
5. Dimensi kemudahan dalam menambah informasi baru,
menunjukkan seberapa mudah konsumen dapat turut menyediakan
dan menyebarkan pesan kepada konsumen lain. Media online atau
sosial media memiliki tingkat interaktivitas yang tinggi karena
konsumen dapat dengan mudah membagikan informasi dengan
orang lain.
6. Dimensi kemudahan memfasilitasi komunikasi, menunjukkan
kemudahan perusahaan dalam memfasilitasi interaksi dua arah
antara konsumen dengan perusahaan, contohnya penggunaan
instant messaging, live chat, dll.
