Pemasaran bermula dari kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang
memiliki kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dan keinginan tersebut harus
dipenuhi melalui kepemilikan atas suatu produk atau layanan yang diinginkan.
Konsep pokok dalam pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap
keinginan dan kebutuhan konsumen. Konsep pemasaran yang berorientasi pada
konsumen mengajarkan bahwa kegiatan pemasaran harus dimulai dengan usaha
mengenal dan merumuskan keinginan dan kebutuhan dari konsumen. Kemajuan
teknologi berdampak pada perubahan proses pemasaran, kemajuan di dunia digital
terutama internet, menjadikan proses pemasaran yang sebelumnya dilakukan
secara langsung atau tatap muka, berubah ke pemasaran berbasis online.
Pemasaran online (Online Marketing) merupakan kegiatan komunikasi
yang menggunakan media internet. Pesatnya teknologi mempermudah produsen
dalam memasarkan produk atau layanan secara online melalui internet, untuk
memasarkan produk atau layanan yang akan dijual kepada konsumen, konsumen
tidak perlu memasarkan produknya langsung kepada konsumen. Pemasaran online
(online marketing) memanfaatkan teknologi melalui website, aplikasi, dan layanan
online lain yang dapat mengundang calon konsumen atau pelanggan yang relevan
dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Pemasaran online memberikan
kemudahan bagi konsumen untuk mengetahui dan memenuhi produk yang mereka
inginkan, yang berdampak pada pembelian. Pembelian tersebut akan
berkelanjutan yang menimbulkan niat beli ulang . Pengalaman belanja online serta
kemudahan dalam berbelanja online memberikan perubahan pada perilaku belanja
online konsumen (Chiu et al., 2009).
